Antara Tasawwul & Ta'awwun: Hukum Meminta-Minta Yang Tercela Dan Yang Dibolehkan


🚇ANTARA TASAWWUL & TA'AWWUN: HUKUM MEMINTA-MINTA YANG TERCELA DAN YANG DIBOLEHKAN

❱ Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Minta penjelasan tentang masalah tasawwul, meminta-minta dana dalam urusan agama?

[ Jawaban ]

Tasawwul, meminta-minta harta, meminta-minta uang yang dilarang dhabitnya kata ulama adalah meminta-minta kepada orang lain hajat pribadi untuk memperkaya diri. Itu yang haram!! Semua dalil-dalil yang menjelaskan tentang tercelanya meminta-minta, ini maknanya. Meminta kepada orang lain hajat peribadi, masuk kantong peribadi atau rekening peribadi untuk memperkaya diri.

Fahimtum..??

Berarti, kalau dia kondisinya betul-betul, sangat-sangat membutuhkan, maka diperbolehkan untuk meminta-minta.

Dalam hadits ada 3 keadaan, diantaranya:
— i. seseorang yang betul-betul miskin/fakir, tak punya apa-apa, dipersaksikan oleh orang disekitarnya dia memang miskin > boleh meminta-minta sampai kebutuhan dia terpenuhi, (kemudian) berhenti setelah itu.
— ii. orang yang terkena musibah, artinya orang yang mampu kena musibah, habis semua harta bendanya > dia boleh meminta-minta sampai keadaan dia normal (kemudian) berhenti.
— iii. orang yang ingin mendamaikan dua belah pihak yang bertikai > dia meminta untuk urusan perdamaian tadi.
(diidzinkan pada tiga perkara ini tadi.)

Dan yang ke-empat, disebutkan dalam riwayat yang lainnya;
— iv. meminta kepada penguasa, itu (meminta) kepada baitul mal > diperbolehkan.

Selain ini, tidak boleh. Baarakallahu fiikum. Difahami ya..!!

Kemudian, menunjukkan pula kalau meminta kepada orang lain, menghukumi orang lain terkait masalah pendanaan, bukan untuk perkara peribadi, tapi untuk perkara ummat, untuk dakwah dan segala macamnya, itu bukan namanya tasawwul. Itu namanya ta'awwun 'alal birri wa at-taqwa. Mengajak orang ta'awun, disebarkan sms, telefon, ... (info ta'awun 'alal birri wa at-taqwa), dijelaskan ayat, hadits, keutamaan shadaqah, diajurkan ta'awwun, ini semua diperbolehkan, tapi ketika diperlukan saja.

Bukan kemudian rutinitas, (ketika) tidak ada perlunya, tidak ada masalah, maka jangan meminta-minta lagi. Ketika sangat-sangat diperlukan, harus ta'awwun, maka digalakkan ta'awwun kembali untuk kepentingan bersama.

Fahimtum..?? Na'am.

Itu yang membedakan antara tasawwul dengan ta'awwun.

Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab.

📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

Url: http://bit.ly/Fw401108
// Sumber: Tg @ForumBerbagiFaidah — Kajian Ilmiyah Masjid Agung Nur Sulaiman, Banyumas | Ahad, 24 Shafar 1437H ~ 06 Desember 2015M


⤵️ Unduh audio: http://bit.ly/2XOBN6q

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment