[Video] Di Kala Sempitnya Penghasilan Suami Saat Ini Saatnya Para Istri Bersifat Dengan Sifat Wanita Surga



🚇DI KALA SEMPITNYA PENGHASILAN SUAMI SAAT INI SAATNYA PARA ISTRI BERSIFAT DENGAN SIFAT WANITA SURGA

📹| https://bit.ly/VidF410806

❱ Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim hafizhahullah


Mungkin diantara satu keluarga atau bahkan hampir rata-rata kita mendapatkan sempitnya perekonomian, mendapatkan kurangnya penghasilan yang didapatkan oleh suami.

Kurangnya makanan dan minuman atau bahkan beberapa beban dan berat yang lain, maka saatnya para wanita menunjukkan bahwa mereka adalah wanita Ahlul Jannah. Yaitu dengan menjalankan apa yang telah kita dengarkan dari riwayat tadi.

Penuh kasih sayang cinta kepada suaminya, mendukung dengan sepenuhnya, menghormati, menghargai. Dengan anak-anaknya demikian kasih sayangnya mendidik mentarbiyah membimbing mengarahkan. Dan dengan penuh keterbukaan dia menerima semuanya. Inilah sebagai bentuk ibadah dia kepada Allah agar dia meraih Syurga Allah subhanahu wa ta'ala.

Ketika mungkin suaminya mengatakan mohon maaf wahai Istriku, “Apa yang saya dapatkan hari ini tidak mencukupi bahkan mungkin beberapa hari …”

Dia tidak mengeluarkan kalimat sedih dia tidak mengeluarkan dengan balasan kalimat yang sedih pula tetapi dia mengingatkan untuk sama-sama kembali kepada Allah. Karena Allah, Dzat yang Maha Hidup, Dzat yang Maha Tegak, Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dzat yang Maha Pemberi tidak pernah melupakan hamba-hamba-Nya, Maha Kaya, kekayaan-Nya langit dan bumi ini dan alam semesta ini.

Maka dia membesarkan hati atau perasaan Sang Suami, “Tidak demikian wahai Suamiku. Apa yang engkau dapatkan adalah pemberian dari Allah dan itu cukup. Yang kita harapkan barakah dari Allah. Kita tidak akan disia-siakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Kalau kita berjalan dengan benar, bertawakal kepada Allah dan berikhtiar, kita telah melakukan apa yang baik kita tidak akan disia-siakan, tidak akan dikecewakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.”

Lihatlah Khadijah Isteri Rasulullah radhiyallahu ta'ala 'anhumna, ketika Rasulullah pertama diangkat sebagai Nabi dan Beliau mendapatkan ketakutan yang amat sangat. Apa yang dikatakan Khadijah menghibur suaminya? Mengingatkan suaminya dengan kebaikan-kebaikan. Tidak sama-sama takut, tidak sama-sama resah, tidak sama-sama ikut bingung tetapi mengingatkan dan tegar.

Sehingga keluarlah kalimat-kalimat emas dari mulut Khadijah, dibimbing oleh Allah. “Engkau tidak pernah melukai tetangga. Engkau tidak pernah berkhianat. Engkau selalu memuliakan manusia dan seterusnya …” Diingatkan oleh Khadijah sehingga keadaan Beliau yang takut karena saat itu diangkat sebagai seorang nabi yang berat pengangkatan tersebut. Maka Beliau meringankan suaminya, membahagiakan uaminya, menenangkan suaminya.

Seperti inilah wanita Ahlu Jannah dan Khadijah adalah wanita dari Ahlul Jannah


📮••••|Edisi| t.me/Mp3_kajian / www.alfawaaid.net

// Audio dari: t.me/s/Salafy_SorongRaya

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment