Teroris - Khawarij Mencoreng Kemuliaan Syari'at Jihad


🚇TERORIS - KHAWARIJ MENCORENG KEMULIAAN SYARI'AT JIHAD

❒ Jihad merupakan salah satu amal termulia dalam Islam, yaitu berperang demi menegakkan dan membela agama Allah di muka bumi.
— Barangsiapa yang gugur dalam perang tersebut, dia akan gugur sebagai seorang syahid. Pahala besar dan derajat yang tinggi di surga akan diraihnya, Insyaallah.

(( ※ )) Besarnya keutamaan jihad dan keutamaan gugur sebagai syahid, membuat banyak kaum muslimin bersemangat untuk menjalankan amal yang mulia ini.
— Akan tetapi, sayang sekali, semangat yang besar tersebut sering tidak disertai bekal ilmu agama.
— Muncul tokoh-tokoh, dan kelompok-kelompok yang sangat kuat semangatnya membela agama, namun tidak berdasarkan bimbingan ilmu agama yang benar.

🔥Inilah yang memunculkan radikalisme dan terorisme🔥

✘- ISIS (Negara Islam di Irak dan Syam) hanyalah salah satu dari gerakan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan jihad dan negara Islam. Selain ISIS, masih banyak kelompok lain, di antaranya al-Qaeda, Front al-Nusra, Jamaah Jihad, dll.

✘- Ada pula yang muncul di negeri ini, seperti NII, jamaah Islamiyyah (JI), dll. Mereka meyakini bahwa prinsip yang mereka jalani adalah jihad. Mereka melakukan pengeboman, bom bunuh diri, pembunuhan, penculikan, perampokan, dan perlawanan terhadap pemerintah karena meyakini semua itu sebagai jihad yang mulia.

Akibatnya, jihad di mata khalayak umum tergambar sebagai tindakan penuh kekejaman dan kekerasan. Syariat jihad tercoreng keindahannya akibat ulah serampangan kelompok-kelompok radikal-teroris Khawarij itu.

✍🏻Majalah asy-Syari'ah | edisi MENGAPA TERORIS TIDAK PERNAH HABIS | halaman 7

Url: http://bit.ly/Fw390903
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Channel Telegram @ManhajulAnbiya

#antiteroris #khawarij #anjing_anjing_neraka #taatpemerintah #manhaj #ahlussunnah

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.