Mengingkari atau Mencegah Kemungkaran


🚇MENGINGKARI ATAU MENCEGAH KEMUNGKARAN

Kemungkaran-kemungkaran berupa kesyirikan, perzinaan, minum minuman keras, perjudian, penipuan dengan berbagai macam bentuknya, riba, pembunuhan, musik, lagu-lagu, membikin dan menyimpan, memasang gambar bernyawa dengan alat apapun, sandiwara, memperlihatkan aurat, meninggalkan shalat lima waktu, meninggalkan puasa wajib dan lain-lain adalah penyebab datangnya bencana dan adzab Allah ta'ala, maka:

[※] 1 :: Wajib bagi kita mengingkarinya dengan hati yaitu dengan membenci kemungkaran yang terjadi.

[※] 2 :: Hendaknya kita bersemangat memberikan nasehat dengan ilmu, hikmah, dan penuh adab lewat lisan atau tulisan.

[※] 3 :: Hendaknya kita mengingkari kemungkaran apabila diyakini kemungkaran itu bisa diminimalkan atau berkurang atau hilang ditinggalkan tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar dengan pengingkaran kita baik dengan lisan, tulisan, atau tangan.

[※] 4 :: Hendaknya kita banyak berdoa untuk kebaikan umat dan negeri ini.

[※] 5 :: Meninggalkan lingkungan, dan teman-teman yang jelek yang sudah tidak bisa dinasehati, dan tidak mau menerima kebenaran.

📚[Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu 'Aisyah Ismunandar Wonogiri, Sabtu, 18 Syawal 1440H ~ 22 Juni 2019M]

= = = = // ••• // = = = =

🚇JANGAN DIAM KETIKA ADA KEMUNGKARAN!

{ قيل لابن مسعود رضي الله عنه: من ميت الأحياء؟ فقال: الذي لا يعرف معروفا ولا ينكر منكرا. }

Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu ditanya,

“Siapakah orang mati di antara orang-orang yang hidup?”

Beliau menjawab,

“Orang yang tidak tahu perkara yang baik dan tidak mengingkari kemungkaran.”

📚[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (7/504) dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya (1/375)]

https://bit.ly/Fw420106
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

✍🏻 Dari: t.me/s/FaedahislamiyahslogohimoWA / Dari: WA Fawaid Salafy Wonogiri
✍🏻 Dari: t.me/s/ForumSalafy

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment