Pengertian Nifaq (Kemunafikan), Jenis-Jenis & Perbedaannya


🚇PENGERTIAN NIFAQ (KEMUNAFIKAN), JENIS-JENIS & PERBEDAANNYA

Kemunafikan adalah;
menyembunyikan kebatilan
• dan menampakkan kebaikan.

Kemunafikan adalah penyakit hati yang berbahaya.
— Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya. Dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [Al-Baqarah: 10]

▶️ Jenis nifaq (kemunafikan);

Ada dua jenis;
yakni nifaq akbar (kemunafikan besar)
dan nifaq asghar (kemunafikan kecil)

Kemunafikan akbar
• yang disebut juga kemunafikan i’tiqadi (keyakinan) adalah menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Kemunafikan ini mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Kemunafikan asghar
• yang disebut pula kemunafikan amali (amalan) adalah menampakkan lahiriah yang baik dan menyembunyikan kebalikannya.

Pokok kemunafikan asghar kembali kepada lima perkara:
Sering berdusta ketika berbicara,
sering tidak menepati janji,
jika berselisih melampaui batas,
jika melakukan perjanjian melanggarnya,
dan sering khianat jika diberi amanah.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Kesimpulannya, kemunafikan asghar semuanya kembali kepada berbedanya seseorang ketika sedang sendiri dan ketika terlihat (bersama) orang lain, sebagaimana dikatakan oleh Hasan al-Bashri rahimahullah.” [Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 747]

▶️ Perbedaan kemunafikan kecil dan kemunafikan besar;

Di antara perbedaan antara keduanya adalah:
[1] ※ Kemunafikan akbar pelakunya keluar dari Islam,
adapun kemunafikan asghar tidak mengeluarkan dari Islam.
[2] ※ Kemunafikan akbar tidak mungkin bersatu dengan keimanan,
adapun kemunafikan asghar mungkin ada pada seorang yang beriman.
[3] ※ Kemunafikan akbar pelakunya kekal di neraka,
sedangkan kemunafikan asghar pelakunya tidak kekal di neraka.
••• [Lihat Kitabut Tauhid, Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan]

▶️ Bahaya Kemunafikan Asghar;

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Kemunafikan asghar adalah jalan menuju kemunafikan akbar, sebagaimana maksiat adalah lorong menuju kekufuran. Sebagaimana orang yang terus-menerus di atas maksiat dikhawatirkan dicabut keimanannya ketika menjelang mati, demikian juga orang yang terus-menerus di atas kemunafikan asghar dikhawatirkan dicabut darinya keimanan dan menjadi munafik tulen.” [Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam]

▶️ Orang beriman senantiasa khawatir terjatuh ke dalam kemunafikan;

Ibnu Mulaikah rahimahullah berkata: “Aku mendapati tiga puluh orang sahabat Rasulullah [ﷺ], semuanya mengkhawatirkan kemunafikan atas dirinya.”

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu sampai bertanya kepada Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, apakah dirinya termasuk yang disebut oleh Rasulullah [ﷺ] sebagai orang munafik.

Sebagian ulama menyatakan: “Tidak ada yang takut dari kemunafikan kecuali mukmin, dan tidak ada yang merasa aman darinya kecuali munafik.” [Dibawakan oleh Al-Bukhari rahimahullah dari Al-Hasan al-Bashri rahimahullah]

Al-Imam Ahmad rahimahullah ditanya, “Apa pendapatmu tentang orang yang mengkhawatirkan atas dirinya kemunafikan?” Beliau menjawab, “Siapa yang merasa dirinya aman dari kemunafikan?” [Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam]

Url: http://bit.ly/Fw401102
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: AsySyariah•Com { http://bit.ly/2JR0YgF } - Ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak hafizhahulah


Baca artikel terkait:
Jauhilah Sifat-Sifat Munafik
Kemunafikan Amali (Nifaq Asghar)
Berhati-Hatilah Dari Berbagai Bentuk Kemunafikan & Kebid'ahan

Abul Abbas Muhammad Shukri

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment