Urgensinya Para Penyeru al-Haq Memperbanyak & Memperluas Media Dakwah Mereka Dengan Beragam Sarana Yang Diiizinkan Secara Syar'I


🚇URGENSINYA PARA PENYERU AL-HAQ MEMPERBANYAK & MEMPERLUAS MEDIA DAKWAH MEREKA DENGAN BERAGAM SARANA YANG DIIIZINKAN SECARA SYAR'I

❱ Asy-Syaikh Rabi al-Madkhali hafizhahullah

“Kalau para penyeru kepada kekufuran, kebatilan, dan kesesatan menggunakan berbagai media tak terhitung banyaknya, baik majalah, koran/tabloid/buletin, siaran-siaran (radio/televisi) maupun berbagai situs internet, masing-masing kelompok memiliki media yang banyak;

Maka, PARA PENYERU AL-HAQ WAJIB untuk memperbanyak media-media mereka dengan beragam bentuk yang telah disebutkan, bahkan suara mereka wajib untuk lebih tinggi, dan lebih keras. Semakin tinggi dan kuat suara mereka, maka akan semakin besar pengaruhnya.

-- Berapa banyak dari umat ini berada dalam kesesatan dan kejahilan karena tidak sampai kepada mereka dakwah Islam dengan kuat, jelas, dan dalam bentuk yang benar. Bahkan banyak dari kaum muslimin tidak mengenal islam dalam bentuknya yang benar.

-- Di antara sebabnya adalah kurangnya semangat dan upaya dari para da'i (penyeru) ke jalan Allah di medan dakwah untuk menggunakan berbagai sarana yang diizinkan secara syar'i yang telah Allah anugerahkan untuk mereka. Banyak dari mereka meninggalkannya.

Maka aku ingatkan kepada para da'i ke jalan Allah agar benar-benar menegakkan kewajibannya melalui berbagai media yang syar'i dan tersedia, serta memperbanyak berbagai media tersebut, baik berupa buletin, majalah, kaset-kaset, dan situs-situs internet. Dengan senantiasa berpegang kepada manhaj yang shahih, aqidah shahihah, dan akhlaq yang tinggi.

Melalui media-media tersebut, hendaknya mereka menyebarkan:

(•) Al-Qur'an al-Karim dan tafsirnya yang benar, dalam berbagai pembahasan,

(•) As-Sunnah yang sah dan tafsirnya yang benar, dalam berbagai pembahasan,

(•) Aqidah yang benar dalam semua pembahasannya,

(•) Fiqh yang benar dalam semua pembahasannya,

(•) Akhlaq Islami dengan segala penggambarannya,

(•) Sirah Rasulullah yang mulia dan sirah para nabi dan rasul

(•) Sirah para shahabat yang mulia, dan sirah para ulama umat yang mengikuti para shahabat dengan baik ....”


— ➊


🚇NASIHAT TERKAIT PEMANFAATAN MEDIA INFORMASI

Asy-Syaikh ’Abdul ’Aziz bin ’Abdullah bin Baz رَحِمَهُ اللّٰهُ berkata,

“Media-media informasi ini butuh kepada orang-orang yang mereka itu takut kepada Allah, dan bertakwa kepada-Nya, mengagungkan-Nya, dan meneliti apa saja yang bermanfaat bagi kaum muslimin.

(•) Lalu mengumpulkan semuanya itu dalam apa yang mereka sebar agar orang-orang tidak tersesat disebabkan mereka.

(•) Dan sudah diketahui bahwasanya siapa yang menyebarkan suatu perkataan yang membahayakan orang-orang maka dia menjadi berdosa semisal dosa-dosa orang yang tersesat karenanya.

(•) Dan sebagaimana juga bahwasanya siapa saja yang menyebarkan apa yang bermanfaat bagi orang-orang maka dia mendapatkan semisal pahala-pahala orang yang memanfaatkan hal itu.”


📚[Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 6/179]

— ➋

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Abu Hurairah رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ berkata, Rasulullah [ﷺ] bersabda,

{ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا. }

“Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

📚[HR. Muslim 2674]

bit.ly/Fw411201 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

✍🏻__ ➊ t.me/s/ManhajulAnbiya //\\ Sumber: Rabee.Net { bit.ly/3a8nYms } | ➋ t.me/s/SalafyKawunganten //\\ Sumber: { bit.ly/3fgCcDd }

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment