Pelajaran-Pelajaran Dari Fitnah Falih al-Harby dan Yahya al-Hajury


๐Ÿš‡PELAJARAN-PELAJARAN DARI FITNAH FALIH AL-HARBY DAN YAHYA AL-HAJURY

Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Hudzaify hafizhahullah

❒ Diantara kezhaliman kedua orang tersebut adalah

(✘) mereka menjarh orang lain secara global
(✘) dan mencela orang-orang mulia dengan timbunan –jika ungkapan ini tepat–

… dan apa dalil kedua orang tersebut?!

// - Adapun Falih

~ maka dia menolak jika ditanya oleh seseorang tentang hujjahnya,

~ dan dia mengklaim bahwa tidak sepantasnya seorang ulama ditanya oleh seseorang tentang vonisnya kepada orang lain sebagai ahli bid'ah, dan tidak wajib menjelaskan sebab jarh tersebut.

// - Sedangkan al-Hajury jika ditanya tentang hujjahnya

~ dia menjawab: “Hari-hari akan menjelaskan kepada kalian.” Maka dijawab: “Tidakkah engkau tinggalkan fitnah hingga hari-hari yang akan menjelaskannya?!” Ternyata hari-hari menjelaskan kezhalimannya sendiri sebelum jelas kezhaliman orang lain yang dia tuduh.

~ Dan jangan lupa bahwa yang menyingkap kesesatan kedua orang tersebut adalah orang yang seperti Ahmad bin Hanbal di masanya, yaitu Rabi’ bin Hady al-Madkhaly.

Letakkan hal ini di ingatan kalian dan jangan lupakan yang akibatnya kalian akan memetik buah yang pahit karena kelupaan kalian!

❒ Sedangkan hari ini ada orang-orang yang menjarh beberapa orang yang mulia secara global satu per satu dan tanpa hujjah,

~ dan orang-orang bodoh serta para fanatikus mengambil dari perkataan asy-Syaikh Rabi’ yang beliau ucapkan di beberapa kesempatan yang masing-masing memiliki situasi dan kondisi tersendiri, lalu mereka menempatkan perkataan beliau tersebut pada kasus yang sedang terjadi ini, padahal berbeda keadaan keduanya.

~ Orang bodoh yang lain mengingat-ingat perkataan asy-Syaikh Rabi' –ketika saya bertanya kepada beliau ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan orang-orang Aden– tentang tazkiyah asy-Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad untuk Abul Hasan al-Ma'riby, maka asy-Syaikh Rabi' menjawab:

“Seandainya dia ditazkiyah oleh al-Imam Ahmad, maka hal itu tidak akan berguna baginya setelah penjelasan sebab-sebab penyimpangan Abul Hasan.” –kurang lebih redaksinya demikian–

❒ Kita katakan kepada orang yang sok pintar ini: Asy-Syaikh Rabi' hanya mengatakan apa yang beliau katakan tersebut setelah selesainya transkrip berbagai kesesatan dan penyimpangan Abul Hasan dari kaset-kasetnya,

(•) yang mana penyimpangan-penyimpangannya berisi celaan terhadap para Shahabat di dalam beberapa kaset,
(•) kaidah-kaidah dakwah yang melayani kelompok-kelompok hizbiyyah,
(•) pujian terhadap para dedengkot kesesatan,
(•) serta celaan terhadap Ahlus Sunnah dan menyebut mereka dengan orang-orang yang rendah dan hina.

(✓) Setelah itu telah diadakan diskusi, dan para Masayikh telah mendengarnya dan mereka mengetahui hujjah pihak-pihak yang mengkritiknya.

≡ Maka, apakah perkara-perkara yang jelas ini engkau bandingkan dengan orang-orang yang tidak mampu menunjukkan hujjah yang diterima oleh para imam dunia di masa ini?!

Apakah engkau tidak punya akal?!

✍️ Ditulis oleh: Abu Ammar Ali al-Hudzaify
// Senin, 28 Rabi’ul Akhir 1439H

Url: http://bit.ly/Fw390606
๐Ÿ“ฎ••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Channel Telegram @JujurlahSelamanya // Dari: https://t.me/dourous_machaikhaden2/4378

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.