Tidak Boleh Hadir Pada Hari Raya Nashara Dan Ahlul Bid'ah


🚇TIDAK BOLEH HADIR PADA HARI RAYA NASHARA DAN AHLUL BID'AH

Al-Imam al-Muhaddits Muqbil bin Hadi al-Wadi'iy rahimahullah:

[ Soal ]

Apakah boleh hadir pada hari peringatan mereka? Seperti Hari Ulang Tahun dan peringatan lainnya?

[ Jawaban ]

{ لا يجوز ، يقول الله تعالى: (والذين لا يشهدون الزور). بل المسلمون أنفسهم إذا أقاموا: مولدا، أو احتفلوا بليلة سبعة وعشرين من رجب، أو ليلة النصف من شعبان، أو بعيد الهجرة، أو بعيد الثورة، أو بعيد الأم، أو عيد الشجرة . وغيرها من الأعياد الجاهلية، فكل هذه لا يجوز حضورها. }

[+] Tidak boleh.

Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman:
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perkara yang haram.” [*]

(•) Bahkan apabila kaum muslimin sendiri menyelenggarakan:

› Peringatan maulid Nabi [ﷺ];
› atau peringatan malam ke 27 Rajab;
› atau malam nishfu sya'ban;
› atau peringatan hijrah Nabi [ﷺ];
› atau peringatan revolusi;
› atau hari ibu;
› atau hari penghijauan;
› ataupun peringatan-peringatan jahiliyah lainnya.

/✘/ Maka semua ini tidaklah diperbolehkan untuk menghadirinya.

📚[Kitab rujukan: Tuhfatul Mujib, hal. 66]

Url: http://bit.ly/Fw400402
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @HikmahSalafiyyah / Dari: Muqbel•Net {https://goo.gl/JJGKEB}

—(▴) Catatan: (▴)—

[*] Asy Syaikh as-Si'diy rahimahullah berkata tentang ayat ini:

{ (وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ) أي: لا يحضرون الزور أي: القول والفعل المحرم، فيجتنبون جميع المجالس المشتملة على الأقوال المحرمة أو الأفعال المحرمة، كالخوض في آيات الله والجدال الباطل والغيبة والنميمة والسب والقذف والإستهزاء والغناء المحرم وشرب الخمر وفرش الحرير، والصور ونحو ذلك، وإذا كانوا لا يشهدون الزور فمن باب أولى وأحرى أن لا يقولوه ويفعلوه. }

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-zuur.” [QS Al-Furqan: 72, ed]

Maksudnya yaitu:

“Mereka (orang yang beriman) tidaklah menghadiri az-zuur (الزور), yaitu perkataan dan perbuatan yang haram. Maka mereka benar-benar menjauhi semua majelis yang terdapat perkataan dan perbuatan yang haram.

Seperti melecehkan ayat Allah, jidal (berdebat) yang batil, ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), mencela, menuduh berzina kepada orang yang baik, mengejek/merendahkan (ajaran Islam), mendengarkan nyanyian haram, meminum khamr, membentangkan permadani sutra (untuk bermajelis), di tempat yang terdapat gambar makhluk bernyawa dan yang semisalnya.

Jika mereka (orang-orang beriman) tidak menyaksikan/menghadiri az-zuur (perbuatan-perbuatan haram tersebut), tentu saja mereka tidak mengatakannya atau melakukannya.”

📚[Taisir al-Lathif al-Mannan Fi Khulashah at-Tafsir al-Qur'an]

Admin

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment