Shalat Taraweh Empat Rakaat Dengan Satu Salam


🚇SHALAT TARAWEH EMPAT RAKAAT DENGAN SATU SALAM

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Sebagian Imam shalat tarawih mereka mengumpulkan empat rakaat atau lebih dalam satu salam, tanpa duduk setelah dua rakaat, dan mereka menganggap kalau itu adalah termasuk sunnah. Apakah perbuatan ini memiliki dasar dalam syariat kita yang suci? [¹]

[ Jawaban ]

❒ Perbuatan ini tidak disyariatkan bahkan makruh atau haram menurut kebanyakan ulama.

•• Berdasarkan sabda Nabi [ﷺ]:

{ صلاة الليل مثنى مثنى }
“Shalat malam itu dua-dua.” [²] [Muttafaq alaih dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma]

•• Dan berdasarkan hadits yang tetap dari Aisyah radhiyallahu anha berkata:

{ كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي من الليل إحدى عشرة ركعة يسلم من كل اثنتين ويوتر بواحدة }
“Dahulu Nabi [ﷺ] shalat malam sebelas rakaat, beliau salam setiap dua rakaat dan melakukan witir satu rakaat.” [³] [Muttafaq alaih] — Dan hadits-hadits yang semakna ini banyak.

// •• // •• // •• //

(( ※ )) Adapun hadits Aisyah yang masyhur:

{ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي من الليل أربعاً فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي أربعاً فلا تسأل عن حسنهم وطولهن }
“Sesungguhnya Nabi [ﷺ] dulu shalat empat rakaat, maka jangan engkau tanya akan bagusnya dan panjangnya.” [⁴] [Muttafaq alaihi]

✓- Maka yang dimaksud adalah, beliau itu melakukan salam pada setiap dua rakaat,

✘- bukanlah yang dimaksud adalah beliau malakukannya empat rakaat dengan satu salam berdasarkan hadits Aisyah yang telah lalu.

•• Dan juga berdasarkan dari beliau [ﷺ] dalam sabda beliau: “Shalat malam itu dua-dua rakaat.” — Sebagaimana telah lalu.

✓- Dan hadits-hadits tadi itu saling membenarkan satu dengan yang lainnya, saling menafsirkan yang satu dengan lainnya.

(•) Maka wajib atas setiap muslim untuk mengambil semuanya dan menafsirkan hadits yang masih mujmal (umum) dengan yang mubayyan (khusus).

Hanya Allahlah tempat meminta taufiq.

———
Catatan kaki:
[¹] — Dimuat di majalah Ad-Dakwah edisi 1578 pada 21/9/1417.
[²] — Dikeluarkan oleh Bukhri dalam Kitab ash-Shalah bab al-Hilaq wal Julus fil Masjid no 473. Dan Muslim dalam kitab Shalat al-Musafirin wa Qashrihaa Bab Shalat al-Lail Matsna Matsna wal Witru rak’atun min akhiri Al-Lail no749.
[³] — Dikeluarkan oleh Muslim dalam Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashrihaa Bab Shalat al-Lail wa ‘adadu rakaati an-Nabiy shallallahu alaihi wasallam no. 736.
[⁴] — Dikeluarkan oleh Bukhari dalam kitab Al-Jumah bab Qiyam an-Nabi shallallahu alaihi wasallam no 1147. Dan Muslim dalam kitab Shalat al-Musafirin wa Qashrihaa Bab Shalat al-Lail wa ‘adadu rakaati an-Nabiy shallallahu alaihi wasallam no 738.

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

Url: http://bit.ly/Fw390911
// Sumber: @ForumSalafy // Dari: BinBaz.Org.Sa { https://goo.gl/xxLTMv }

#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.