Bulan Dzulhijjah Keutamaan Dan Amal Shaleh Di Dalamnya


🚇BULAN DZULHIJJAH KEUTAMAAN DAN AMAL SHALEH DI DALAMNYA

❱ Berkata Asy-Syaikh Ali bin Yahya al-Haddadi hafizhahullah

[+] Sesungguhnya kita sekarang berada dipintu-pintu hari-hari yang penuh barokah, yaitu hari-hari 10 awal Dzulhijjah yang Allah Ta'ala telah mengutamakanya atas hari-hari lainya dan menjadikan amal shaleh di dalamnya lebih dicintai dari beramal shaleh di hari lainya secara umum.

Allah ta'ala telah menyebutnya dalam kitab-Nya yang mulia,

﴿ وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْر ﴾

“Demi waktu fajar dan hari yang sepuluh ...”

Berkata Ibnu Abaas radhiallahu ‘anhu dan selainya, “Maksudnya adalah dia 10 Dzulhijjah.”

Dan Rasul [ﷺ] bersabda dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

﴿ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. ﴾

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).”

Para sahabat bertanya,

﴿ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ﴾

“Tidak pula jihad di jalan Allah?”

Nabi [ﷺ] menjawab,

﴿ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ. ﴾

“Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” [HR Bukhari]

~ •• ~ •• ~

[⚙️] Diantara amal-amal sholeh yang seorang muslim seyogyanya bersemangat dan menjaganya pada awal 10 hari dibulan Dzulhijjah adalah:

▸ [1] ◂ Menjaga shalat lima waktu jama'ah di masjid

— Karena dia merupakan amalan yang akan ditimbang pertama kali di hari kiamat (kalau shalatnya baik maka dia akan beruntung dan sebaliknya), kemudian shalat sunnah rawatib yang merupakan pendekatan yang tinggi (serta memiliki pahala yang besar yaitu dibangunkan rumah di syurga).

Sebagaimana sabda rasul, “Barangsiapa yang shalat 12 rakaat selain dari shalat yang wajib akan dibangunkan untuknya rumah di syurga.” [HR. Imam Muslim]

▸ [2] ◂ Mengerjakan Puasa

— Ini masuk dalam keumuman sabda rasul [ﷺ] di atas.

Berkata Imam Nawawiy: “Berkata para ulama' mengenai puasa 10 awal Dzulhujjah, secara umum dianjurkan dengan anjuran yang sangat berpuasa di setiap hari dan secara khusus berpuasa di hari Arafah.”

Rasulullah [ﷺ] bersabda tentang puasa Arafah:

﴿ صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة. ﴾

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” [HR. An Nasaa’i]

▸ [3] ◂ Memperbanyak dzikir tahlil (bukan tahlilan lho ya) serta takbiir dan tahmiid

— Sebagaimana yang dimaksudkan dari hadits ibnu umar radhilallahu 'anhuma, Rasulullah [ﷺ] bersabda:

﴿ ... فأكثروا فيهن من التهليل والتحميد والتكبير. ﴾

“... Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” [HR. Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad yang shahih]

Dalam riwayat Bukhari disebutkan:

﴿ وكان ابن عمر، وأبو هريرة يخرجان إلى السوق في أيام العشر، فيكبران ويكبر الناس بتكبيرهما. ﴾

“Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah, keduanya keluar ke pasar-pasar pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka berdua bertakbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir dengan takbir mereka berdua.”

Dan hendaknya memperingatkan darinya takbiran jama'i,

— yaitu berkumpulnya jama'ah dengan lafal dan suara yang satu, atau satu orang takbir kemudian diikuti kumpulan jama' ah dibelakangnya, karena yang demikian tidak pernah ditemui dari pendahulu umat ini rahimahullah, karena kebaikan bagi seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti orang -orang salaf dan kejelekan bagi seluruh kejelekan adalah dari yang diada-adakan orang orang ahkir.

▸ [4] ◂ Haji ke Baitullah al-Haram

— Firman Allah ta'ala:

﴿ ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلاَ. ﴾

“Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah.” [QS. Ali Imran: 97]

Dan sabda Rasul [ﷺ] dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu,

﴿ العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرر ليس له جزاء إلا الجنة. ﴾

“Umrah satu ke Umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” [HR. Bukhariy dan Muslim]

▸ [5] ◂ Menahan atau Tidak memotong rambut dan kuku-kuku

▸ [6] ◂ Mendirikan Shalat malam pada 10 awal Dzulhijjah

— Disukai shalat malam sebagaimana dinukil dari Imam syafi'i dan lainya.

▸ [7] ◂ Berdoa di hari Arafah

“Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah.” [Dihasankan Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib]

Berkata al-Hafidz Ibnu Abdil Baar rahimahullah, “Di dalamnya mengandung pemahaman bahwasanya doa di hari Arafah lebih utama dari hari lainya.”

Url: http://bit.ly/Fw391204
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @pesantren_Salaf_Online - Akhukum Fillah Ustadz Abu Amina / Dari Sahab•Net

#Fiqh #Ibadah #Dzulhijjah #keutamaan #Shalat #Doa #Puasa #Arafah

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.