Shalat Jumaat dan Jamaah di Musim Pandemi Termasuk Takalluf dan Ghuluw?



🚇SHALAT JUMAAT DAN JAMAAH DI MUSIM PANDEMI TERMASUK TAKALLUF DAN GHULUW?

[ Bimbingan Agar Menyerahkan Permasalahan yang Besar (Baharu & Rumit) kepada Ulil Amri ]

[ Pertanyaan ]

Apakah mengerjakan shalat Jumaat dan shalat berjamaah di masa pandemi termasuk dalam sikap takalluf (memaksakan diri) dan ghuluw (melampaui batas)?

[ Jawab ]

Alhamdulillah, agama Islam adalah agama yang sempurna dan sangat indah. Diantara keindahan itu, agama Islam selalu dibangun di atas “jalbil mashalih” = mendatangkan kemaslahatan, dan sekaligus “dar’ lil mafasid” = menolak kejelekan kejelekan. Pandemi Corona, diantara perkara yang kita diuji untuk menghadapinya sesuai dengan bimbingan syariat. Covid-19 adalah ujian Allah yang menimpa bukan hanya individu namun menimpa berbagai aspek kehidupan bernegara, baik politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan, keamanan dan seterusnya.

((🔥)) Dan diantara bimbingan syariat dalam menghadapi permasalahan besar seperti ini adalah mengembalikan kepada Ulil Amri.

Allah berfirman:

{ وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا }

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa: 83]

Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan besar ini negara (pemerintah) memiliki peranan yang sangat penting, kerana merekalah yang memiliki kapasiti melihat permasalahan ini dari segala sisi. Walhamdulilah pemerintah kita waffaqahumullah telah menjalankan berbagai usaha untuk menghadapi krisis yang ditimbulkan akibat jangkitan Covid.

Pemerintah merangkul semua pihak yang berkelayakan sama ada dalam ataupun luar negeri. Pemerintah berusaha mendiskusikan setiap permasalahan dan mempelajarinya dengan melibatkan pakar kesihatan, pakar ekonomi, pegawai pertahanan dan keamanan, bahkan lembaga-lembaga di dunia untuk kemudian pemerintah mengeluarkan regulasi yang dinilai menjadi solusi dari setiap kesulitan, dan mampu mengumpulkan sebanyak mungkin maslahat dan menolak mafsadah-mafsadah.

((🔥)) Tentu saja sebagai rakyat terlebih Ahlussunnah wajib mendukung solusi-solusi pemerintah kita selama tidak menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Jangan sebaliknya, mengkritik, menyudutkan dan menjatuhkan semua rancangan atau tindakan pemerintah.

Termasuk apa yang ditanyakan, dengan berbagai pertimbangan pemerintah telah mengizinkan kaum muslimin untuk menegakkan shalat berjamaah dan shalat Jumaat dengan S-O-P (prosedur dan protokol kesehatan) yang telah ditetapkan. Maka kita sebagai Ahlussunnah, mendukung apa yg dicanangkan pemerintah.

Demikian pula ketika pemerintah kita bekerjasama dengan pemerintah Saudi misalnya untuk mulai membuka ibadah umrah, kita sokong dan kita jalani sesuai regulasi yang ditetapkan. Dan perlu ditekankan di sini bahwa S-O-P dari pemerintah itu sesungguhnya sesuatu yang mudah, dan dalam kemampuan masyarakat pada umumnya, bukan sesuatu yang sukar dan menakutkan. Sehingga bagi yang boleh melaksanakan segera dilaksanakan saja, agar masjid masjid dibuka kembali.

Rujuklah pihak yang berkenaan, semisal pasukan Tindak Cepat Krisis Kebangsaan (CPRC) (dalam urusan agama di bawah bidang kuasa pejabat agama negeri masing-masing, -red), dan ikuti arahan mereka baik membuka atau menutup masjid. Merekalah yang memberikan arahan kepada kita, bukan kita yang menilai dan memutuskan sendiri dengan ijtihad kita, hanya berdasarkan zon, misalnya, walhal pemerintah-lah yang lebih memahami standard penilaian yang lebih komprehensif.

((🔥)) Semua ini bukan bentuk ghuluw, bahkan pengamalan kita terhadap prinsip taat kepada waliyyul Amr dalam perkara yang ma’ruf.

Terkait ketakutan terhadap penyakit, selagi kita mengikuti SOP dengan baik, maka bertawakkallah kepada Allah, jangan terhantui oleh corona, penyakit apapun bila telah Allah kehendaki terjadi maka akan terjadi. Oleh sebab itu, berusaha dan bertawakkal-lah.

{ فاذا عزمت فتوكل على الله }

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan keazaman, maka bertawakkallah kepada Allah.” [Ali Imran: 159]

( Dengan sedikit Alih bahasa & penyesuaian )

📮••••[ Edisi Faidah ]
/ t.me/ukhuwahsalaf
/ www.alfawaaid.net

✍🏻__ [ Dari ]
/ ProblematikaUmat•Com { bit.ly/3kBM8Ku }

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment