Caci Maki Dan Celaan Adalah Tipe Argumentasi Orang Yang Licik


🚇CACI MAKI DAN CELAAN ADALAH TIPE ARGUMENTASI ORANG YANG LICIK

❱ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

{ الشتيمة والوٓقيعة والتهجم عند النقاش حيلة العاجز وبضاعة المفلس، فإن الرد بمجرد الشتم والتهويل لا يعجز عنه أحد. }

[ + ] “Mencaci maki, menjatuhkan kehormatan, dan menyerang ketika diskusi
— merupakan cara licik untuk berkelit yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki hujjah
— dan merupakan barang dagangan orang yang bangkrut,

= karena sesungguhnya membantah dengan semata-mata melontarkan caci makian dan ancaman bisa dilakukan oleh semua orang.”

📚[Majmu’ul Fatawa, jilid 4 hlm. 186]

Dari: https://goo.gl/9SiVw7

* * *

🚇DALILNYA ORANG BODOH, ADALAH CACI MAKI DAN KEPALAN TANGAN

❱ Al-Allamah Muhammad Aman Al-Jami rahimahullah berkata:

{ ومطالبتك الجاهل بالدليل تضييع للوقت، ذلك يُؤثر عن الإمام الشافعي قوله إن صح: ⟨ ما ناظرت عالماً إلا غلبته، وما ناظرت جاهلاً إلا غلبني لأن الجاهل لا يقدم الدليل إذا أفحمته يسبك ويشتمك ويمد يده إلى العصا! ⟩ هذا دليل العاجز وهو الإساءة. }

[ + ] “Perbuatanmu meminta dalil dari orang bodoh itu menyia-nyiakan waktu saja.

Yang demikian itu diriwayatkan dari perkataan Imam Syafi'i, jika memang shahih:

— “Tidaklah diriku membantah orang berilmu kecuali aku bisa mengalahkannya.
— Dan tidaklah aku membantah orang bodoh kecuali dia mengalahkanku karena orang bodoh itu tidak bisa mengemukakan dalil.
— Jika engkau membuatnya kewalahan, maka dia akan mencaci makimu dan menjulurkan tangan mengambil tongkat (memukulmu).”

= Ini dalilnya orang yang sudah tidak mampu (membantah), yaitu berbuat zalim.”

Dari: https://t.me/sahabiette/8205

* * *

🚇BEDA KEMARAHAN ORANG YANG BERAKAL DAN ORANG YANG DUNGU

❱ Al-Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata:

{ الأحمق يغضب من الحق، والعاقل يغضب من الباطل. }

[ + ] “ORANG YANG DUNGU = marah terhadap kebenaran,

~ sedangkan ~

[ + ] ORANG YANG BERAKAL = marah terhadap kebatilan.”

📚[Bahjatul Majalis, hlm. 584]

Dari: https://goo.gl/4JsqEM

* * *

🚇HANYA ORANG DUNGU YANG MERASA TIDAK PERNAH SALAH!!

❱ Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:

{ ‏الذي يعجب بنفسه ويظن أنه لا يخطئ فهو مغفل، الخطأ يحدث من الكل. }

[ + ] “Orang yang merasa kagum terhadap dirinya sendiri (ujub) dan menyangka bahwa dia tidak pernah melakukan kesalahan,

... maka dia adalah orang yang dungu, kesalahan bisa muncul dari semua orang.”

📚[As-Sima' al-Mubasyir, hlm. 50]

Dari: https://goo.gl/Gn1dmu

* * *

🚇BAHAYA MEMBANGGAKAN ILMU DAN KECERDASAN!!

❱ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

{ وكثيرٌ من الأذكياء قد يتزندق بسبب ذكائه ويحتقر الناس ويرى أنهم ليسوا على شيء فيضل ويهلك –نعوذ بالله– لأنه يرى أن علمه فوق علمهم، وفهمه فوق فهمهم، وذكاؤه فوق ذكائهم. }

[ + ] “Banyak orang-orang cerdas
— menjadi zindiq karena kecerdasannya dan merendahkan orang lain dan menganggap mereka tidak memiliki apa-apa, sehingga dia sesat dan celaka –kita berlindung kepada Allah darinya–

karena dia menganggap
— bahwa ilmunya di atas ilmu mereka,
— pemahamannya di atas pemahaman mereka,
— dan kecerdasannya di atas kecerdasan mereka.”

📚[Ta'liqat Ala ar-Risalah al-Hamawiyyah, hlm. 230]

Dari: https://goo.gl/xSLMbT

* * *

🚇TERCELANYA AMBISI KEPADA KEPEMIMPINAN!!

❱ Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata:

{ لا يفلح من شممت رائحة الرياسة منه. }

[ + ] “Tidak akan beruntung orang yang engkau mencium bau ambisi kepada kepemimpinan dari dirinya.”

📚[Siyar A'lamin Nubala', jilid 13 hlm. 15]

Dari: https://goo.gl/3UpTm5

* * *

🚇SUKA MENCELA DAN MENCACI-MAKI TANDA RENDAHNYA SIFAT MALU

❱ Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:

{ ‏الذي عنده حياء لا يكون سبابًا ولا شتامًا، ويكون كثير السكوت، ويتورع عن المعاصي. }

[ + ] “Orang yang memiliki sifat malu
✘- tidak akan menjadi seorang yang suka mencela
✘- dan tidak pula suka mencaci-maki,

— dia akan banyak diam dan sangat berhati-hati dari maksiat.”

📚[Rihlat Da’awiyyah, hlm. 112]

Dari: https://goo.gl/zJa7te

Url: http://bit.ly/Fw400516
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @ForumSalafy

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment