Menjaga Anak-Anak Dari Hal-Hal Terlarang Dan Cara Mengunjungi Kerabat Keluarga Yang Di Rumahnya Terdapat Televisi Dan Semisalnya


🚇MENJAGA ANAK-ANAK DARI HAL-HAL TERLARANG DAN CARA MENGUNJUNGI KERABAT KELUARGA YANG DI RUMAHNYA TERDAPAT TELEVISI DAN SEMISALNYA

❱ Oleh: Asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah al-Jabiriy hafizhahullah

[ Pertanyaan dari Kerajaan Arab Saudi, penanya berkata ]

Semoga Allah menganugerahkan taufik kepada Anda untuk menyebarkan sunnah dan memberantas bid'ah. Dan semoga Allah menguatkan Anda dengan kesehatan dan perlindungan.

Syaikh yang mulia, dahulu ibundaku tidak berbicara kepadaku (memboikot, pent.) sejak kurang lebih delapan tahun. Sungguh aku telah berusaha keras dalam do’a lalu Allah memberi taufik dengan ia (ibunda) ridha(mengakhiri boikotnya). Walhamdulillah. Aku memilik beberapa anak yang masih kecil yang aku bersemangat untuk menumbuhkan mereka jauh dari perkara-perkara yang dilarang syariat semisal (menonton) televisi, (mendengar) nasyid, dan yang semisalnya. Walhamdulillah rumahku kosong dari segala perkara ini.

Ibundaku meminta untuk aku membawa anak-anakku secara kontinyu agar ia bisa melihat mereka dan menginap di rumahnya. Sementara tempat tinggal keluarga terdapat televisi dan hal-hal yang menyelisihi syariat. Kondisi lingkungan ini akan mempengaruhi tarbiyah kepada anak-anakku. Dan aku telah memperhatikan hal tersebut. Dan ketika aku menolak agar anak-anak menginap, Ibundaku marah dan juga saudara-saudaraku sampai-sampai ia hampir memutus hubungan denganku seperti dahulu. Dia berkata kepadaku dengan satu kata(tegas), “Aku menginginkan mereka, kamu bawa mereka sekarang tidak ada udzur.”

Apabila aku meminta udzur dia marah dan memperdengarkan ucapan yang menyakitiku dan menggertak untuk memutus hubungan serta mendoakan kejelekan atasku agar tidak mendapat taufik (dari Allah). Saya sedang kebingungan wahai Syaikh terkait permasalahanku ini... Demi Allah sungguh aku menangisi anak-anakku karena takut berubahnya tarbiyah mereka dan akan terpengaruhnya mereka dengan lingkungan di keluargaku. Aku menangis karena mereka(keluargaku) mengetahui bahwa aku seorang yang taat beragama dan aku menyelisihi mereka dalam manhaj. Dan hal ini tidak mencegah dan merendahkanku karena keinginanku untuk membesarkan anak-anakku jauh dari apa yang Allah murkai.

Mohon berikan jawaban wahai Syaikh.… Sesungguhnya hal ini menyibukkanku sampai membuat aku jatuh sakit?

[ Jawaban ]

Semoga Allah memperbaiki keadaanmu. Kamu telah memperpanjang, memperluas, dan meluaskan kalam. Dan mungkin bagimu untuk meringkasnya. Bersamaan dengannya aku tidak meninggalkan dari memberi jawaban kepadamu, in sya Allah.

[ 1 ] ※ Dan aku katakan awal pertama sekali;

Agar hendaknya kamu mengetahui dan orang-orang yang menyimak ucapanku saat ini serta yang sampai kepadanya (ucapanku ini) setelahnya -dari program situs Miraatsul Anbiyaa' As-Salafy yang sejahtera- bahwasanya aku tidak bersendirian dalam menyebarkan sunnah dan membantah bid'ah dan perkara-perkara muhdats. Bahkan Kerajaan Arab Saudi penuh dengan ulama yang mulia lagi cerdik pandai terbimbing dan kokoh dalam ilmu yang aku tidak mencapai sepersepuluh dari apa yang mereka miliki.

Aku katakan ini sehingga tidak ada yang berprasangka bahwa aku bersendirian (dalam hal dakwah ini). Ya, aku mengambil bagian (dalam dakwah) -walillahil hamdu- bersama para masyaikh, ulama, saudara, dan anak-anak kami dari kalangan ulama dan penuntut ilmu dengan semampuku dari menyebarkan sunnah dan membantah kebid'ahan.

[ 2 ] ※ Kedua:

Apabila permasalahannya sebagaimana yang kamu sebutkan maka aku menasihatkan kepadamu hal-hal berikut:

(❶) Ulangilah untuk menasihati dan membimbing ibundamu dan kerabat keluargamu dengan metode yang baik serta ucapan yang lemah-lembut sampai mereka menerima apa yang kamu perintahkan kepada mereka dari hal yang ma'ruf dan melarang mereka dari berbagai kemungkaran.

