Membantah Kesalahan Sebagaimana Tersebarnya Kesalahan


🚇MEMBANTAH KESALAHAN SEBAGAIMANA TERSEBARNYA KESALAHAN

{ Bantahan Terhadap Syubhat Bahwa Menasehati Ulama/Da’i Yang Keliru Harus Selalu Secara Rahasia (atau harus menemuinya secara langsung, -red.) }

Kita berjalan mengikuti kaidah-kaidah para ulama dalam membantah kesalahan. Guru kami al-Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali rahimahullah mengatakan ketika saya waktu itu duduk di samping beliau sewaktu menjawab pertanyaan berikut:

‹ Fadhilatus Syaikh, apakah menasehati orang yang keliru dari kalangan para ulama harus secara rahasia, atau boleh langsung membantahnya? ›

[ Maka jawaban beliau -dan saya masih mengingatnya dengan baik- sebagai berikut ]

(•) Membantah kesalahan sesuai dengan sejauh mana tersebarnya kesalahan tersebut.

— Jadi jika kesalahan tersebut muncul dari majelis tertentu, maka bantahannya sebatas majelis tersebut.

— Dan jika kesalahan tersebut telah tersebar dalam sebuah buku atau surat kabar dan tersebar luas diantara manusia, maka wajib membantah dengan cara yang sama.

(•) Dan dalam keadaan ini tidak harus menasehati orang yang salah dengan cara rahasia,

karena kesalahan tersebut menyebar kepada orang lain dan tidak terbatas hanya kepada dirinya saja, sehingga bantahannya juga harus sampai kepada pihak yang lain, dan ini juga termasuk nasehat.”

❱ Ditulis oleh: Abdul Aziz Sair al-Mubaraki / Senin, 12/04/1441H

Url: http://bit.ly/Fw410402
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @JujurlahSelamanya / Dari: https://t.me/Mnbarna/8313

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a comment