Menguji Kejujuran Dai Rodja Bahwa Ulama Al-Lajnah Ad-Da'Imah Tidak Pernah Mengatakan Ali Al-Halabi Di Atas Pemahaman Murji'Ah


๐Ÿš‡MENGUJI KEJUJURAN DAI RODJA BAHWA ULAMA AL-LAJNAH AD-DA'IMAH TIDAK PERNAH MENGATAKAN ALI AL-HALABI DI ATAS PEMAHAMAN MURJI'AH

Sebelumnya telah kita sajikan sebuah ucapan salah seorang dai rodja { https://youtu.be/0r0Y0CN3QlM } yang penuh pecaya diri mengesankan bahwa sebagian penuntut ilmu dan orang-orang yang diustadzkan telah melakukan sebuah kedustaan di mana mereka bersikap keras menyerang tokoh besar mereka yakni ali hasan al-halabi dan mengatakan ia seorang yang memiliki pemahaman murji'ah lalu menegaskan bahwa ulama al-lajnah ad-daimah sendiri tidak mengatakan demikian.

Entah dilakukan dengan kesadaran ataupun tidak, demikianlah sebuah kedustaan yang mau ditimpakan oleh badrussalam ke atas para penuntut ilmu dan asatidzah kita, Allahul musta'aan.

Badrussalam hadahullah mengatakan: " ... Maka dari itulah saya merasa heran dengan sebagian penuntut ilmu atau orang-orang yang diustadzkan .. begitu keras terhadap syaikh ali hasan, menyerang dan mengatakan murji'ah padahal para ulama lajnah aja tidak mengatakan begitu!! "

Mari kita uji kejujuran da'i rodja yang satu ini dengan nukilan berikut:

•※•※•//•※•※•

Nukilan:
Pada artikel kali ini, saya ingin membawakan penilaian sebagian ulama terhadap tulisan-tulisan mereka secara ringkas dengan harapan semoga dapat memberikan pencerahan bagi para pembaca sekalian,


▶️ [ 1 ] ※ Para ulama Al-Lajnah Ad-Da’imah mengatakan:

{ ูŠุฏุนูˆ ุฅู„ู‰ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุฅุฑุฌุงุก }

“Ia menyeru pada madzhab Murji’ah.”

{ ุจู†ู‰ ูƒุชุงูŠุจูŠู‡ ุงู„ุชุญุฐูŠุฑ ู…ู† ูุชู†ุฉ ุงู„ุชูƒููŠุฑ ูˆ ุตูŠุญุฉ ู†ุฐูŠุฑ ุนู„ู‰ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุฅุฑุฌุงุก }

“Ia membangun penulisan dua kitabnya yaitu At-Tahdzir min Fitnatit Takfiir dan Shaihatun Nadzir di atas madzhab Murji’ah.”

{ ุญุฑู ุงู„ู†ู‚ู„ ุนู† ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ }

“Menta’wil nukilan (perkataan –pen) Ibnu Katsir.”

{ ุชู‚ูˆّู„ ุนู„ู‰ ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ }

“Membuat kedustaan terhadap Ibnu Taimiyyah.”

{ ุญุฑู ู…ุฑุงุฏ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ }

“Tidak jujur dalam menjelaskan maksud (perkataan –pen) Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah.”

{ ุญู…ู„ ูƒู„ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู…ุง ู„ุง ูŠุญุชู…ู„ }

“Ia membawakan perkataaan ulama yang sama sekali tidak mendukung (keyakinannya –pen).”

{ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุชู‚ูŠ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ู†ูุณู‡ ูˆ ููŠ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุฎุงุตุฉ ุดุจุงุจู‡ู… ูˆ ุฃู† ูŠุฌุชู‡ุฏ ููŠ ุชุญุตูŠู„ ุงู„ุนู„ู… }

“Wajib baginya untuk bertakwa pada Allah dalam dirinya dan kaum muslimin, terkhusus kalangan para pemuda mereka. Hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.”

{ ุตุงุญุจ ุขุฑุงุก ูˆ ู…ุณู„ูƒ ู…ุฒุฑูŠ ููŠ ุชุญุฑูŠู ูƒู„ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… }

“Ia pemilik pemikiran dan metode yang menyimpang dalam menta’wil perkataan para ulama.”


▶️ [ 2 ] ※ Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata:

{ ุตุงุญุจ ูƒุชุงุจุงุช ุฌุฏูŠุฏุฉ ุชุจู„ุจู„ ุงู„ุฃููƒุงุฑ }

“Ia memiliki tulisan-tulisan baru yang menimbulkan kebingungan dan kerancuan pemahaman.”

{ ุงู„ูˆุงุฌุจ ุฃู†ู‡ ูŠุชุฑุงุฌุน ุนู† ุงู„ุจุงุทู„ ูˆ ูŠุชูˆุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ }

“Wajib baginya untuk rujuk dari kebatilan dan bertaubat pada Allah.”

