Apa Hukum Memukul Anak?


🚇APA HUKUM MEMUKUL ANAK?

Asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad Ibnu Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada anda, wahai Syaikh yang mulia. Apa hukumnya memukul anak apabila dia salah ketika dia masih kecil? Apakah berpengaruh pukulan ini atas kejiwaannya? Bagaimana bimbingan untuk mendidik anak yang seusia ini?

[ Jawaban ]

❒ Ya, apabila anak tersebut menjadi baik dengan dipukul dan pukulan tersebut mesti dilakukan, maka tidak mengapa, sungguh hal ini adalah kebiasaan manusia yang telah berjalan.

(•) Apabila anak tersebut tidak menjadi baik dengan (pukulan tersebut) seperti anak yang di dalam buaian, dia sedang menangis dengan menjerit kemudian ibunya memukulnya, maka yang seperti ini tidak boleh karena yang demikian ini menyakitinya tanpa faidah.

❒ Patokannya adalah:
~ apakah pukulan ini menjadikan dia baik atau tidak, apabila dia menjadi baik (maka lakukanlah).

✘- Dan jangan dipukul dengan pukulan yang keras, tidak boleh memukul wajah, tidak boleh pula memukul anggota badan yang bisa menyebabkan dia meninggal dunia.
✓- Hanya saja yang dibolehkan adalah memukul punggung, bahu atau yang semisalnya dari tempat -tempat yang tidak menjadikannya binasa.

(•) Memukul wajah adalah perbuatan yang membahayakan, dikarenakan wajah adalah anggota tubuh manusia yang paling tinggi tempatnya, dan yang paling mulia. Apabila seseorang dipukul wajahnya, dia sangat merasa dihinakan daripada dipukul punggungnya. Oleh karena itu dilarang memukul wajah (di dalam syari'at Islam ini).

📀 // Unduh audionya di:
- https://t.me/ukhuwahsalaf/5534 atau https://goo.gl/F7vKBS

Url: http://bit.ly/Fw390615
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Channel Telegram @SalafyCurup - Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الله له // Dari situs BinOthaimeenNet {https://goo.gl/GTUybT}

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.