Kesejukan Air Mengalir Bahwa Al-Haq Diterima Meskipun Dari Orang Majhul Dan Kafir ( Bag. 1 :: Seri 5 )



🚇KESEJUKAN AIR MENGALIR BAHWA AL-HAQ DITERIMA MESKIPUN DARI ORANG MAJHUL DAN KAFIR

( Bag. 1 :: Seri 5 )

Oleh: Asy-Syaikh Abul ‘Abas Yasin bin ‘Ali al-Hausyabi al-‘Adani rahimahullah

▶️ [ 6 ] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{ وَتَفَقَّد الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ (20) لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (21) فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ }


Dan dia (Nabi Sulaiman) memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir? Sungguh aku benar-benar akan mengadzabnya dengan adzab yang keras atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; Dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” [An-Naml: 20-22]

Syaikhul Islam dalam “Minhajus Sunnah” berkata:

“Jika ada seorang Rafidh berkata (dalam mencela ‘Umar) bahwa ‘Umar bin Khattab pernah mengatakan dalam salah satu khutbahnya: “Barang siapa yang berlebih-lebihan dalam membayar mahar wanita, maka aku akan memasukkannya ke Baitul Mal.”

Maka berkatalah seorang wanita: “Bagaimana kamu melarang hak kami padahal Allah telah memberikannya hal itu untuk kami dalam Kitab-Nya ketika Allah berfirman: “Dan telah kalian berikan kepada salah seorang dari mereka harta yang sangat banyak…” [Surat An-Nisa’]

Maka ketika itu ‘Umar berkata: “Semua orang lebih faqih dari ‘Umar, bahkan sampai wanita-wanita yang berada dalam pingitan.”

Maka jawabannya adalah:

(•) “Justru kisah ini menunjukkan sempurnanya keutamaan ‘Umar, kesempurnaan agamanya, ketaqwaannya, dan kesiapannya untuk kembali kepada al-Haq apabila tampak jelas baginya, dan bahwa ‘Umar menerima kebenaran sekalipun itu dari seorang wanita.

(•) ‘Umar juga selalu tunduk pada kebenaran, dan bahwa dia juga mengakui keutamaan orang lain atas dirinya walaupun dalam permasalahan yang sangat sepele.

((🔥)) Dan bukanlah syarat untuk menjadi yang terbaik adalah tidak boleh ditegur oleh oleh orang yang berada di bawahnya.

Karena Nabiullah Sulaiman telah diberi tahu oleh Hud Hud, “Aku telah mengetahui apa yang belum kamu ketahui, dan aku datang kepadamu dari negeri Saba’ dengan membawa berita yang pasti.” [Surat an Naml].”

— Alhamdulillah selesai bagian pertama. Bersambung insya Allah di bagian kedua.

📮••••[ Edisi Faidah ]
/ t.me/ukhuwahsalaf
/ www.alfawaaid.net

✍🏻__ [ Dari ]
/ bit.ly/2JXxnUW

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment