Musibah Terbesar Yang Menimpa Para Penuntut Ilmu & Da'i


🚇MUSIBAH TERBESAR YANG MENIMPA PARA ILMU & DA'I

(➊) MUSIBAH TERBESAR

❱ Al-Imam Abu Hatim al-Busthy rahimahullah berkata:

{ أعظم المصائب سوء الخلق. }

[+] “Musibah terbesar adalah akhlak buruk.”

📚[Raudhatul Uqala', hlm. 200]

(➋) DIANTARA PENYEBAB KERUSAKAN AKHLAQ

❱ Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata:

{ فساد الأخلاق بمعاشرة السفهاء. }

[+] “Kerusakan akhlaq karena bergaul dengan orang-orang dungu.”

📚[Sirajul Muluk, hlm. 178]

(➌) BERGAUL DENGAN ORANG YANG DUNGU AKAN MENJAUHKAN DIRI DARI ALLAH

❱ Al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata:

{ هجران الأحمق قربة إلى الله عز وجل. }

[+] “Menjauhi orang yang dungu merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.”

📚[Kitab al-Uzlah, hlm. 48]

(➍) CIRI KHAS ORANG BODOH

❱ Abud Darda radhiyallahu 'anhu berkata:

{ علامة الجاهل ثلاثة: العجب، كثرة المنطق فيما لا يعنيه، وأن ينهي عن شيء ويأتيه. }

[+] “Ciri-ciri orang bodoh (jahil) ada tiga; Ujub (merasa bangga terhadap diri sendiri), banyak berbicara yang tidak bermanfaat, melarang sesuatu tapi dia melakukannya.”

📚[Uyun Al-Akhbar 2/47]

(➎) FANATISME DI MASA INI SEMAKIN PARAH!!

❱ Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

{ كان التعصب للمذاهب والعلماء، أما الآن فيتعصبون لجهال سفهاء مجرمين. }

[+] “Dahulu fanatisme ditujukan untuk membela madzhab-madzhab dan para ulama, adapun sekarang ini maka manusia fanatismenya untuk membela orang-orang bodoh, dungu, dan jahat.”

📚[Bahjatul Qary, hlm. 81]

(➏) DUA SISI BERBEDA, ANTARA ORANG YANG BERAKAL SEHAT DAN ORANG DUNGU

❱ Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata:

{ الأحمق يغضب من الحقّ والعاقل يغضب من الباطل. }

[+] “Seorang yang dungu, akan terbakar amarahnya saat menyaksikan al Haq. Sedangkan orang yang jernih akalnya, akan terbakar amarahnya kala menyaksikan kebatilan.”

📚[Bahjatul Majalis. 584]

(➐) KEDUNGUAN YANG PALING PARAH

❱ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimy rahimahullah berkata:

{ ومن شكّٙكٙتٔه الشُبهات فيما قد عٙلِمٙه يقينا يعد عند العقلاء أحمق! }

[+] “Siapa yang dibuat ragu oleh berbagai syubhat (kerancuan) pada perkara-perkara yang telah dia ketahui kebenarannya dengan yakin, maka orang seperti ini menurut orang-orang yang berakal adalah seorang yang dungu.”

📚[Haqiqatut Ta'wil, hlm. 69]

~~ // Nasehat & Pengarahan // ~~

(➑) PARA PENUNTUT ILMU HENDAKNYA MENJADI TELADAN DAN JANGAN BERTINDAK SEPERTI ORANG-ORANG BODOH

❱ Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhaly rahimahullah berkata:

{ وإن انحرف طالب العلم وجَهِل كما يجهل الجاهلون وسفه نفسه كما يصنع السفهاء، فقد أساء إلى العلم وأساء إلى نفسه وأساء إلى الناس، لأنّ طلاَّب العلم قدوة، فليكونوا خير قدوة في العقيدة والشريعة. }

[+] “Jika seorang penuntut ilmu menyimpang, bertindak bodoh seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh dan berbuat dungu seperti yang diperbuat oleh orang-orang yang dungu,

maka dia telah bersikap buruk terhadap ilmu, terhadap dirinya, dan terhadap manusia.

Karena para penuntut ilmu adalah teladan, maka hendaknya mereka menjadi sebaik-baik teladan dalam aqidah dan syari'at.”

📚[Audhahul Ma'any, hal. 8]

(➒) KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT DI SAAT FITNAH MELANDA

❱ Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:

{ ينبغي للعالم والرجل العظيم المُطاع وذي الشّهرة أن يُسكّن الناس عند الفتن ويعظهُم ويوضّح لهم الدلائل. }

[+] “Seorang ulama, orang yang besar dan banyak pengikutnya, dan orang yang terkenal,

※ seharusnyalah melakukan upaya-upaya
✓- yang menimbulkan ketenangan bagi manusia di masa fitnah,
✓- menasehati mereka dan menjelaskan kepada mereka bimbingan-bimbingan yang terbaik.”

📚[Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, jilid 2 hlm. 107]

Url: http://bit.ly/Fw391217
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ForumSalafy
(➊) https://goo.gl/XbEsuq
(➋) https://goo.gl/mkdwVw
(➌) https://goo.gl/1pFTk7
(➍) https://goo.gl/RTg6oW
(➎) https://goo.gl/5voZZ2
(➏) https://goo.gl/ZN3Xz1
(➐) https://goo.gl/hMd3pS
(➑) https://t.me/fawaz_almadkali/640
(➒) https://goo.gl/wswn82

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.