Mencukupkan Shalat Tarawih Di Awal Malam Bersama Imam Pertama Hingga Selesai


🚇MENCUKUPKAN SHALAT TARAWIH DI AWAL MALAM BERSAMA IMAM PERTAMA HINGGA SELESAI

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Seseorang ketika bulan Ramadhan, dia mengerjakan shalat malam di awal waktu di sebuah masjid, kemudian dia kembali mengerjakannya di akhir waktu di masjid lain. Apakah pahala (shalat malam di akhir waktu) tersebut sama seperti (shalat malam di awal waktu)?

[ Jawaban ]

❒ Nabi [ﷺ] bersabda:

{ من قام مع الإمام حتى ينصرف -يعني: في قيام رمضان- كتب له قيام ليله }

“Barang siapa shalat malam bersama imam -yakni shalat Tarawih pada bulam Ramadhan- hingga selesai maka dituliskan untuknya pahala shalat malam seutuhnya”

(( ※ )) Jika seorang shalat bersama imam pertama, kemudian shalat kembali bersama imam kedua,
— maka tidak berlaku padanya bahwa 'dia shalat bersama imam hingga selesai'. Karena dia menjadikan shalat malamnya bersama dua imam.

Katakan kepadanya:
✓- Shalatlah engkau bersama imam pertama di awal waktu hingga selesai bersamanya.
✘- Atau (kalau tidak demikian) engkau akan terluput dari pahala (shalat malam seluruhnya).

📚[Liqa' al-Bab al-Maftuh, no: 176]

[ السؤال ]

فضيلة الشيخ، إذا كان الرجل في رمضان يصلي أول الليل في مسجد وآخر الليل في مسجد هل يكون الأجر مثله؟

[ الجواب ]

قال النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم: { من قام مع الإمام حتى ينصرف -يعني: في قيام رمضان- كتب له قيام ليله } فإذا صلى مع الإمام الأول ثم صلى مع الثاني لم يصدق عليه أنه صلى مع الإمام حتى ينصرف؛ لأنه جعل قيامه بين رجلين. فيقال له: إما أن تقوم مع هذا من أول الليل إلى آخره، وإما أن يفوتك الأجر.

📚[سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح 176]

📀 // Unduh audionya di:
- https://t.me/ukhuwahsalaf/6564

Url: http://bit.ly/Fw390913 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ManhajulAnbiya // Dari: BinOthaimeen•Net { https://goo.gl/rJgQwH }
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.