Hukum Membaca Al-Fatihah Untuk Orang Yang Masih Hidup Atau Telah Mati


🚇HUKUM MEMBACA AL-FATIHAH UNTUK ORANG YANG MASIH HIDUP ATAU TELAH MATI

❱ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan:

Apakah diperbolehkan membaca surat al-Fatihah untuk orang yang telah meninggal dan yang masih hidup -yakni dari kalangan para Nabi, syuhada, wali-wali dan seluruh kaum mu'minin serta para kerabat- setelah selesai shalat atau di waktu yang lainnya?

Jawaban:

Perbuatan seperti ini tidak ada asalnya dalam syari'at yang suci ini. Tidak disyari'atkan membaca al-Fatihah yang ditunjukan untuk seseorang, dikarenakan hal ini tidak datang riwayat dari Rasulullah [ﷺ], tidak pula dari para Shahabat. TIDAK ADA ASALNYA!!

Berkata sebagian ahlul ilmi: “Tidak dilarang mengirim pahala untuk Nabi [ﷺ] dan yang selain Beliau.”

Namun pendapat ini merupakan pendapat yang tidak ada dalil atasnya. Dan yang lebih berhati-hati, adalah meninggalkan yang demikian itu, dikarenakan ibadah sifatnya tauqifiyyah (harus ada dalil tentang pensyari'atannya).

Ini berdasarkan sabda Nabi [ﷺ]:

{ من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد }

“Barang siapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada contoh dari kami, maka amalan tersebut bertolak.” [¹]

Namun yang seharusnya adalah memperbanyak shalawat atas Nabi [ﷺ], dan berdo'a untuk kedua orang tua serta sanak kerabat. Dan do'a akan bermanfaat. Adapun membaca al-Fatihah atau yang selainnya dari ayat al-Quran yang ditunjukan untuk Nabi [ﷺ] atau untuk selain Beliau, maka ini tidak disyari'atkan menurut pendapat yang shahih dikalangan para ulama berdasarkan hadits yang tersebut di atas, yaitu sabda Beliau [ﷺ]:

{ من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد }

“Barang siapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada contoh dari kami, maka amalan tersebut bertolak.”

Wallahu waliyyut taufiq.

📚[Dalam rekaman Nurun 'alad Darb. Majmu' Fatawa wa Maqalat asy-Syaikh Ibnu Bazz, 13/279]

—(▴) Catatan: (▴)—
[¹] HR. Muslim, no. 1718, Musnad Ahmad, 6/256.

- - •• - -

🚇HUKUM MEMBACA AL-FATIHAH SETELAH SHALAT DAN MENGHADIAHKANNYA KEPADA ORANG LAIN

❱ Al-Imam Muhammad bin Abdurrahman as-Sakhawy (831-902H), salah seorang ahli fiqih dan hadits yang bermadzhab Syafi'iy, beliau ditanya tentang membaca surat al-Fatihah setelah shalat dan menghadiahkannya kepada orang-orang yang masih hidup dan yang telah meninggal, maka beliau menjawab:

{ لم يرد فيه على هذه الكيفية شيء، بل هو مما أُحدث. }

‹ Tidak ada dalilnya sama sekali pada cara semacam ini, bahkan itu termasuk perkara yang diada-adakan dalam urusan agama. ›

Url: http://bit.ly/Fw410612
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

✍🏻__ t.me/s/Ittiba_uRasulillah / Dari: binbaz•org•sa { http://bit.ly/38zh1Jm }
✍🏻__ t.me/s/ForumSalafy / Dari: http://bit.ly/37uVekL

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment