Sikap Ghuluw Terhadap Seorang Ulama Tertentu, Fakta Yang Menyedihkan


🚇SIKAP GHULUW TERHADAP SEORANG ULAMA TERTENTU, FAKTA YANG MENYEDIHKAN

(➊) ❱ Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

“Sikap berlebihan (ghuluw) dalam memuliakan para masayikh walaupun telah diketahui sebagai perkara yang dianggap buruk dan tercela, namun itu adalah perkara yang nyata dilakukan oleh banyak orang-orang yang belum kokoh ilmunya dan tidak mengerti kedudukan para ulama.

Sungguh kita telah melihat orang yang bersikap ghuluw terhadap para ulama seperti al-Albany, Ibnu Baz, al-Utsaimin, serta al-Abbad, dan dia sedikitpun tidak menerima kritikan terhadap mereka selama-lamanya.

Jadi membatasi bahwa sikap ghuluw hanya terhadap asy-Syaikh Rabi' saja merupakan upaya mendramatisir permasalahan, menyembunyikan fakta yang sesungguhnya, dan sikap main-main. Padahal sesungguhnya asy-Syaikh Rabi' -semoga Allah senantiasa mencurahkan taufik-Nya kepada beliau- sering berlepas diri dari sikap fanatik dan taqlid kepada diri beliau.

✘ Sebenarnya kelakuan sebagian orang itulah yang menjadi sebab orang lain bersikap ghuluw terhadap para masayikh yang lain
✘ dan tidak mau menerima kritikan terhadap para ulama tersebut.

Maka, tidak boleh bagi orang yang memiliki mata yang cacat untuk melihat masalah-masalah ini lalu menetapkan vonis terhadapnya. Sikap adil dan sportif itu sangat berat dan mahal.”

* * *

🚇SIAPAPUN WAJIB MENERIMA NASEHAT DARI ORANG LAIN

(➋) ❱ Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

وقبول النصح واتباع الحق من أوجب الواجبات على المسلمين جميعاً من أي مصدر كان، ولا يجوز للمسلم أن يستصغر الناصح أو يحتقره مهما كان شأنه.

“Menerima nasehat dan mengikuti kebenaran termasuk kewajiban yang paling wajib atas kaum muslimin seluruhnya, dari manapun nasehat tersebut berasal.

Dan seorang muslim tidak boleh untuk meremehkan atau merendahkan orang yang menasehati bagaimanapun keadaannya.”

📚[Kaset: “Qubulun Nushi wal Inqiyad lil Haqq minal Wajibatil Azhimah alal Muslimin Jami’an”]

* * *

🚇SIKAP BIJAK KETIKA MENGHADAPI KRITIKAN DAN NASEHAT

(➌) ❱ Asy-Syaikh Abul Harits Ibrahim at-Tamimy hafizhahullah berkata:

‏إذا تعرضتَ لنقد من ناصحٍ فاجعل همك في الاستفادة منه، وهل هو في محله لتتدارك وتصحح أم ليس في محله، ولا تجعل همك كيف ترد على صاحبه وتبرر لنفسك!

“Jika Anda menghadapi kritikan dari orang yang menasehati, maka jadikanlah perhatian terbesar Anda untuk mendapatkan faedah darinya, dan perhatikanlah apakah kritikan tersebut memang tepat pada tempatnya sehingga Anda menyadarinya dan membenahinya, atau ternyata tidak tepat.

Dan jangan jadikan perhatian terbesar Anda bagaimana Anda bisa membantah orang yang menasehati Anda tersebut dan bagaimana Anda mencari pembenaran bagi diri Anda!

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
@ForumSalafy
(➊) Dari: https://goo.gl/tWPR9i
(➋) Dari: https://goo.gl/vAXXrN
(➌) Dari: https://goo.gl/dgBgE4

➥ #Manhaj #ghuluw #fanatik #wajib_menerima_nasehat #tidak_boleh #meremehkan #merendahkan #orang_yg_menasehati

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.