[AUDIO] Semangat Menuntut Ilmu Di Masa Fitnah - Al-Ustadz Hasan Rasyid


🚇SEMANGAT MENUNTUT ILMU DI MASA FITNAH

🕌Audio Kajian Islam Ilmiah
— Masjid Daarul 'Ilmi, Sungai Pinang - Samarinda
— Ahad, 13 Sya'ban 1439H ~ 29 Apr. 2018M

[🎙] Al-Ustadz Hasan Rasyid hafizhahullah
— 01. [Sesi 1] Durasi: 35:02
— 02. [Sesi 2] Durasi: 37:19
— 03. [Sesi TJ] Durasi: 41:51

- [00:00] Sikap terhadap Askari dan Dzul Akmal dan orang-orang yang getol membela keduanya terkait fitnah saat ini

- [03:48] Membaca karyanya Syaikh Muhammad bin Hadi ...

- [06:08] Bagaimana hukum 'azl .. ?

- [10:58] Menjawab Syubhat Jamaah Tabligh yang mengatakan bahwa diutusnya Muadz bin Jabal ke Yaman merupakan bentuk khuruj

- [16:35] Membunuh seseorang karena membela diri

- [18:54] Menyikapi seseorang yang kita dakwahi tentang manhaj ini namun orang tersebut mengatakan "Saya akan shalat istiqarah dulu dan kalau saya tidak mendapat petunjuk, saya tidak ikut seperti yang antum (dakwahkan)"

- [20:57] Apa ciri-ciri pengikut hawa nafsu di kalangan thalabul ilmu dan bagaimana menasehati mereka (dengan sedikit penjelasan tentang sikap kontradiksi Askari & Dzul Akmal dahulu dan sekarang)

- [24:05] Hukum ummahat jalan ke mall tanpa mahram karena dekat dengan rumah dan hukum mengendarai kendaraan sendiri walaupun bukan safar

- [32:12] Bagaimana caranya mendoakan orang tua yang masih melakukan kesyirikan dan sangat mempercayai orang-orang pintar

- [35:12] Bagaimana dengan orang "yang tawaqquf" dalam fitnah terkait dengan sha'afiqah

- [36:29] Mencukur kumis yang sudah berwarna putih

- [38:45] Mewarnai jenggot dengan warna perang ...

- [40:11] Bagaimana menghadapi orang yang apabila kita menasehatinya apabila melihat wanita ajnabi, tundukkan pandangan, tapi dia malah berkata ucapan istihza (mengolok-olokan)

📀 // Unduh audio di:
- https://t.me/Mp3_kajian/1362

Url: http://bit.ly/Mp3_kajian1362
// Sumber: @RadioIslamSamarinda

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.