Dan jauhkanlah darimu sikap keras dan kaku. Maka sikap ini tidak akan menambah kecuali larinya mereka darimu. Lalu jika mereka menerima (seruanmu) maka berbahagialah. Kamu telah memperoleh pahalamu dan pahala mereka tanpa mengurangi pahalamu sedikit pun.

Nabi [ﷺ] bersabda kepada Ali bin Abi Tholib -radhiallahu 'anhu- ketika diserahkan kepadanya panji di Perang Khaibar, beliau bersabda: “Berangkatlah dengan perlahan lalu serukan kepada mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka apa yang Allah wajibkan atas mereka di dalam Islam. Maka sungguh demi Allah apabila Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan perantaramu maka itu lebih baik bagimu dari unta-unta merah.”

Unta merah di saat itu adalah unta (kendaraan) paling megah di saat itu.

(❷) Kedua: Jika mereka enggan (menerima seruanmu) maka berbaktilah kepada ibundamu dengan sesuatu yang tidak memudharatkan anak-anakmu.

Nabi [ﷺ] bersabda: “Tidak lain ketaatan (pada makhluk) dalam perkara yang ma'ruf.”

Ya, andai kamu terus mengunjungi mereka dengan membawa anak-anakmu setiap hari, yaitu kunjungan mutlak yang berlebih yang memakan waktu berjam-jam bahkan bisa jadi beberapa hari dan malam, hal ini diluar kemampuanmu.

Nabi [ﷺ] bersabda: “Tidak lain ketaatan (pada makhluk) dalam perkara yang ma'ruf.”

Yaitu dalam hal yang mampu melakukannya dan tidak memudharatkan.

(❸) Dan di sini ada permasalahan dan itu poin ketiga: Nyata bagiku dari pertanyaanmu bahwa ibundamu tidak menjaga dan mencegah anak-anakmu -sebagaimana yang kamu sebutkan- dari menyaksikan hal-hal mungkar (televisi dll) sehingga kamu menyatakan bahwa mereka terpengaruh dan membuatmu terganggu.

Maka di sini tidak ada ketaatan padanya (ibundamu). Dan janganlah kamu ambil peduli dengan do’a jeleknya atasmu apabila demikian itu perkaranya. Nabi [ﷺ] telah memperingatkan dari do’a orang tua atas anaknya namun itu terikat dengan ia (orang tua) mendapat kezaliman darinya (anak) itu sendiri atau ia (anak) tidak mau melaksanakan apa yang Allah wajibkan atasnya bersamaan ia mampu menunaikannya.

Maka kamu bawalah mereka menemuinya dengan kamu juga hadir. Lalu jikalau ia enggan maka urusanmu milik Allah. Awasi urusan anak-anakmu dan tumbuhkan mereka dengan pertumbuhan yang baik. Dan sambunglah komunikasi dengan ibundamu walaupun via telepon.

Dan aku khawatir ibundamu sebagaimana yang engkau sebutkan termasuk wanita yang minta dituruti dan menguasai serta mempengaruhi. Mungkin antara dirinya dengan istrimu ada sesuatu. Banyak dari wanita baik ia seorang ibu atau istri atau saudara perempuan yang membalas dendam kepada laki-laki --apabila ada antara ia (wanita) dengan seseorang yang ia (wanita) memiliki kedudukan atasnya (laki-laki)-- dan membebaninya dengan sesuatu yang ia (laki-laki) tidak mampu. Sehingga ibundamu apabila perkaranya sebagaimana yang kamu sebutkan maka ia marah tanpa hak. Semoga Allah menganugerahkan petunjuk kepadanya untuk benar dalam ucapan dan amalan. Dan semoga Allah menyatukanmu dengan ibundamu serta keluargamu di atas rasa cinta dan keridhaan-Nya. Aamiin.

السؤال:

من المملكة العربية السعودية يقول السائل:

وفقكم الله لنشر السنة وقمع البدعة وأمدكم بالصحة والعافية فضيلة الشيخ لقد كانت والدتي لا تُحدثني منذ ما يقارب ثماني سنوات ولقد اجتهدت في الدعاء فوفق الله رضاها والحمد لله ، لدي أطفال صغار أحرص على تنشئتهم بعيدا عن المحاذير الشرعية مثل التلفاز والأناشيد وغيرها والحمد لله منزلي يخلوا من هذه الأمور تُطالبني والدتي بإحضارهم بشكل دائم لرؤيتهم والبيات عندها ، ومنزل العائلة به تلفاز وأمور مخالفة للشرع وهذه البيئة تغير من تربية أولادي وقد لاحظت ذلك وعندما رفضت بيات الأطفال غضبت الوالدة وغضبوا إخواني حتى كادت تقاطعني مثل ما قاطعتني سابقاً تقول لي بالحرف الواحد عندما أريدهم تحضرهم الآن بدون عذر ، وإذا تعذرت غضبت وأسمعتني كلاماً يجرحني وتهددني بالقطيعة وتدعوا على بعدم التوفيق ، أنا في حيرة ياشيخ من أمري والله إنني أبكي على أطفالي خوفاً من تغيير تربيتهم وتأثرهم ببيئة عائلتي ، أبكي لأنهم يعلمون أنني متدين وأخالفهم في المنهج ورغم هذا لا يعيرونني اهتماما لرغبتي في تنشئة أطفالي بعيدا عن مايغضب الله أجبني ياشيخ فإن هذا الأمر يُشغل بالي حتى أمرضني؟
الجواب:

أصلحك الله أطنبت وأسهبت وبسطت الكلام وكان يمكنك اختصاره ومع هذا فلا أهمل جوابك إن شاء الله وأقول بادئ ذي بدء لتعلم أنت ومن يستمع حديثي الآن ومن يبلغه بعد من خلال عمل موقع موقع ميراث الأنبياء السلفي العامر أني لست فريدا في نشر السنة ورد البدع والمحدثات بل المملكة العربية السعودية مليئة بالعلماء الفضلاء الفطناء أهل الكياسة والرشد والرسوخ في العلم مالم أبلغ معشارا ما عندهم قلت هذا حتى لا يظن ظان أني مُتفرد نعم أنا ولله الحمد أسهم مع مشايخنا وعلمائنا وإخواننا وأبنائنا من أهل العلم وطلاب العلم بما أستطيعه من نشر السنة ورد البدع.

وثانيا:- إذا كان الأمر كما ذكرت فأنا أنصحك بما يأتي:

أولا:- تعاهد والدتك وعائلتك بالنصح والإرشاد بحسن الأسلوب ولين الخطاب حتى يستجيبوا لما تأمرهم به من معروف وتنهاهم عنه من المنكرات وأبعد عنك الشدة والغلظة فهذه لا تزيدهم منك إلانفورا فإن قبلوا فأبشر فقد نلت أجرك وأجرهم من غير أن ينقص من أجرك شيئا.

قال - صلى الله عليه وسلم - لعلي بن أبي طالب - رضي الله عنه - لما سلمه الراية يوم خيبر قال ( امضِ على رسلك ) فادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم لله في فوالله لأن يهدي بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم , حمر النعم هي أنفس الإبل في ذلك الوقت.

وثانيا:- إذا أبوا فبر أمك بما لا يضر أولادك , قال - صلى الله عليه وسلم – ((إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ )) نعم إذا أصرت على أن تزورهم أبناءك يومياً يعني الزيارة المطلقه المفرطه التي تستقطب الساعات بل قد تكون ليالي وأيام هذا ليس في مقدورك قال - صلى الله عليه وسلم –((إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ )) يعني فيما هو مقدور عليه ولا يضر.

وهنا أمر وهو ثالثاً: يظهر لي من سؤالك أن أمك لا تسيطر ولا تفصل أبناءك كما ذكرت عن مشاهدة المنكرات حتى ذكرت أنهم تأثروا وتأذيت, فهنا لا طاعة لها, ولا تكترث بدعائها عليك, إذا كان الأمر كذلك , النبي - صلى الله عليه وسلم- حذر من دعوة الوالد على ولده لكنه مُقيد بأن يكون نال منه ظلم, بأذيته في نفسه أو منعه ما أوجبه الله عليه مع قدرة الوفاء به, فأحضرهم إليها بحضرتك , فإذا أبت فأمرك لله, اعتنِ بأولادك, ونشئهم النشأة الطيبة, وكن على اتصال بوالدتك ولو بالهاتف, وأخشى أن تكون أمك كما ذكرت, من ذوات الاستئثار من النساء وفرض السلطة والسيطرة, ولعلها كان بينها وبين زوجك شيء, فكثير من النساء سواءً كانت أماً أو زوجاً أو أختاً تنتقم من الرجل إذا كان بينها وبين من هي بمكانٍ منه تنتقم منه وتكلفه بما لا يطيق, فأمك إن كان الأمر كما ذكرت, فهي غضبى بغير حق, هداها الله إلى صواب القول والعمل, وجمع الله بينك وبين والدتك وعائلتك على محابه ومراضيه. آمين.

Url: http://bit.ly/Fw401003 { Judul dari penterjemah }
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @TarbiyatulAulad -Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Yahya 'Abdulloh al-Maidaniy hafizhahullah / Dari: Miraath•Net { http://bit.ly/2ZCZWcF }

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment