Keyakinan Tokoh-Tokoh Ikhwanul Muslimin Merupakan Musibah Bagi Kaum Muslimin Di Palestina


🚇KEYAKINAN TOKOH-TOKOH IKHWANUL MUSLIMIN YANG SESAT MERUPAKAN MUSIBAH BAGI KAUM MUSLIMIN DI PALESTINA

Pada tahun 1946 Hasan Al-Banna [¹] berceramah di hadapan tim gabungan Amerika dan Inggris dalam urusan Palestina, yang di antara isinya:

“… Sisi yang akan saya bicarakan adalah sebuah titik yang sederhana dari sisi pandang agama. Karena titik ini bisa jadi tidak dipahami oleh bangsa Barat. Oleh karena itu, saya hendak menjelaskannya dengan ringkas.

※ Saya tetapkan bahwa permusuhan kami dengan Yahudi bukan dari sisi agama, karena Al-Qur'an menganjurkan untuk bersahabat dan berkawan dengan mereka. Dan Islam adalah syariat kemanusiaan sebelum syariat kebangsaan. Juga Al-Qur'an telah memuji mereka dan menjadikan antara kita dengan mereka ikatan…

※ Ketika kami menentang hijrah Yahudi dengan segala kekuatan kami, adalah karena hal tersebut mengandung bahaya secara politis dan merupakan hak bagi kami, Palestina menjadi negara Arab.”

📚[Ikhwanul Muslimin Ahdatsun Shana’at Tarikh]

Ternyata ideologi ini diwarisi Dr. Yusuf Al-Qaradhawy [²], di mana ia mengatakan:

“Jihad kami melawan Yahudi bukan karena mereka Yahudi. Sebagian saudara yang menulis dalam masalah ini dan berbicara tentangnya menganggap bahwa kita memerangi Yahudi karena mereka itu Yahudi. Kami tidak memandang demikian.

※ Sehingga kita tidak memerangi Yahudi disebabkan aqidah, namun kita memerangi mereka dikarenakan tanah. Kita tidak memerangi orang kafir karena mereka itu orang kafir, namun memerangi mereka karena mereka telah merampas tanah dan negeri kita serta mengambilnya dengan cara yang tidak benar.”

📚[Majalah Ar-Rayah edisi 4696, 24 Sya’ban 1415 H, bertepatan 25 Januari 1995 M, dinukil dari buku Dhalalat Al-Qaradhawi hal. 8]

≡◈≡◈≡◈≡ Bantahan ≡◈≡◈≡◈≡

Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata:

■ “… Di saat Yahudi menjajah Palestina muncullah syiar-syiar jahiliah, nasionalisme, sosialisme, dan seterusnya, yang semestinya mereka bertaubat kepada Allah dari hal itu, dan kembali kepada-Nya agar berhak mendapatkan janji Allah berupa pertolongan-Nya atas musuh-musuh Allah. Tapi justru mereka menyambut ideologi-ideologi ini, nasionalisme, sosialisme, ba’ts dan seterusnya.

※ Maka golongan-golongan seperti ini tidak akan mendapat kemenangan, dan jihad mereka tidak Islami. Oleh karena itu, jihad di Palestina sampai sekarang bukanlah jihad yang Islami, tetapi atas nama nasionalisme dan kebangsaan.

※ Jika kaum muslimin kembali kepada jalan Allah dan bertaubat kepada-Nya lalu mereka mentarbiyah diri-diri mereka, anak-anak mereka dan pasukan mereka di atas tauhidullah yang murni serta terdidik di atas jihad demi menegakkan kalimat Allah supaya tinggi, ketika itulah insya Allah mereka dapat mengusir musuh itu.”

📚[Kaset Aqwal ‘Ulama Fil Jihad Al-Mu’ashir]

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
Majalah Asy-Syariah Online - Edisi 032

Catatan:
[¹] Hasan Al-Banna
- Orang yang berbaiat kepada empat thariqah Shufiyyah dan mengatakan dalam perkumpulan-perkumpulan bid'ah mereka, “Sang Nabi telah hadir dan telah memaafkan semua orang atas semua kejadian yang telah lewat dan berlalu.”
[²] Yusuf Al-Qaradhawy
- Orang yang memuji Yahudi dan mengatakan, “Kami berangan-angan negeri kami menjadi seperti negeri mereka (Yahudi).”
- Dia juga mengatakan ketika Yahudi mendapatkan 99% suara dalam pemilu, “Seandainya Allah menawarkan diri-Nya kepada seluruh penduduk bumi maka Dia tidak akan mencapai prosentase suara sebanyak ini.”

➥ #Nasehat #ikhwani #ikhwanul_muflisin #nasionalisme #kebangsaan #musibah #bagi_kaum_muslimin #palestina

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.