Segeralah Mengaku dan Rujuk dari Kesalahan Sebelum Bertambah Sebab-Sebab Kebinasaanmu


🚇SEGERALAH MENGAKU DAN RUJUK DARI KESALAHAN SEBELUM BERTAMBAH SEBAB-SEBAB KEBINASAANMU

(➊) ❱ Asy-Syaikh Musthofa Mabrom hafizhahullah berkata:

{ ‏لا يقع أحد في باطل ولا يرجع عنه إلا زاد باطله وتنوع وحيث يظن أنه يجيب يقع أكثر وقد رأيت ذلك عيانا في نقاش أبي الحسن في الغثائية فاللهم سلم. }

[+] Tidaklah seseorang terjatuh dalam suatu kebatilan sedang ia tidak mau rujuk darinya (mengaku salah)
- kecuali pasti bertambah dan beraneka ragam (muncul) kebatilannya
- dan saat ia menyangka bahwa ia bisa menjawab (bantahan atas kebatilannya) ia akan terjatuh dalam kebatilan yang lebih banyak.

Sungguh aku telah melihat hal itu dengan kasat mata ketika dialog membantah Abul Hasan (al-Mishriy) tentang “al-Ghutsa'iyah”. [*]

Ya Allah selamatkanlah (dari kebinasaan).

—(▴) Catatan: (▴)—
[*] Al-ghutsa'iyah yang dimaksud adalah ucapan Abul Hasan menyifati tercerai-berainya para Shahabat dalam perang Hunain sebagai ghutsa' (buih).

🚇TELADAN MULIA DARI SEORANG ULAMA

(➋) ❱ Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:

{ لو كان عندي خطأ ما خجلت ولا ترددت عن إعلان الرجوع عنه وأعوذ بالله من الإستكبار والعناد. }

[+] “Kalau seandainya aku punya kesalahan,
— aku tidak akan segan dan ragu untuk mengumumkan rujuk dari kesalahan tersebut.

Aku berlindung diri kepada Allah dari sikap sombong dan menentang.”

📚[Al-Majmu' al-Wadhih" hal 391]

🚇CARA MENYIKAPI SEORANG SALAFY YANG SALAH TANPA SENGAJA

(➌) ❱ Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

{ فإذا عُرف الإنسان بالتقوى والصلاح والصدق والبحث عن الحق ثم أخطأ، هذا مأجور ويُبين خطؤه بأدب. }

[+] “Jika seseorang dikenal dengan
√ ketaqwaan,
√ keshalihan,
√ kejujuran,
√ dan mencari kebenaran,

[+] kemudian dia salah tanpa sengaja,
√ maka dia mendapatkan pahala,
√ dan kesalahannya dijelaskan dengan adab.”

📚[Majmu'ur Rasail, jilid 14 hlm. 275]

🚇BERMUAMALAH DENGAN SALAFY YANG TERGELINCIR & TIDAK MAHU RUJUK KEMBALI KEPADA AL-HAQ

(➍) ❱ Asy-Syaikh al-'Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah:

[ Pertanyaan ]

Bagaimana kami harus bermuamalah dengan seorang salafy yang menyelisihi (manhaj salaf, -pen.) namun, dia tidak mahu rujuk kepada al-Haq?

[ Jawaban ]

[+] “Jika nampak penyimpangan pada diri seorang yang menyatakan dirinya bermanhaj salafy, maka nasihatilah dia.

— Jika ia enggan untuk rujuk kepada al-Haq,
✘ tolaklah,
✘ tinggalkan,
✘ dan ingkarilah dia,
✘ serta dipisahkan dari jasad salafy (amputasi),
… sebagaimana anggota badan yang telah rosak dipotong demi menjaga keselamatan seluruh badan.”

📚[Al-Fatwa al-Jaliyah, 1/178]

[ س ] كيف نتعامل مع السلفي الذي يخالف ولا يرجع الى الحق؟

[ ج ] أذا ظهر من أحد من أصحاب المنهج السلفي يعني ممن ينتمون إليه شيء من المخالفات نصحوه. فأن أبى أن يرجع إلى الحق رفضوه وتركوه وأنكروا عليه وقطعوه من الجسم السلفي كالعضو الذي فسد فقطعه صاحبه استبقاء لسائر الجسم.

📚[كتاب الفتاوى الجلية ج1 ص178]

Url: http://bit.ly/Fw391103
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
(➊) WA Salafy Sumatera - Muhibbukum fillah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidani hafizhahullah / Dari: https://goo.gl/LXpjdF
(➋) @ManhajulAnbiya
(➌) @ForumSalafy / Dari: https://goo.gl/S64kRG
(➍) @thoriqussalaf - Muraja'ah terjemahan: Al-Ustadz Muhammad as-Sewed hafizhahullah / Dari: https://goo.gl/sJ6VtV

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.