Ahlus Sunnah Bergembira Dengan Matinya Tokoh Ahli Bid'Ah


🚇AHLUS SUNNAH BERGEMBIRA DENGAN MATINYA TOKOH AHLI BID'AH

(i) ❱ Al-Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan:

{ لحسن بن صافي بن بزدن التركي، كان من أكابر أمراء بغداد المتحكمين في الدولة، ولكنه كان رافضيّاً خبيثاً متعصباً للروافض، وكانوا في خفارته وجاهه، حتى أراح الله المسلمين منه في هذه السنَة في ذي الحجة منها، ودفن بداره، ثم نقل إلى مقابر قريش، فلله لحمد والمنَّة وحين مات فرح أهل السنة بموته فرحاً شديداً، وأظهروا الشكر لله، فلا تجد أحداً منهم إلا يحمد الله. }

“Al-Hasan bin Shafi bin Bazdan at-Turki, salah seorang tokoh besar pemerintahan Baghdad yang berkuasa di negara. Namun dia adalah seorang rafidhah busuk, sangat fanatik kepada kaum rafidhah. Mereka (kaum rafidhah) benar-benar di bawah perlindungan dan ketenarannya. Hingga akhirnya Allah bebaskan kaum Muslimin dari kejelekan orang ini (yakni Allah binasakan si Hasan bin Shafi, pen) pada bulan Dzulhijjah tahun tersebut (568H). Dia pun dikubur di rumahnya, kemudian dipindahkan ke pekuburan Quraisy.

Hanya milik Allah sajalah segala pujian dan pemberian. Ketika dia (Hasan bim Shafi) mati, Ahlus Sunnah sangat bergembira dengan kematiannya. Menampakkan syukur kepada Allah. Sehingga tidaklah kamu dapati seorang pun dari mereka keculi mengucapkan tahmid kepada Allah.”

📚[Al-Bidayah an-Nihayah, 12/338]

🚇BOLEHKAH KITA BERTAHMID DENGAN KEMATIAN TOKOH AHLI BID'AH

(ii) ❱ Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari hafizhahullah

Bismillah, mohon faedah nya

Ustadz: Apakah ada tuntunan dalam sunnah menyikapi berita kematian seorang ahlulbid’ah, seperti kalimat “Alhamdulillah, telah berkurang seorang penentang sunnah.” Apakah boleh mengucapkan seperti itu? Dan apakah boleh kita menjawab berita itu juga dengan tahmid? (Terkait meninggalnya Mundzir al-Munsawa, amir majelis rasulillah).

📚[Pertanyaan ini di ajukan kepada asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari melalui al-Ustadz Abdul Mu’thi bin Mughni Kariim hafizhahumallah]

[ Beliau hafizhahullah menjawab ]

“Kaedah secara umum menjelaskan pada kita, jika kita mendengar kabar tentang kematian tokoh-tokoh ahlul bida’ maka tidak mengapa untuk kita mengucapkan alhamdulillah.”

Dan beliau memberi sedikit tanbih, tentang hal ini, yaitu: “Jangan sampai hal tersebut menimbulkan fitnah di tengah masyarakat awam, seperti dia ucapkan hamdalah tadi di tengah-tengah majelis umum atau di mesjid awam, dan yang semisalnya.”

Url: http://bit.ly/Fw400908
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
(i) Tg @ManhajulAnbiya / Dari: https://t.me/fawaz_almadkali/832
(ii) ForumSalafy•Net { http://bit.ly/2wifaas }

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment