Jauhilah Sifat-Sifat Munafik


🚇JAUHILAH SIFAT-SIFAT MUNAFIK

Di awal surat Al-Baqarah, Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan tiga golongan manusia:

1. Kaum mukminin
2. Orang-orang kafir
3. Orang-orang munafik

Allah subhanahu wa ta'ala membeberkan kepada kaum mukminin di dalam ayat-ayat tersebut tentang kebusukan hati orang-orang munafik dan permusuhan mereka kepada kaum mukminin.

▶️ Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang berbuat kerusakan namun mengklaim sebagai orang yang melakukan perbaikan;

“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kalian melakukan kerusakan di muka bumi.’ Maka mereka berkata, ‘Kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’ Ketahuilah, mereka adalah umat yang melakukan kerusakan namun mereka tidak mengetahuinya.” [Al-Baqarah: 11-12]

▶️ Mereka adalah orang-orang dungu;

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: “Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.’ Mereka menjawab, ‘Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?’ Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh (dungu), tetapi mereka tidak tahu.” [Al-Baqarah: 13]

▶️ Allah subhanahu wa ta'ala akan memperolok mereka;

“Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.” [Al-Baqarah: 15]

▶️ Diantara bentuk balasan dari Allah subhanahu wa ta'ala adalah ketika di hari kiamat nanti, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman;

(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada meraka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.” Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu, di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kalian?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.” [Al-Hadid: 12-14]

▶️ Di dalam ayat-ayat lainnya, Allah subhanahu wa ta'ala mengancam orang-orang munafikin dengan ancaman yang keras;

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: “Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya maka bagi dia neraka jahanam. Dia kekal di dalamnya dan itu adalah kehinaan yang besar.” [At-Taubah: 63]

Di dalam ayat yang lain: “Allah mengancam orang-orang munafik yang laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya.” [At-Taubah: 68]

▶️ Kelak mereka akan ada di kerak neraka yang terbawah;

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” [An-Nisa: 145]

Banyak lagi nash dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menunjukkan keburukan orang-orang munafik dan ancaman bagi mereka. Sehingga seyogianya bagi seorang muslim untuk berhati-hati dari mereka dan juga menjauhi sifat-sifat mereka.

Url: http://bit.ly/Fw401101
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: AsySyariah•Com { http://bit.ly/2JR0YgF } - Ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak hafizhahulah


Baca artikel terkait:
Pengertian Nifaq (Kemunafikan), Jenis-Jenis & Perbedaannya
Kemunafikan Amali (Nifaq Asghar)
Berhati-Hatilah Dari Berbagai Bentuk Kemunafikan & Kebid'ahan

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment