Adakah Di Masa Sekarang Benda-Benda Peninggalan Nabi [ﷺ]? Bila Ada, Bagaimana Cara Mencari Barakah Dengannya?


🚇ADAKAH DI MASA SEKARANG BENDA-BENDA PENINGGALAN NABI [ﷺ]? BILA ADA, BAGAIMANA CARA MENCARI BARAKAH DENGANNYA?

❱ Mufti: Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

“Berdasarkan apa yang anda sebutkan tentang (bertabarruk/mencari barakah dengan) keringat Nabi [ﷺ], apakah masih tersisa sesuatu yang tsabit (tetap) dari sisa-sisa (peninggalan) beliau [ﷺ], seperti rambut beliau? Kalau memang ada didapati sedikit saja dari peninggalan beliau [ﷺ] bagaimanakah caranya untuk mencari barakah dengan benda tersebut?”

[ Jawaban ]

“Tidak didapati pada masa ini sedikit pun dari peninggalan beliau [ﷺ]. Orang yang mengklaim masih adanya sesuatu dari perkara tersebut (peninggalan Nabi [ﷺ]) maka dia seorang yang sangat pendusta lagi mengigau!

Kami pernah bepergian ke India dan kami dapati sekelompok manusia mengklaim bahwasanya mereka memiliki sebagian rambut Nabi [ﷺ]. Mereka itu pendusta dan di tengah-tengah mereka ada penipu. Dan kami melihat -aku mengira di Pakistan atau Bangladesh- sebuah masjid. Disebutkan: “Sesungguhnya di dalamnya ada (bekas) telapak kaki Nabi [ﷺ].”

Di Delhi, di sana ada masjid. Salah seorang imamnya berasal dari Bukhara. Dia sangat terkenal. Datang padanya orang-orang Eropa, wanita dan pria, hampir telanjang, mereka pergi ke sebuah tempat di masjid sang Bukhara ini. Mereka berkata: “Sesungguhnya di masjid ini ada bekas (telapak kaki) Nabi [ﷺ] yang dibangun seperti kubah di atasnya.” Maka engkau melihat para wanitanya tanpa ada rasa malu, sedangkan kaum prianya berkumpul menyaksikan dari dekat telapak kaki Nabi [ﷺ]. Maka aku melihat kemungkaran ini dan aku pun mendatangi imam tersebut, aku menasehatinya. Aku katakan padanya: “Anda mengklaim bahwasanya Nabi [ﷺ] datang ke tempat ini dan ini bekas (kaki) beliau?” Dia berkata padaku: “Orang-orang berkata begini dan begitu.”

Aku katakan padanya: “Wahai saudaraku, kita telah membaca sejarah dan kita mengetahui bahwasanya Rasulullah [ﷺ] mi'raj ke langit. Beliau pergi (berhijrah) dari Makkah menuju Madinah, beliau pergi melakukan peperangan menuju tempat-tempat yang telah dikenal. Beliau pergi (berperang) menuju Tabuk. Akan tetapi tidak kita dapati dalam sejarah bahwasanya Rasulullah [ﷺ] datang ke Delhi dan berdiri di tempat ini!!” Maka dia pun tergagap (menjawabnya). Kemudian aku berbicara dengan ayahnya ketika dia datang. Dan saat itu bersamaku ada seorang ikhwan Salafy yang menerjemahkan. Dia berkata: “Ini omong kosong.”

Kemudian ikhwan Salafy yang bersamaku dulu mengabariku, dia berkata: “Ketika Raja Su'ud rahimahullah mengunjungi India dan mendatangi Benares, pusat dari berhala-berhala dan patung-patung, kota ini di sisi mereka seperti Makkah. Benares ini di dalamnya banyak sekali berhala, demikianlah. Ketika mereka mendengar beliau akan berkunjung, mereka menutupi berhala-berhala tersebut, mereka menutupinya, demi Allah. Bagaimana bisa? Karena segan dan takut (terhadap) tauhid.”

Kemudian beliau mendatangi masjid tersebut dan shalat di dalamnya. Mereka berkata pada beliau: “Di sini ada telapak kaki Nabi [ﷺ].” Maka beliau pun berlalu (tidak peduli) dan mengetahui bahwasanya hal itu khurafat.

Seorang muwahhid (orang yang bertauhid), dia memiliki bashirah (ilmu), dia memiliki kecerdasan. Sedangkan ahlul bid'ah pada mereka ada kedunguan dan ketololan atau kesesatan -barakallahu fiykum-. Maka klaim-klaim seperti itu banyak. Di Turki mereka mengklaim ada rambut beliau [ﷺ]. Sebagian mereka mengklaim bahwasanya Mushhaf Ali radliyallahu 'anhu yang beliau tulis dengan tangan beliau sendiri ada (pada mereka) dan seterusnya. Ini adalah kedustaan.

Sunnatullah pada sesuatu bahwasanya hal itu akan habis dan berakhir, sunnatullah yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan.

📚[Fatawa Fil 'Aqidah wal Manhaj al-Halqah al-Ula]

Url: http://bit.ly/Fw400901
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: TG @GoresanFawaid / Dari Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) - Alih Bahasa: Abu Abdillah Rahmat - Muraja'ah: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah / Dari: Rabee•Net { http://bit.ly/2VKz8ZZ }

Abul Abbas Muhammad Shukri

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment