Orang Yang Menuduh Zina Tanpa 4 Saksi Yang Adil Adalah Pendusta, Walaupun Dia Melihat Yang Dituduh Benar-Benar Berzina


🚇ORANG YANG MENUDUH ZINA TANPA 4 SAKSI YANG ADIL ADALAH PENDUSTA, WALAUPUN DIA MELIHAT YANG DITUDUH BENAR-BENAR BERZINA

(➊-i) ❱ Al-Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

{ وهكذا سمى الله تعالى القذفة كاذبين فقال: ﴿فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ.﴾ فالقاذف كاذب وان كان قذف من زنى في نفس الأمر. }

“Demikianlah Allah menamakan orang-orang yang menuduh zina (tanpa 4 saksi yang adil) itu sebagai para pendusta.

Allah Ta'ala berfirman: “Jika mereka tidak mendatangkan para saksi (4 orang yang adil), maka mereka itu di sisi Allah adalah para pendusta.” [QS. an-Nur: 13]

Jadi, seorang yang menuduh berzina (tanpa 4 saksi yang adil) itu adalah pendusta, sekalipun dia menuduh orang yang memang benar-benar berbuat zina.”

📚[Majmu'ul Fatawa, jilid 13 hlm. 199]

🚇MENGAPA MENUDUH ZINA ATAU LIWATH TANPA 4 SAKSI YANG TERPERCAYA DIHUKUM CAMBUK?!

(➊-ii) ❱ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

{ والرمي بالفاحشة دون سائر المعاصي جعل الله فيه حد القذف، لأن الأذى الذي يحصل به للمرمي لا يحصل مثله بغيره، فإنه لو رمي بالكفر أمكنه تكذيب الرامي بما يظهره من الإسلام، بخلاف الرمي بالفاحشة فإنه لا يمكنه تكذيب المفتري بما يضاد ذلك. }

※ “Orang yang menuduh orang lain melakukan fahisyah (zina atau liwath) maka Allah menetapkan hukuman terhadapnya berupa had al-qadzaf (80 kali cambukan), sedangkan tuduhan yang lain tidak mendapatkan hukuman seperti itu,

karena rasa sakit dalam hati yang dirasakan oleh pihak yang dituduh tidak sama jika dibandingkan dengan tuduhan yang lainnya,
seandainya dia dituduh kafir dia masih bisa mendustakan pihak yang menuduh dengan cara menampakkan Islam,
berbeda dengan tuduhan melakukan fahisyah yang tidak mungkin untuk mendustakan penuduh dengan hal-hal yang berlawanan.”

📚[Minhajus Sunnah an-Nabawiyyah, jilid 4 hlm. 346]

Url: http://bit.ly/Fw391211
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
(➊) @ForumSalafy
i- Dari: http://telegram.me/fawaz_almadkali/1808
ii- Dari: https://goo.gl/VyXAAm

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.