{ ูŠูƒุชููŠ ุจู†ู‚ู„ ุทุฑู ู…ู† ูƒู„ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ูˆ ูŠุชุฑูƒ ุงู„ุทุฑู ุงู„ุขุฎุฑ }

“Ia hanya menukilkan perkataan ulama dari satu tempat, namun meninggalkan perkataan ulama tersebut dalam tempat yang lain.”

{ ูŠู„ุฎุจุท ุงู„ู†ุงุณ ุจุฃููƒุงุฑู‡ ูˆ ุจุฌู‡ู„ู‡ ูˆ ุชุฎุฑุตุงุชู‡ }

“Ia membuat kekacauan terhadap manusia dengan pemikiran, kebodohan dan kedustaannya.”

{ ู…ุง ู†ุญู† ุจุญุงุฌุฉ ู„ู…ุซู„ู‡ ูŠูƒููŠู†ุง ู‚ูˆู„ ุนู„ู…ุงุฆู†ุง ูˆ ู…ุง ุณุทุฑูˆู‡ ููŠ ุงู„ูƒุชุจ }

“Kita tidak membutuhkan orang-orang yang semisal dengannya. Cukuplah bagi kita perkataan para ulama dalam kitab-kitab yang mereka tulis.”


▶️ [ 3 ] ※ Syaikh Abdullah Al-Ghudayyan rahimahullah berkata:

{ ุงุชุฑูƒูˆู‡ ู„ุฃู† ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ูŠู‚ูˆุฏ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ู…ุฑุฌุฆุฉ ููŠ ุงู„ู…ู…ู„ูƒุฉ }

“Tinggalkan dia, karena ia lah yang mengarahkan (penyebaran-pen) madzhab Murji’ah di Kerajaan Arab Saudi.”


▶️ [ 4 ] ※ Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi hafizhahullah berkata:

{ ูŠุจุชุฑ ูƒู„ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… }

“Ia memotong perkataan ulama.”

{ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุฑุฌุน ู„ู„ุญู‚ ููŠู‚ุจู„ู‡ }

“Wajib baginya untuk kembali pada kebenaran dan menerimanya.”


Di sini saya belum menyebutkan nukilan perkataan terakhir dari Syaikh Ahmad an-Najmi, Syaikh Rabi’ dan Syaikh Ubaid rahimahumullah tatkala memberikan penilaian, karena saya tidak yakin mereka mau menerimanya. -Selesai penukilan-

๐Ÿ“šSumber: abul-harits•blogspot•com - Ditulis oleh Abul-Harits di Madinah, 17 Rajab 1434H / Dari: www•al-afak•com

•※•※•//•※•※•

Maka jelaslah bagi kita sekarang bahwa dai rodja yang satu ini tidak malu dalam berdusta sekalipun dengan memperalatkan nama ulama al-Lajnah ad-Daimah, tidak jujur terhadap para mad'unya yang berada di bawah bimbingannya dan tidak amanah dengan ilmu yang telah disampaikan oleh para ulama kita, maka apakah orang yang seperti ini masih kita memperyakan (untuk mengajari) agama kita kepadanya? Nas-alullah as-Salaamah wal 'aafiyah

Ingatlah seorang tabi’in bernama Muhammad bin Sirin mengatakan:

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

๐Ÿ“š[HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya]

Al-Imam Malik rahimahullah mengatakan:

(ู„َุง ูŠُุคْุฎَุฐُ ุงู„ْุนِู„ْู…ُ ุนَู†ْ ุฃَุฑْุจَุนَุฉٍ، ุณَูِูŠْู‡ٍ ู…ُุนْู„ِู†ِ ุงู„ุณَّูَู‡ِ) ูˆَุตَุงุญِุจِ ู‡َูˆًู‰ ูŠَุฏْุนُูˆْ ุงู„ู†َّุงุณَ ุฅِู„َูŠْู‡ِ، ูˆَุฑَุฌُู„ٍ ู…َุนْุฑُูˆْูٍ ุจِุงู„ْูƒَุฐِุจِ ูِูŠْ ุฃَุญَุงุฏِูŠْุซِ ุงู„ู†َّุงุณِ ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู„َุง ูŠَูƒْุฐِุจُ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ูˆَุฑَุฌُู„ٍ ู„َู‡ُ ูَุถْู„ٌ ูˆَุตَู„َุงุญٌ ู„َุง ูŠَุนْุฑِูُ ู…َุง ูŠُุญَุฏِّุซُ ุจِู‡ِ.

“Ilmu tidak boleh diambil dari 4 orang; orang yang dungu yang terang-terangan menampakkan kedunguannya, pengekor hawa nafsu yang menyerukan kesesatannya, seseorang yang dikenal berdusta pada perkataan manusia walaupun dia tidak berdusta atas nama Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, dan seseorang yang memiliki keutamaan dan keshalihan namun dia tidak mengetahui dengan benar apa yang dia sampaikan.”

๐Ÿ“š[Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Ibnu Abdil Barr, terbitan Daar Ibnul Jauzy, hal. 821 riwayat no. 1542. Yang dinukil oleh Asy-Syaikh hanya yang kami beri tanda kurung –pent]

Url: http://bit.ly/Fw410502
๐Ÿ“ฎ••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment