Keutamaan Ilmu al-Jarh wat Ta'dil


🚇KEUTAMAAN ILMU AL-JARH WAT TA'DIL [¹]

❱ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

{ هذه الأمة ولله الحمد لم يزل فيها من يتفطن لما في كلام أهل الباطل من الباطل ويرده. }

“Ummat ini -Walhamdulillah- terus menerus ada di dalamnya orang yang memperingatkan dari perkataan ahlul batil yang berupa kebatilan dan membantahnya.”

📚[Majmu'ul Fatawa, 9/233]

❱ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

{ لولا من يُقيمهُ الله لدفع ضرر أهل البدع؛ لفسد الدِّين وكان فساده أعظم من فساد استيلاء العدو من أهل الحرب؛ فإنَّ هؤلاء إذا استولوا لم يفسدوا القلوب ومافيها من الدين إلا تبعاً، وأمَّا أولئك فهم يفسدون القلوب ابتداءً. }

“Kalaulah bukan karena orang yang Allah bangkitkan untuk menolak bahaya ahlul bid'ah, niscaya agama ini akan rusak. Dan kerusakannya lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan karena penguasaan musuh dalam peperangan. Karena mereka bila telah menguasai suatu daerah, mereka tidak merusak hati dan apa yang ada di dalamnya berupa agama ini kecuali sekedar hanya mengikuti saja. Adapun mereka (ahlul bid'ah) merusak hati sejak dari awal.”

📚[Majmu'ul Fatawa, 28/131-233]

❱ Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:

{ ولوﻻ هذا الجرح والتعديل لتلاعب الناس الكاذبون بالسُنّة واختلط المعروف بالمنكر ولم يتبين ماهو صحيح وماهو باطل. }

“Kalaulah bukan karena ilmu jarh dan ta'dil niscaya manusia-manusia pendusta akan bermain-main dengan sunnah (Rasulullah ﷺ), akan tercampur antara kebaikan dan kemungkaran, dan tidak jelas mana yang shahih dan mana yang batil.”

📚[Daf'ur Ribah, 53]

❱ Berkata asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad Aman al-Jami rahimahullah:

{ وجود رجال الجرح والتعديل فضل من الله وحفظ لدينه. }

“Adanya ulama pengemban ilmu jarh dan ta'dil adalah keutamaan dari Allah dan penjagaan terhadap agama-Nya.”

📚[Syarh al-Hamawiyah, hal. 29]

❱ Berkata al-'Allamah al-Mujahid 'Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah Ta'ala:

{ فإن الله سبحانه وتعالى من سعة رحمته وفضله يقيم رجالاً يشتدّ بهم الأزر وتقوى بهم العزائم يجعلهم حصناً حصيناً للأمة في وجه المفسدين من أهل الأهواء. قال الإمام محمد بن عبدالوهاب: ”إن لله عند كل بدعة كِيدَ بها الإسلام، وليًّا لله يذبُّ عنها، وينطق بعلاماتها.“ }

“Sesungguhnya diantara bentuk luasnya rahmat Allah dan karunia-Nya, adalah dengan membangkitkan orang-orang yang dengan mereka Allah menumbuhkan kekuatan dan Dia -melalui mereka- menjaga kekokohan tekad. Dia menjadikan mereka benteng yang kokoh bagi ummat ini dalam menghadapi para perusak dari kalangan ahlul bid'ah. Berkata al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab: ‘Sesungguhnya pada setiap bid'ah yang hendak melakukan tipu daya terhadap Islam, Allah memiliki wali yang akan membelanya dan dia akan berbicara tentang tanda-tandanya (ahlul bid'ah)’.”

📚[Ath-Thibul Jani 'Ala Syarhis Sunnah al-Imam al-Muzani, hal. 20-21]

❱ Berkata asy-Syaikh Abdus Salam bin Barjis Alu Abdil Karim rahimahullah:

{ من رام أن يُطفيء نور هذا الفن (الجرح والتعديل) لخاطر حزبه أو خوفاً على محبوبيه المجروحين فقد : ضَل وأضل وشقي وأشقى. }

“Siapa yang ingin memadamkan cahaya ilmu ini (al-jarh wat ta'dil) dalam rangka melindungi kelompoknya atau mengkhawatirkan orang-orang yang dia cintai dari kalangan majruhin (orang-orang yang dicela atau dibongkar aibnya/penyimpangannya), maka dia telah sesat dan menyesatkan, dia celaka dan mencelakakan (orang lain).”

📚[At-Tashnif, hal. 42]

—(▴) Catatan: (▴)—
[¹] At-Ta'dil: Pujian terhadap seseorang yang tsiqah (terpercaya) dan bagus agamanya. Al-Jarh: Celaan terhadap orang yang lemah/cacat dalam agamanya. [At-Tashnif, hal. 29]

Url: http://bit.ly/Fw400217
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @GoresanFawaid - Abu Abdillah Rahmat Situbondo - Muraja'ah: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah / Dari: https://t.me/assonnah_7/154

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.