Kemanakah Perginya Matahari Ketika Terbenam?


🚇KEMANAKAH PERGINYA MATAHARI KETIKA TERBENAM?

[ Di dalamnya terdapat dalil bahwa yang benar adalah matahari itu mengelilingi bumi, bukan sebaliknya, -pent ][¹]

Dari Abu Dzar bahwa pada suatu hari Nabi [ﷺ] pernah bersabda,

“Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?”

Mereka berkata,

“Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui?”

Beliau bersabda,

“Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia tunduk bersujud. Dia tetap senantiasa seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu diapun bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang diingkari (aneh) sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya, ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.”

Rasulullah [ﷺ] bersabda (yang artinya),

“Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang terhadap dirinya ketika jiwa tersebut belum beriman sebelumnya atau dalam masa imannya tersebut dia belum mengusahakan suatu kebaikan sedikitpun.”

📚[Hadits ini dishahihkan Asy-Syaikh al-Albany dalam Shahihul Jami': 84][²]

🚇أين تذهب الشمس عندما تغيب

❱ عن أبي ذر الغفاري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أتدرونَ أينَ تَذهبُ هذهِ الشَّمسُ؟ إنَّ هذهِ تَجري حتَّى تَنتهيَ إلى مُستقرِّها تَحتَ العَرشِ، فتَخرُّ ساجِدةً، فلا تزالُ كذلِكَ حتَّى يُقالَ لها: ارتفِعي، ارجِعي مِن حيثُ جئتِ، فتَرجعُ، فتُصبحُ طالعةً من مطلَعِها، ثمَّ تَجري، حتَّى تنتَهيَ إلى مُستقرِّها تحتَ العَرشِ، فتخرُّ ساجِدةً، فلا تزالُ كذلك حتَّى يُقالُ لها ارتفِعي، ارجِعي مِن حيثُ جِئتِ، فتَرجعُ، فتُصبحُ طالِعةً مِن مَطلَعِها، ثمَّ تَجري، لا يستنكرُ النَّاسُ مِنها شيئًا، حتَّى تنتهيَ إلى مُستقرِّها ذاكَ تحتَ العرشِ، فيُقالُ لها: ارتفِعي، أصبِحي طالعةً مِن مَغربِكِ، فتُصبحُ طالِعةً من مغربِها، أتدرونَ متَى ذاكم ؟ حينَ لا ينفَعُ نَفسًا إيمانُها لَم تكن آمنَت مِن قبلُ أو كسَبت في إيمانِها خَيرًا.

📚[صححہ الألبانﮯ فﮯ صحيح الجامع، 84]
_ _ _ _
[¹] NB: Kami sebutkan hal ini sebagai tambahan faedah, sebagaimana disebutkan oleh para ulama ketika mereka berdalil dengan hadits abu dzar tersebut sebagai bukti/dalil bahwa matahari mengelilingi bumi, diantara yang menyebutkannya:
- [1] Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal 16. Demikian juga dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail 1/71, Darul Wathan, 1413H, (syamilah).
- [2] Asy-Syaikh Bin Baz dalam Majmu Fatawa Syaikh Bin Baz 9/228, Barakallahu fykum

[²] Diriwayatkan oleh Bukhari: 4802, 3199, 7424, 7433, Muslim: 159 -dan ini lafazhnya, Ath-Thayyalisi dalam Musnadnya: 460, Ahmad dalam Musnadnya: 5/145, 152, 165, 177, Abu Dawud: 4002, Tirmidzi: 3227, Nasa’i dalam Sunan Kubra: 11430, Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah: 4292, 4293, dan lain sebagainya. Seluruhnya dari jalur Ibrahim bin Yazid at-Taimi dari ayahnya dari Abu Dzar.]

// - At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”
// - Al-Baghawi berkata, “Hadits shahih menurut syarat Muslim.”

Url: http://bit.ly/Fw390607
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Channel Telegram Minhajussunnah An-Nabawiyyah @MinhajusSunnah_m

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.