#MenolakLupa #JarhMufassar #EdisiMushafiqah - Persaksian Dr. Muhammad Bin Hadi Bahwa Usamah Athaya ‘syar.. Syar..’


#MenolakLupa #JarhMufassar #EdisiMushafiqah
🚇PERSAKSIAN DR. MUHAMMAD BIN HADI BAHWA USAMAH ATHAYA ‘SYAR.. SYAR..’

Terucap dari lisan Dr. Muhammad bin Hadi (DMBH) pada suatu ketika dulu dengan sebuah ‘JARH MUFASSAR’ terhadap Usamah Athaya: [¹]

Nukilan:

Athaya ini adalah;

Ξ [1] ※ { ساقط }
= ‘Jatuh tak bernilai..’

Ξ [2] ※ { ضرر على الدعوة وضرر على المشايخ }
= ‘Merusak dakwah merusak para masyaikh..’

Ξ [3] ※ { شر شر }
= ‘Buruk.. buruk..’ / ‘Jahat.. jahat..’

Ξ [4] ※ ‘Tulisan-tulisannya menunjukkan kebodohannya..’

Ξ [5] ※ ‘Minim pemahamannya kalau tidak mau dibilang tidak memiliki fiqih sama sekali..’

Ξ [6] ※ ‘Saya tidak akan kembali berbicara denganmu..’

Ξ [7] ※ ‘Orang ini padanya ada “Ishal”..’ [²]

JADI MAU APA LAGI YANG DIHARAPKAN!?

—(▴) Catatan: (▴)—

[¹] Unduh audio di: http://bit.ly/2NAsr4g



[²] Ishal kalau yang dimaksud nama penyakit, mohon maaf artinya penyakit ‘diare’ = mungkin suka nyerocos gitu tapi kotoran semua yang keluar, والله أعلم.

Url: http://bit.ly/Fw400201
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @RududShoafiqohSejati / Dari: https://t.me/sa3afi9a/2186

~~ // ** // ~~

🚇MAMPUKAH MUSHA’FIQAH MENJAWAB PERTANYAAN BERIKUT INI?

Berdasarkan ucapan di atas:

Apakah DMBH di saat mengeluarkan ‘JARH MUFASSAR’ tersebut benar-benar telah mendasari sikap & ucapannya berdasarkan dalil & bukti..?

Dan sekarang, DMBH & pengekornya berbalik ‘mencuci tangan’ dengan mempersaksikan bahwa Usamah Athaya sebagai orang yang terzhalimi. Apakah DMBH telah menuduh dirinya menzhalimi Usamah Athaya sehingga harus mencabut kembali ‘JARH MUFASSAR’ tersebut lalu meralatnya sekedar dengan ucapan: “Sabarlah dan berharaplah pahala.” [¹] Apakah ada salafnya sikap yang sedemikian rupa?

[¹] Lihat gambar ss: http://bit.ly/2OO7bg7

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.