Wahai Para Pembawa Berita, “Menjadi Para Pendusta, Pengadu Domba & Pengobar Fitnah Itu Mudah & Banyak Jumlahnya Sedang Untuk Menjadi Orang Yang Adil, Amanah & Jujur Itu Sulit & Sedikit Jumlahnya.” — Maka Telitilah Dalam Membawa Dan Menukil Berita


🚇WAHAI PARA PEMBAWA BERITA, “MENJADI PARA PENDUSTA, PENGADU DOMBA & PENGOBAR FITNAH ITU MUDAH & BANYAK JUMLAHNYA SEDANG UNTUK MENJADI ORANG YANG ADIL, AMANAH & JUJUR ITU SULIT & SEDIKIT JUMLAHNYA.” — MAKA TELITILAH DALAM MEMBAWA DAN MENUKIL BERITA

[ Etika Pemberitaan Dalam Islam ]

❒ Orang yang menyampaikan suatu berita adalah orang yang paham terhadap berita yang disampaikan dan mengetahui kebenaran info yang hendak disajikan, terlebih apabila yang diberitakan berkaitan dengan masalah agama.

Sebab, semua ucapan dan perbuatan hamba akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah ‘azza wa jalla,

•• sebagaimana firman-Nya,

{ وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا }

“Dan janganlah kamu mengikuti (mengatakan) apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” [al-Isra’: 36]

•• Al-Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah mengatakan:

Sesuatu yang tidak diketahui oleh yang mengatakannya masuk di dalamnya — persaksian palsu, menuduh orang dengan tuduhan yang tidak benar, mengaku mendengar sesuatu yang dia tidak mendengarnya, dan mengaku-ngaku melihat sesuatu (padahal) ia tidak melihatnya. [Tafsir ath-Thabari, 15/86]

(( ※ )) Ketidakakuratan dalam menyampaikan permasalahan agama bisa berdampak luas seperti dihukuminya sesuatu yang halal menjadi sesuatu yang haram, demikian pula sebaliknya.

(•) Pembawa berita juga harusmenjunjung tinggi amanat ilmiah, menetapi kejujuran, serta memiliki integritas yang tinggi

✘- sehingga ia tidak akan memotong berita untuk menimbulkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat atau memberikan informasi yang bertentangan dengan realita hanya ingin meraup keuntungan duniawiah.

(•) Pembawa beritasebisa mungkin menggali berita dari sumber yang tepercaya dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ‘azza wa jalla kemudian di hadapan hukum yang adil yang berlaku.

✘- Adapun hanya sekadar sangkaan dan terkaan, maka hal ini berbahaya.

•• Rasulullah [ﷺ] bersabda (yang artinya), “Hati-hatilah kamu dari prasangka, karena prasangka adalah berita yang paling dusta.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

Url: http://bit.ly/Fw391004
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Asysyariah•Com { https://goo.gl/kBVBCa }

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.