“Pahami Petanya!” (Rute Syubhat dan Kegalauan Manhaj Pengobar Fitnah Sha’afiqah)


🚇“PAHAMI PETANYA!” (RUTE SYUBHAT DAN KEGALAUAN MANHAJ PENGOBAR FITNAH SHA’AFIQAH)

🔥BARU🔥
(22/09/1439H)

Abdurrahman bin Ahmad bin Buraik al-Awwaad -hafizhahullah- berkata:

Berhati-hati dan berlindunglah kepada Allah dari penyakit mem“bunglon” dalam beragama kepada Allah terkhusus di saat terjadi fitnah. Salafiyyin yang inshaf telah menyaksikan sifat bunglon yang ajaib pada sebagian manusia dalam fitnah yang sedang berlangsung saat ini. Dan yang lebih mencengangkan dari itu bahwa gonta-ganti warna ini -sampai saat ini- tidak diketahui secara pasti berada di atas warna apa.

Pada permulaanmenyeruak fitnah, mereka menjadikan kaidah ilmiah sebagai syiar mereka yaitu:

Ξ{ من علم حجة على من لا يعلم }Ξ
- Seorang yang mengetahui (hakikat seorang yang di-jarh) adalah hujjah di atas orang yang tidak tahu(yang menta’dil orang yang di-jarh).

Kemudian pada periode berikutnyaketika penukilan berita-berita bahwa ulama (Syaikh Rabi’) telah membaca dalil-dalil (dari yang men-jarh) dan tidak ditemui satu dalil pun yang membolehkan untuk disifati orang-orang yang tertuduh dengan dengan sifat-sifat itu (sha’afiqah dll), seketika itu mereka menolak kabar-kabar tersebut secara global dan terperinci

•• dengan berucap:

Ξ{ العالم لم تبلغه لأدلة }Ξ
- Ulama tersebut belum sampai kepadanya bukti-bukti yang ada.

Ξ{ البطانة تمنع وصول الحقيقة للعالم }Ξ
- Orang-orang dekatnya menghalangi sampainya hakikat permasalahan kepada Ulama tersebut.

Lalu pada tahapan selanjutnyatelah banyak tersebar penukilan ulama tersebut telah terang-terangan dan bersumpah bahwa beliau telah membaca bukti-bukti (yang diajukan atas tuduhan, pent.) huruf demi huruf dan tidak didapati suatu apapun padanya,

•• mereka pun berujar:

Ξ{ العالم قد يبلغه الدليل و لكن لم يفهمه }Ξ
- Ulama terkadang sampai kepadanya suatu dalil namun ia tidak memahaminya.

Periode selanjutnyaketika mereka telah gagal dari berbagai uzur yang mengaburkan permasalahan (untuk membela dedengkotnya: SMBH) tidak memberi keleluasaan pada mereka kecuali “bebas dalam mengambil sikap” dan mereka menjadikan baik hal tersebut (dalam anggapan mereka, pent.) dengan berbagai kaidah yang itu adalah (kaidah yang) benar namun dimaksudkan dengannya sesuatu yang tidak benar.

•• Semisal ucapan mereka:

Ξ{ كل يؤخذ من قوله و يرد }Ξ
- Setiap orang bisa diambil dan ditinggalkan ucapannya.

Ξ{ العالم ليس بمعصوم }Ξ
- Ulama itu tidak ma’shum.

Ξ{ كلام العالم ليس وحيا }Ξ
- Ucapan ulama itu bukan wahyu.

Ξ{ اعرف الحق تعرف أهله }Ξ
- Kenali kebenaran kamu akan mengetahui siapa orangnya.

Ξ{ ندور مع الددليل حيث دار }Ξ
- Kita berjalan bersama dalil kemana arahnya.

Ξ{ التعصب للحق لا للرجال }Ξ
- Fanatik itu kepada kebenaran bukan pada personal-personal tertentu.

Ξ{ ذم التعصب }Ξ
- Tercelanya fanatik.

Ξ{ ذم التقليد }Ξ
- Tercelanya taklid.

(•) Mereka hadirkan seluruh kaidah dengan disertai penukilan dari ulama yang dahulu dan sekarang. Sehingga mereka bisa mempropagandakan apa yang telah mereka yakini kebenarannya dari awal berupa tuduhan-tuduhan dan sifat-sifat (tercela) terhadap orang-orang yang mereka tuding.

(•) Mereka sampai saat ini bermain-main dengan berbagai tahapan tersebut dalam keterangan-keterangan mereka (menyerang orang yang tertuduh). Hal tersebut datang dari mereka sesuai penetapan mereka terhadap tingkatan orang yang diajak bicara dan kadar pengetahuannya dengan mengulur-ulur ketika di lapangan (pembicaraan). Sehingga mereka hampir tidak pernah kokoh di atas suatu ucapan dan warna!

▾▾

(02)
🔥جديد🔥

احذر وتعوذ بالله من داء التلون في دين الله خصوصا زمن الفتن شهد السلفيون المنصفون تلونا عجيبا من طائفة من الناس في الفتنة التي تمر بها الساحة اليوم، والأعجب من ذلك أن هذا التلون حتى الساعة لم يعرف استقرارا على لون معين!

➊ ففي بداية ظهور الفتنة جعلوا قاعدة علمية شعارا لهم وهي: من علم حجة على من لم يعلم.

➋ ثم في المرحلة التي تليها حيث تناقلت أخبار بأن العالم قرأ الأدلة ولم يجد فيها شيئا مسوغا لوصف المدعى عليهم بتلكم الأوصاف، حينها ردوا الأخبار جملة وتفصيلا وقالوا: العالم لم تبلغه الأدلة - البطانة تمنع وصول الحقيقة للعالم.

➌ ثم في المرحلة التي تليها لما تكاثرت النقول وصرح وأقسم العالم بأنه قرأ الأدلة حرفا حرفا ولم يجد فيها شيئا كما تقدم، قالوا: العالم قد يبلغه الدليل ولكن لم يفهمه.

➍ ثم في المرحلة التي بعدها حيث أفلسوا من الأعذار المتوهمة، ما وسعتهم إلا الاستقلالية في أخذ المواقف وبرروا لذلك بقواعد هي حق لكن أريد بها غير الحق، كقولهم: كل يؤخذ من قوله ويرد - العالم ليس بمعصوم - كلام العالم ليس وحيا - اعرف الحق تعرف أهله - ندور مع الدليل حيث دار - التعصب للحق لا للرجال - ذم التعصب - ذم التقليد ...

وكل قاعدة يأتون بنقول فيها عن العلماء قديما وحديثا حتى يروجوا لما اعتقدوا صحته ابتداء من تهم وأوصاف في حق المدعى عليهم. وهم حتى الساعة يتلاعبون بهذه المراحل في تصريحاتهم، وذلك يكون منهم بحسب تقديرهم لمستوى المخاطب ومدى إحاطته بما يرجي في الساحة، فلا يكادوا يثبتون على قول ولون!

✍️كتبه: عبد الرحمن بن أحمد بن بريك العواد

Url: http://bit.ly/Fw391016
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: WA Salafy Sumatera // ✍️Muhibbukum fillah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidani hafizhahullah // Dari: https://t.me/Nataouan/8145

{ ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لديك رحمة إنك أنت الوهاب. }

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” [QS. Ali Imran: 8]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.