Realisasikanlah Tauhid Dengan Cara Yang Benar


🚇REALISASIKANLAH TAUHID DENGAN CARA YANG BENAR

❱ Al-'Allamah asy-Syaikh 'Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah,

{ فإن تحقيق التوحيد تهذيبه وتصفيته من الشرك الأكبر والأصغر، ومن البدع القولية الاعتقادية، والبدع الفعلية العملية، ومن المعاصي، وذلك بكمال الإخلاص لله في الأقوال والأفعال والإرادات، وبالسلامة من الشرك الأكبر المناقض لأصل التوحيد، ومن الشرك الأصغر المنافي لكماله، وبالسلامة من البدع والمعاصي التي تكدر التوحيد، وتمنع كماله وتعوقه عن حصول آثاره. فمن حقق توحيده بأن امتلأ قلبه من الإيمان والتوحيد والإخلاص، وصدقته الأعمال بأن انقادت لأوامر الله طائعة منيبة مخبتة إلى الله ولم يجرح ذلك بالإصرار على شيء من المعاصي، فهذا الذي يدخل الجنة بغير حساب، ويكون من السابقين إلى دخولها وإلى تبوء المنازل منها. }

“Sesungguhnya perealisasian Tauhid adalah:

(※) Menjernihkan dan menurnikannya dari:

✘— syirik akbar (besar),
✘— syirik ashghar (kecil),
✘— bid'ah keyakinan,
✘— bid'ah perbuatan amaliah,
✘— dan kemaksiatan.

(※) yaitu dengan cara:

√— Menyempurnakan ikhlash (pemurnian Ibadah) karena Allah, dalam ucapan, perbuatan, dan kehendak (niat),
√— Menyelamatkannya dari Syirik Akbar yang menggugurkan pangkal Tauhid, dan dari Syirik Ashghar yang mengugurkan kesempurnaan Tauhid.
√— Menyelamatkan dari berbagai bid'ah dan kemaksiatan yang mengotori Tauhid, membuatnya tidak sempurna, dan menghambat pengaruhnya.

Maka barangsiapa merealisasikan Tauhid,

√— yaitu hatinya dipenuhi oleh iman, tauhid, dan ikhlash,
√— lalu dibenarkan oleh amal-amalnya, yaitu tunduk terhadap perintah-perintah Allah, taat, senantiasa kembali, dan khusyu' kepada Allah,
√— serta tidak menodai itu semua dengan terus melakukan kemaksiatan sedikit apa pun,

= inilah orang yang akan masuk al-Jannah (Surga) tanpa hisab, juga dia termasuk orang-orang yang paling dulu memasukinya dan memperolah kedudukan padanya.”

📚[Al-Qaul as-Sadid, 1/28]

Url: http://bit.ly/Fw410214 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @ManhajulAnbiya

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment