Metode Syaikh Rabi' Dalam Menyikapi Orang Yang Menyelisihi Manhaj


🚇METODE SYAIKH RABI' DALAM MENYIKAPI ORANG YANG MENYELISIHI MANHAJ

Berkata Asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah:

[•] Seorang penanya bertanya kepadaku tentang metode al-Imam Rabi' al-Madkhali dalam menyikapi orang yang menyelisihi (Manhaj Salaf)??

[ Maka aku katakan ]

Bahwa beliau selalu bersikap sabar, menasehati, dan menunda bantahan kepada orang yang menyelisihi — karena beliau bersemangat untuk menyatukan kalimat salafiyyin.

Namun apabila orang yang menyelisihi tidak menerima nasehat-nasehat yang terus diulangi dan tetap di atas penyelisihannya — maka wajib dibantah dan dihentikan kejelekannya.

Berkata Asy-Syaikh Rabi', “Maka kemudian aku merasa yakin bahwa sudah seharusnya menghukum orang yang zalim atas kezalimannya dan menghentikannya agar tidak melampaui batas, dan bahwa sikap diam atas hal tersebut padanya terdapat bahaya yang nyata terhadap para pemuda Salafi dan menjadikan mereka tertipu, juga ada bahaya atas dakwah Salafiyah itu sendiri.”

Dan siapapun yang berkata bahwa metode Asy-Syaikh Rabi' ini menyelisihi caranya Salaf — maka dia telah keliru.

Adapun perkataan yang telah dinukilkan dariku — maka aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada Nya, dan aku rujuk darinya.

[•] سألني سائل عن منهج الإمام ربيع المدخلي في تعامله مع المخالف؟

[ فأقول ]

هو قائم على الصبر والنصيحة ويؤخر الشيخ رده على المخالف حرصًا على جمع كلمة السلفيين فإذا لم ينتصح المخالف بالنصائح المتكررة وبقي على مخالفاته وجب الرد عليه وإيقاف شره. قال الشيخ ربيع: { فحصلت لي قناعة بأنه لا بد من مؤاخذة الظالم بظلمه وإيقافه عند حده، وأن السكوت عن ذلك فيه ضرر مؤكد على الشباب السلفي وتغرير بهم وضرر على الدعوة السلفية نفسها. } ومن قال إن منهج الشيخ ربيع مخالف لطريقة السلف فقد أخطأ، وما نقل عني فإني أستغفر الله وأتوب إليه، وأرجع عنه.

Url: http://bit.ly/Fw391020
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @SalafyTarakan - Alih bahasa: Al-Ustadz Abu Ahmad (Purwokerto) hafizhahullah // Dari: https://t.me/Arafatbinhassan/1387

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.