Para Ulama Kibar Menjadi Tempat Kembali (Mendapatkan Bimbingan) Ketika Terjadi Fitnah


🚇PARA ULAMA KIBAR MENJADI TEMPAT KEMBALI (MENDAPATKAN BIMBINGAN) KETIKA TERJADI FITNAH

❱ Faidah dari Al-Ustadz Abu Miqdad Novel Mas'ud hafizhahullah

Di dalam permasalahan-permasalahan (berbagai fitnah yang terjadi, ed) sekarang ini, maka wajib semua Ahlussunnah selalu mendengarkan bimbingan dari ulama-ulama kibar, karena:

{ الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ }

“Keberkahan itu bersama Ulama-Ulama besar (senior) kalian.” [HR al-Hakim, Ibnu Hibban, ed]

Baik kibar di dalam ilmunya (kokoh di dalam ilmu), begitu pula kibar dari sisi usia karena merasakan/melalui banyak pengalaman di dalam dakwah. Mulai di zaman muda, mereka sudah menghadapi keadaan-keadaan yang ada, melalui fitnah demi fitnah, mengetahui kelompok-kelompok atau ulama-ulama yang menyimpang, mereka sudah pengalaman.

Karena sesungguhnya aiyuhal ikhwah a'azzakumullah,

Ilmu (syar'iy, ed) yang kita pelajari semua ini, dalil-dalil (ayat, hadits, atsar Salaf, ed) yang ada ini, intinya adalah ibarat seperti obat. Karena al-Qur'an adalah obat, ilmu ini adalah obat dari kebodohan. Namun kalau kita tidak tahu mengaplikasikan obat ini, obat ini digunakan untuk penyakit apa kemudian kita langsung pergi ke apotik, ke tukang jual obat dengan memilih seenaknya, maka yang namanya obat itu bisa membinasakan orang kalau tidak kembali kepada ahlinya iaitu doktor.

Maka di sini pula aiyuhal ikhwah a'azzakumullah,

Dalam masalah agama, ketika terjadi firnah, menerapkan dalil-dalil yang ada al-Quran mahupun as-Sunnah, mahupun kalam dari para shahabat Nabi [ﷺ], begitu pula ucapan daripada aimmah Salaf maka kita wajib mengembalikan kepada ulama-ulama kibar kita, dari zaman ini yang jelas-jelas telah ma'ruf di antara kita.

Diantaranya adalah Asy-Syaikh Rabi' hafizhahullahu ta'ala, begitu pula Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahu ta'ala, kemudian Asy-Syaikh 'Ubaid hafizhahullahu ta'ala dan masyayikh yang lain yang mana mereka ini adalah marji' bagi kita, tempat kembali ketika masyakil-masyakil dakwah ini muncul. Maka kita akan menjadi tenang, karena mereka (ulama kibar) ini adalah orang-orang terpecaya di sisi ulama-ulama sebelumnya, dan orang-orang terpecaya dari penuntut ilmu di seluruh dunia ini.

Maka ketika fatwa-fatwa mereka berhubungan dengan fitnah-fitnah yang terjadi ini sudah muncul, maka janganlah goyah, janganlah tertipu ataupun terpengaruh informasi-informasi dari orang-orang yang ashoghir, yang masih kecil, tidak layak dikatakan ulama kibar, tidak layak dibandingkan dengan ulama-ulama (kibar, ed) tadi, karena pada hakekatnya merekalah ini yang wajib dijadikan tempat kembali ketika terjadi permasalahan-permasalahan yang ada.

(02)
Kemudian aiyuhal ikhwah a'azzakumullah,

Karena fitnah amatlah dahsyat, maka jangan coba-coba mendekati fitnah karena ketika kita mendekati fitnah, berusaha menyobek fintu fitnah tersebut, maka khawatir kita terkena arus fitnah tersebut, maka jangan kita dekati orang-orang yang sudah terfitnah, jangan kita dekati orang-orang yang di sisinya ada ilmu namun dia terfitnah ataupun dia adalah ahlil kalam iaitu ahli di dalam berbicara, argumen-argumennya luar biasa, namun hakekatnya dia terfitnah.

Maka kita cukupkan aiyuhal ikhwah a'azzakumullah dengan bimbingan ulama-ulama kibar, dengan bimbingan asatidzah yang dekat dengan ulama-ulama kibar sehingga kita ini menerima agama ini dengan tenang, dengan puas, dengan kemantapan, kekokohan bagaikan karang yang kokoh ketika terkena ombak yang dahsyat, maka ia tidak bergoyah, tidak berubah dari tempatnya.

Maka inilah aiyuhal ikhwah a'azzakumullah, sikap yang hendak kita miliki di zaman sekarang ini. Karena dahulu di zamannya Imam Ahmad rahimahullah, ketika fuqaha Baghdad sudah tidak sabar melihat pemimpin yang mengatakan "al-Qur'an adalah Makhluk", hampir-hampir mereka memberontak. Maka mereka kembali kepada Imam Ahmad. Begitulah Salaf dahulu. Dan ditahan/dihadang oleh Imam Ahmad, "Hati-hati darah kaum Muslimin..!!" "Hati-hati darah kaum Muslimin..!!" Begitu pula sekarang aiyuhal ikhwah a'azzakumullah, wajib seperti itu, wajib mencontoh seperti ini di dalam (menghadapi, ed) fitnah-fitnah yang ada.

📚[Cuplikan dari audio bertema, “Mengambil Ibrah Dari Musibah Yang Melanda” / Tele-Link Ikhwah Salafy 🇲🇾 / Ahad, 12 Shafar 1440H ~ 21.10.2018M]

Url: http://bit.ly/Fw400214

[📥] Unduh di:
- http://bit.ly/Mp3k_1654 /
- https://t.me/Mp3_kajian/1654

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @IkhwahSalafyMalaysia

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.