[Video] Penghalang-Penghalang Seorang Hamba Diampuni Pada Pertengahan Sya'ban



🚇PENGHALANG-PENGHALANG SEORANG HAMBA DIAMPUNI PADA PERTENGAHAN SYA'BAN

📹| https://bit.ly/VidF410803

❱ Disampaikankan oleh: Al-Ustadz Usamah Mahri, Lc hafizhahullah

Beberapa keutamaan Sya'ban,

Di dalam hadits Muadz Ibnu Jabal, Rasulullah [ﷺ] bersabda:

{ يَطَّلِعُ الله على خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، إِلا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ }

Di as-Sahihah, Syaikh al-Albani bawakan hadits Muadz, Rasulullah sebutkan:

“Allah melihat kepada hambanya di malam pertengahan Sya'ban dan Allah ampuni semuanya dan Allah ampuni semuanya kecuali Musyrik & Musyaahin”

Demikian pula dalam hadits Abu Musa semakna dengan itu di Ibnu Majah & dihasankan al-Albani

{ إن اللّٰه لَيَطَّلِعُ ليلةَ النِّصْفِ من شعبانَ فيغفرُ لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن }

“Di malam pertengahan Sya'ban Allah lihat hambanya, Allah ampuni semuanya kecuali Musyrik dan Musyaahin.”

Semakna dengan itu pula dalam al-Jami', Syaikh al-Albani hasankan hadits Abu Tsa'Labah al-Khusyani radhiyallahu ta'ala 'anhu:

{ إذا كان ليلةُ النصفِ من شعبانَ اطَّلَع اللهُ إلى خلقِهِ فيغفر للمؤمنين ويُمْلِى للكافرين ويدعُ أهلَ الحِقْدِ بحقدِهم حتى يدعوه }

“Jika malam pertengahan Sya'ban Allah lihat hambanya, maka Allah ampuni setiap Mukmin, Allah ulur setiap orang kafir. Dan Allah biarkan (Allah ngak ampuni) Ahlul Hiqd (orang² yang dengki / bermusuhan kepada orang lain) sampai dia meninggalkan kedengkiannya.”

Dari hadits² itu aimmah rahimahumullah menafsirkan Arti Musyaahin yang Rasul Sebutkan dalam hadits orang yang terkecualikan dari ampunan Allah.. Betapa meruginya !! Di saat Allah mengampuni semua hambanya, setiap mukmin mukminah, ada yang terharamkan dari ampunan itu karena ada penghalang pada dirinya menghalangi ampunan itu sampai kepadanya ... Musyaahin!!

Musyrik ma'ruf, tentunya tidak akan diampuni Allah dosa syirik. Musyaahin … Disebutkan: Kata imam ibnu rajab rahimahullah, “Demikianlah dosa bisa menghalangi untuk terampuninya seorang hamba .. Yang salah satunya di dalam hadits adalah Musyaahanah,” Dengan berbagai penafsiran
Para aimmah di atas.

Permusuhan seorang hamba terhadap saudaranya, permusuhan yang dasarnya adalah hawa … Hawa nafsunya, urusan peribadinya bukan agama!! Masalah² keperibadian dia sendiri … masalah tersinggung, masalah ini ... Musyaahin!! Dia berseteru dengan saudaranya karena itu. Tidak bertegur sapa, ini, saling benci .. memendam perasaan dendam dan yang semisalnya tidak Allah ampuni seperti riwayat Abu Tsa'Labah

{ ويدعُ أهلَ الحِقْدِ بحقدِهم حتى يدعوه }

“Termasuk yang Allah biarkan tidak Allah ampuni orang yang hiqd yang dengki yang bermusuhan dengan saudaranya Mukmin yang lain sampai dia mau meninggalkan permusuhan itu.”

Dan itu serupa dengan hadits Muslim dari Abu Hurairah di mana Rasulullah sebutkan:

{ تفتح أبواب الجنة يوم الإثنين والخميس فيغفر لكل عبد .. }

“Allah membuka pintu² syurga setiap hari senin dan khamis maka Allah ampuni .. mendapatkan ampunannya setiap hamba …”

{ لا يشرك بالله شيئا .. }

“Selama dia tidak musyrik kepada allah, Allah ampuni semuanya, hamba² Allah yang tidak musyrik”

{ إلا رجلا كانت بينه وبين أخيه شحناء ... }

“Kecuali seorang hamba yang antara dia dengan saudaranya ada permusuhan …”

{ فيقال ... }

Maka dikatakan tentang orang ini:

{ انظروا هذين حتى يصطلحا. }

“Lihat dan tunggu dua orang ini sampai keduanya berdamai meninggalkan permusuhannya dan kedengkiannya.”

Kalau ngak dia tidak akan terampuni. Sementara waktu itu waktu ampunan, waktu dibukanya pintu² jannah.. Senin kamis ... Termasuk ini, sya'ban atau pertengahan sya'ban .. Musyaahin, terkecualikan dari ampunan itu, Mahrum!! Terhalangi dan terharamkan dari ampunan Allah di saat semua orang mendapat keutamaan besar tersebut.

📮••••|Edisi| t.me/Mp3_kajian / www.alfawaaid.net

// Audio dari: t.me/s/Salafy_SorongRaya

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment