Jangan Rugikan Saudaramu Dengan Kebaikanmu


🚇JANGAN RUGIKAN SAUDARAMU DENGAN KEBAIKANMU

Bagaimana jika saudaramu itu ada yang berjualan buah-buahan lalu kau sengaja bagikan buah-buahan gratis pada orang-orang di sekitarnya;

Dan berkata: “Rejeki itu takkan lari.”

Bagaimana jika saudaramu itu ada yang berjualan jasa pangkas rambut lalu kau sengaja buka pangkas rambut gratis di sekitarnya;

Sambil berkata: “Jangan mengambil upah dari jasa yang enteng seperti ini.”

Saudaramu berjualan barang dan jasa mungkin saja dalam keadaan butuh uang untuk menghidupi diri dan keluarganya lalu kau datang mengacaukan pelanggannya dengan barang gratis dan jasa gratis;

Sambil berkata: “Rejeki itu takkan lari” dan “Jangan pernah mengambil upah dari hal sepele seperti ini.”

Dan kini saudaramu ada yang membuka jasa hapus akun medsos lalu kau sengaja menjajakan jasa gratis di sekitarnya;

Sambil berkata: “Jangan pernah mengambil upah dari hal sepele seperti ini.”


Seandainya kau tahu sebuah riwayat:

Dari Abu Sa'id Sa'ad Ibnu Sinan Al Khudry radhiyallahu 'Anhu: Bahwasanya Rasulullah [ﷺ] bersabda:

{ لا ضرر ولا ضرار }

“Tidak boleh melakukan mudharat (sengaja) dan tidak boleh pula menyebabkan mudharat (tanpa sengaja).”

— [Hadits Hasan riwayat Ibnu Majah & Daruquthny, di shahih kan Syaikhul Albany dalam silsilatus shahihah]

Dari hadits inilah para Ulama meng ijma' kan satu kaedah pokok ilmu fiqih:

{ الضرر يُزال }

“Kemudharatan itu haruslah dihilangkan.”

Dan seandainya kau tahu bahwa mencintai saudaramu itu merupakan bagian dari kesempurnaan keimanan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah [ﷺ] dalam hadits:

{ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيِه مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ }

“Tidaklah beriman dengan sempurna salah seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

-- [HR. Bukhary & Muslim]

Lantas bagaimana kamu bisa mencintai saudaramu jika kamu sendiri merugikan usahanya???

Semoga Allah menunjuki mu kebenaran.

Wallahu a'lam.

--------------
Keterangan:
1. Pembuat status hanya menuliskan nasehat secara umum.
2. Pembuat status tidak pernah membuka jasa hapus akun.

⛓ bit.ly/Fw411203
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

✍🏻__ via bit.ly/3gHo4UB

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment