Bahaya Da'i Yang Tidak Menerapkan Tahdzir


๐Ÿš‡BAHAYA DA'I YANG TIDAK MENERAPKAN TAHDZIR

(i) ❱ Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah:

{ ุงู„ุฏุงุนูŠุฉ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุญุฐุฑ ู…ู† ุฏุนุงุฉ ุงู„ุถู„ุงู„ ูŠุนุชุจุฑ ู…ู† ุงู„ูƒุงุชู…ูŠู† ู„ู„ุนู„ู…. }

[ + ] “PARA DA'I
– yang tidak mentahdzir dari penyeru kesesatan

= maka TERANGGAP
– sebagai orang-orang yang menyembunyikan ilmu.”

๐Ÿ“š[Dars Ighร tsatul Lahafร n 03-02-1437H]

* * *

๐Ÿš‡DIANTARA TANDA ORANG YANG RUSAK DAN SESAT

(ii-a) ❱ Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

{ ุฅุฐุง ุฑุฃูŠุช ุงู„ุฑุฌู„ ูŠุซู†ูŠ ุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุฑ ูˆุนู„ู…ุงุก ุงู„ุถู„ุงู„ ูุงุนู„ู… ุฃู†ู‡ ูุงุณุฏ ูˆุถุงู„. }

[ + ] “Jika anda MELIHAT
– seseorang suka memuji ORANG-ORANG JAHAT dan PARA ULAMA PENGUSUNG KESESATAN,

= maka ketahuilah
– bahwa dia adalah orang yang RUSAK dan SESAT.”

* * *

๐Ÿš‡TIDAK TERCELA BAHKAN BERPAHALA

(ii-b) ❱ Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah ditanya:

“Apakah seorang itu tercela karena banyaknya bantahan (terhadap beragam penyimpangan dan para pengusungnya, red)?”

[ Maka Syaikh hafizhahullah menjawab ]

{ ู„ุง ูŠُุนَุงุจُ ุจู„ ูŠُุซَุงุจُ. }

[ + ] “TIDAK TERCELA
– bahkan dapat pahala.”

๐Ÿ“š[Ar-Radd 'ala man Akhlada ilal Ardhi, hal 9]

* * *

๐Ÿš‡MENDIAMKAN KESALAHAN ITU PERBUATAN AHLI KITAB YANG DICELA OLEH ALLAH

(ii-c) ❱ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

{ ูˆ ู„ูˆ ุณูƒุช ุฃู‡ู„ ุงู„ุญู‚ ุนู† ุจูŠุงู†ู‡ ู„ุงุณุชู…ุฑ ุงู„ู…ุฎุทุฆูˆู† ุนู„ู‰ ุฃุฎุทุงุฆู‡ู… ، ูˆ ู‚ู„ุฏู‡ู… ุบูŠุฑู‡ู… ููŠ ุฐู„ูƒ ، ูˆ ุจุงุก ุงู„ุณุงูƒุชูˆู† ุจุฅุซู… ุงู„ูƒุชู…ุงู† ุงู„ุฐูŠ ุชูˆุนุฏู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ " ุฅู† ุงู„ุฐูŠู† ูŠูƒุชู…ูˆู† ู…ุง ุฃู†ุฒู„ู†ุง ู…ู† ุงู„ุจูŠู†ุงุช ูˆ ุงู„ู‡ุฏู‰ ู…ู† ุจุนุฏ ู…ุง ุจูŠَّู†َّุงู‡ ู„ู„ู†َّุงุณ ููŠ ุงู„ูƒุชุงุจ ุฃูˆู„ุฆูƒ ูŠู„ุนู†ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ูˆ ูŠู„ุนู†ู‡ู… ุงู„ู„ุงَّุนู†ูˆู† ุฅู„ุง ุงู„ุฐูŠู† ุชุงุจูˆุง ูˆ ุฃุตู„ุญูˆุง ูˆ ุจูŠَّู†ูˆุง ูุฃูˆู„ุฆูƒ ุฃุชูˆุจ ุนู„ูŠู‡ู… ูˆ ุฃู†ุง ุงู„ุชูˆุงุจ ุงู„ุฑุญูŠู…" ูˆ ู‚ุฏ ุฃุฎุฐ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุนู„ู…ุงุก ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจ ุงู„ู…ูŠุซุงู‚ ู„ุชุจูŠู†ู†ู‡ ู„ู„ู†ุงุณ ูˆ ู„ุง ุชูƒุชู…ูˆู†ู‡ ، ูˆ ุฐู…ู‡ู… ุนู„ู‰ ู†ุจุฐู‡ ูˆุฑุงุก ุธู‡ูˆุฑู‡ู… ، ูˆ ุญุฐุฑู†ุง ู…ู† ุงุชุจุงุนู‡ู… . ูุฅุฐุง ุณูƒุช ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ุนู† ุจูŠุงู† ุฃุฎุทู€ุงุก ู…ู† ุฎุงู„ู ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆ ุงู„ุณู†ุฉ ุดَู€ุงุจَู‡ُูˆุง ุจุฐู„ูƒ ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจ ุงู„ู…ุบุถูˆุจ ุนู„ูŠู‡ู… ูˆ ุงู„ุถุงู„ูŠู†. }

[ + ] “Seandainya ahlul haq itu diam tidak menerangkan alhaq, niscaya orang yang salah akan terus berada dalam kesalahannya, dan mereka akan diikuti oleh selain mereka. Dan orang-orang yang mendiamkan (kesalahannya) akan membawa dosa menyembunyikan ilmu,

(•) yang Allah ancamkan dalam Firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang Kami turunkan dari penjelasan dan petunjuk, setelah Kami menjelaskannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan dilaknat orang-orang yang melaknat. Kecuali orang-orang yang bertaubat, dan ia memperbaiki dan menjelaskan kebenaran. Maka Aku menerima taubat mereka dan Aku adalah Maha menerima taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah, 159-160)

(•) Dan Allah telah mengambil perjanjian dari ulama ahli kitab,
agar mereka menjelaskan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya. Dan Allah mencela mereka tatkala mereka mencampakkannya di belakang punggung mereka, dan memperingatkan kita agar tidak mengikuti mereka.

(•) Jika Ahlussunnah tetap diam;
tidak menjelaskan kesalahan orang yg menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah, maka mereka akan mirip dengan Ahli Kitab yang DIMURKAI dan SESAT.”

๐Ÿ“š[Majmu Fatawa, 3/72]

Url: http://bit.ly/Fw400614
๐Ÿ“ฎ••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
(i) Tg @SalafyMakassar / Dari: https://goo.gl/Vw1wdw
(ii) Tg @ForumSalafy
a. Dari: https://goo.gl/KHWaMR
b. Dari: https://t.me/munhaj_alssilf_alssalih/787
c. Dari: https://goo.gl/PxyfGm

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment