Benarkah Al-Lajnah Ad-Da'imah Menarik Fatwanya Terhadap ‘Ali Hasan Al-Halabi?


🚇BENARKAH AL-LAJNAH AD-DA'IMAH MENARIK FATWANYA TERHADAP ‘ALI HASAN AL-HALABI?

Halabiyyun pun tidak putus asa dalam upayanya menipu umat dan mempermainkan akal mereka, kali ini dengan menyebarkan berita dusta bahwa para ‘ulama yang berada dalam lembaga al-Lajnah ad-Da-imah telah rujuk atau menarik fatwa bantahan terhadap ‘Ali al-Halabi dan kesesatannya. Ketika berita dusta ini didengar oleh asy-Syaikh Shalih al-Fauzan, maka beliau berkata,

{ هذا كذب كله، اللجنة ما تراجعت, ولا تَراجُع إن شاء الله عن الحق وبيان الباطل، ولا زار اللجنة أحد، ولو زارها.. ثم ماذا إذا زارها؟! اللجنة ما تتراجع عن الحق أبداً, ومن الواجب أنه هو اللي يتراجع عن الباطل ويتوب إلى الله عز وجل. }

“Ini adalah dusta semuanya!! al-Lajnah tidak rujuk, dan tidak ada rujuk –insyaAllah– dari al-Haq (kebenaran) dan penjelasan terhadap kebatilan. Tidak ada seorang pun yang berkunjung (ke Lajnah), kalau seandainya ada seorang yang berkunjung (ke Lajnah) lalu kenapa?? al-Lajnah tidak akan pernah rujuk dari al-Haq selama-lamanya. Justru yang wajib adalah dia (‘Ali al-Halabi) yang semestinya rujuk dari kebatilan dan bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” [¹]

Itulah jawaban asy-Syaikh Shalih al-Fauzan tentang kedustaan al-Halabiyyun dan penyimpangan aqidah pada ‘Ali al-Halabi. Sampai saat ini belum Rujuk atas penyimpangan aqidahnya yang di lakukan guru besar Rodjaiyun 'Ali Hasan Al Halabi tetapi malah di bela mati-matian oleh rodjaiyun sampai berbuat dustapun di lakukan.

Alhamdulillah para ulama masih hidup dan mereka tetap menjelaskan kebenaran dan syubhat-syubhat para penyimpang manhaj Ahlussunnah wal jama'ah. sehingga kebenaran nampak terang.

Walaupun mereka (rodjaiyun) berkata di website-website mereka dengan kata-kata manis dan dalil yang panjang... tetapi jelas hanya persangkaan mereka untuk menipu ummat. Cukup penjelasan singkat oleh Asy-Syaikh Shalih Fauzan merontokan Syubhat-Syubhat Rodjaiyun, dan tipu daya Rodjaiyun.

Kemudian ketika beredar isu atau syubhat bahwa khilaf (perselisihan) yang terjadi antara ‘Ali al-Halabi dengan al-Lajnah ad-Da’imah – yang termasuk di dalamnya adalah asy-Syaikh Shalih al-Fauzan – adalah khilaf shuri (semu) yang pada hakekatnya bukanlah perselisihan, maka asy-Syaikh Shalih al-Fauzan ditanya tentang kebenaran isu tersebut, dan beliau menjawab,

{ ما احن بحاجة للإنسان جديد يأتي ويلخبط الناس بأفكاره وجهله وتخرصاته ما احن بحاجة لإمثال هؤلاء ، يكفينا قول علمآئنا وما دونووه في الكتب الصحيحة من كتب الفقه وكتب العقيدة ؛ يكفيننا هذا ونمشي عليه ونترك هذه الكتابات الجديدة والتعالم الجديد الذى شغل الشباب وشغل الناس. }

“Kita sama sekali tidak butuh kepada seseorang yang baru datang dan menimbulkan kebingungan kepada manusia, dengan pemikiran-pemikiran (menyimpang)nya dan dengan kebodohannya, serta kebohongan-kebohongan yang dia buat-buat, kita sama sekali tidak butuh kepada orang-orang semisal mereka. Cukup bagi kita pernyataan para ‘Ulama kita dan berbagai pernyataan yang mereka torehkan dalam berbagai karya yang shahih dalam kitab-kitab fiqh dan kitab-kitab aqidah. Cukup bagi kita hal ini, dan kita berjalan di atasnya. Kita tinggalkan berbagai karya baru, dan kita tinggalkan sikap sok berilmu yang baru muncul ini, yang telah menyibukkan para pemuda dan manusia.” [²]

Pernyataan asy-Syaikh Shalih al-Fauzan di atas, memberikan kepada kita beberapa faidah:

i) ‘Ali al-Halabi adalah orang baru yang membikin bingung umat dengan berbagai kebohongan yang dibuatnya.

ii) ‘Ali al-Halabi adalah seseorang yang memiliki sifat at-Ta’alum (sok berilmu) yang telah menyibukkan para pemuda dan umat.

Kalau kita perhatikan beberapa sifat negatif ‘Ali al-Halabi di atas yang dapat membahayakan keselamatan aqidah dan manhaj umat, maka hal yang sama persis juga ada pada saudara Firanda, sebagaimana telah Nampak dalam beberapa tulisan dan sikap-sikapnya.

Url: http://bit.ly/Fw401008
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Salafy•Or•Id { http://bit.ly/2KKmxRf } - Faidah dari al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah

—(▴) Catatan: (▴)—
Dari: Sahab•Net
[¹] { http://bit.ly/2KNgwDj }
[²] { http://bit.ly/2KLTvRh }

Abul Abbas Muhammad Shukri

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment