Bingkisan Teruntuk Para Pengobar Fitnah & Adu domba


🚇BINGKISAN TERUNTUK PARA PENGOBAR FITNAH & ADU DOMBA

[ Tanggapan Terhadap Fadhilatusy Syaikh Doktor Muhammad bin Hadi Dari Saudara yang Mencintainya, Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri ]


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

≡◈≡ Mukadimah ≡◈≡

Setelah meminta bimbingan kepada para ulama di Madinah, lalu saya istikharah kepada Allah, dengan memohon pertolongan Allah saya memutuskan untuk menulis tanggapan terhadap Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali setelah urusan dari beliau telah sampai pada puncaknya.

//
Sekelompok para pengobar fitnah di kota al-Madinah an-Nabawiyyah telah saling menyebarkan tuduhan dan sikap buruk kepada saya melalui ucapan saudara saya Fadhilatus Syaikh Doktor Muhammad bin Hadi al-Madkhali –semoga Allah memberi taufiq kepada beliau–, yaitu dengan ucapan beliau tentang saya, “Dia tidak mengenal adab dan tidak belajar tentangnya.”
// Sumber: [¹]

◈ Saya katakan:

≡※ (➊) Pertama ※≡

■ Adapun yang dikatakan oleh asy-Syaikh Muhammad bin Hadi tentang saya maka beliau dalam hal tersebut salah satu dari dua keadaan:

▸[ 1 ] ※ Bisa jadi beliau mengatakannya ketika marah akibat provokasi para penyebar fitnah, sebagaimana yang telah terjadi bersama sebagian masyayikh dan para penuntut ilmu.

Jika keadaannya seperti ini maka saya tidak mengatakan selain, “Semoga Allah mengampuni saudara saya asy-Syaikh Muhammad,” dan beliau termasuk orang yang paling mengetahui tentang akhlak, adab, cara mengajar saya, dan mengenal saya dengan baik.

▸[ 2 ] ※ Bisa jadi beliau mengatakannya dalam keadaan membenarkan hal itu dan tidak sedang marah.

Jika seperti itu maka beliau mengatakannya karena salah satu dari dua sebab:

[ A ] ▸ Bisa jadi karena hal-hal yang telah ada pada diri beliau sejak sekian lama karena saya tidak sependapat dengan beliau dalam menyikapi para penuntut ilmu, memberi gelaran buruk dan sifat-sifat yang tidak layak kepada mereka, padahal Allah Azza wa Jalla telah mengharamkan perbuatan saling memberi gelaran yang buruk.

◈ Sebagaimana firman-Nya:

《 وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ. 》

“Dan janganlah kalian mencela diri kalian sendiri dan jangan saling memanggil dengan gelaran yang buruk, seburuk-buruk nama yang mengandung kefasikan adalah setelah iman, dan siapa saja yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” [QS. al-Hujurat: 11]

[︿] Akhirnya orang-orang bodoh di sana sini menelannya mentah-mentah yang membuat para ulama dan orang-orang yang berakal merasa sangat tersakiti.

✓ Saya telah menulis surat khusus kepada beliau sekitar setahun yang lalu menjelaskan kepada beliau bahaya dari sikap beliau terhadap para penuntut ilmu, tetapi beliau sama sekali tidak membalas surat saya.
✓ Saya telah berulang kali menelpon beliau untuk mengunjungi beliau, namun beliau tidak pernah mengangkat teleponnya.
✓ Dan saya juga telah mengirim surat kepada beliau untuk mengunjungi beliau namun beliau juga tidak pernah membalasnya.
✓ Dan saya telah berbicara dengan masyayikh dan sebagian para penuntut ilmu di Madinah agar mereka menangani perkaranya sebelum menjadi semakin gawat, namun mereka tidak mendapatkan jawaban dari beliau dan beliau juga tidak menunjukkan bukti-bukti, hingga keadaannya menjadi fitnah, perdebatan, dan sikap kurang ajar terhadap sebagian masyayikh dan para penuntut ilmu.

✘ Akhirnya semua orang ikut bicara hingga kita menjadi bahan cacian orang-orang yang menyimpang dan menunggu-nunggu kehancuran kita,
✘ dan bahkan sebagian orang-orang yang berpenyakit mendapatkan kesempatan untuk membersihkan kejahatannya,
✘ dan orang yang ingin menghancurkan dakwah Salafiyyah mendapatkan kesempatan untuk meraih tujuannya,
✘ bahkan perkaranya hingga sebagian penuntut ilmu lari meninggalkan jalan dakwah Salafiyyah,
✘ sedangkan sebagian yang lain benar-benar dalam kebingungan akibat dari apa yang dia dengar dan dia lihat.

[︿] Wa laa haula wa laa quwwata illa billah, wa inna lillahi wa innailaihi raji’un.

[ B ] ▸ Bisa jadi beliau mengucapkannya karena pujian saya terhadap bantahan asy-Syaikh Nizar bin Hasyim dalam membela para penuntut ilmu yang telah diserang oleh asy-Syaikh Muhammad bin Hadi dan disifati dengan gelar-gelar buruk yang tidak pantas ditujukan kepada seseorang yang awam, apalagi kepada para penuntut ilmu dan masyayikh salafiyyun yang ditazkiyah dan dipuji juga oleh asy-Syaikh al-Allamah Rabi’ al-Madkhali dan asy-Syaikh al-Allamah Ubaid al-Jabiri, semoga Allah menjaga mereka semua.

※ Jika asy-Syaikh Muhammad bin Hadi marah karena saya tidak sependapat dengan beliau dan mensifati saya seperti itu karena saya menentang pendapat beliau terkait dengan para penuntut ilmu serta dukungan saya terhadap pihak yang membela saudara-saudaranya, maka –demi Allah– merupakan musibah dengan Anda membangun sikap-sikap Anda berdasarkan apakah saya sepakat dengan Anda atau saya memusuhi Anda dan mengerahkan orang-orang dungu untuk menyerang Anda dan saya mensifati Anda dengan kezhaliman dan kejahatan yang Anda mengetahui itu tidak benar.

※ Dan secara umum orang yang semisal saya kepada orang semisal beliau tidak ada selain menghadapi perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka saya katakan, “Semoga Allah memaafkan dan mengampuni Anda, wahai orang yang tercinta.”

※ Dan cukuplah Allah bagi saya dalam menghadapi kejahatan
▸ orang-orang yang suka lapor,
▸ tukang fitnah,
▸ suka mengadu domba,
▸ dan suka mencari muka,
▸ atau orang-orang yang kelihatannya membela asy-Syaikh Muhammad bin Hadi, padahal sebenarnya dia membela dirinya sendiri.

※ Kemudian sesungguhnya pendidikan yang kami dapatkan dan tabiat kami tidak rela akhlak kami hancur.

Dan berapa banyak kami menanggung gangguan dan disakiti demi membela saudara kami asy-Syaikh Muhammad bin Hadi –semoga Allah memberikan taufik kepada beliau–, dan sikap-sikap seperti ini banyak, dan beliau lebih mengetahui!!

Bahkan hingga kami dilarang untuk ikut pada sebagian kegiatan dakwah dan dari mengisi sebagian daurah karena pembelaan saya terhadap beliau, dan asy-Syaikh tahukah siapa yang saya maksud? Tetapi kebenaran lebih berhak untuk diikuti dan lebih kami cintai.

Pertolongan kami kepada orang yang dizhalimi dan kami menahan tangan orang yang zhalim merupakan kewajiban menurut syari’at, dan itu hakekatnya merupakan bentuk pertolongan untuknya

◈ Berdasarkan sabda Rasulullah [ﷺ]:

《 ﺍﻧْﺼُﺮْ ﺃَﺧَﺎﻙَ ﻇَﺎﻟِﻤًﺎ ﺃَﻭْ ﻣَﻈْﻠُﻮْﻣًﺎ! 》

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim dan yang dizhalimi.”

Kemudian ada seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, saya bisa menolongnya jika dia dizhalimi, namun jika dia berbuat zhalim, bagaimana cara saya menolongnya?”

Beliau menjawab:

《 ﺗَﺤْﺠُﺰُﻩُ ﺃَﻭْ ﺗَﻤْﻨَﻌُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈُّﻠْﻢِ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﺼْﺮُﻩُ 》

“Engkau halangi atau engkau cegah dia dari berbuat zhalim, maka sesungguhnya hal itu merupakan bentuk pertolongan kepadanya.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Mazhalim dari hadits Anas radhiyallahu 'anhu]


≡※ (➋) Kedua ※≡

■ Adapun para tukang fitnah dan orang-orang yang suka menyebarkan semua hal yang menimbulkan fitnah dan adu domba diantara masyayikh dan para penuntut ilmu,
▸ khususnya orang-orang yang datang ke Arab Saudi dan tinggal di Madinah serta mengobarkan keributan dengan berkeliaran dalam rangka menyebarkan fitnah dan keburukan serta saling membenturkan masyayikh,
▸ mengadu domba si A dan si B, memposting berbagai penjelasan dan menyebarkan berbagai tulisan secara luas hingga mereka menyalakan api permusuhan diantara orang-orang yang saling mencintai dan bersahabat,

[︿] maka terhadap mereka, saya memiliki urusan yang lain yang akan disampaikan insyaAllah dengan pertolongan dari Allah.

والله الموفق، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين.

❱ Ditulis oleh:
Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri
// Malam Selasa, 30 Rabi’ul Awwal 1439H

‏بعد استشارتي العلماء في المدينة، ثم استخارتي الله، قررت مستعيناً بالله كتابة وقفات مع فضيلة الشيخ محمد هادي المدخلي، بعد أن بلغ منه السيل الزبى.

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
@ManhajulHaqCom // Dari: https://twitter.com/abdulahaldafiri/status/943646575204724737 { Link teks asli: https://t.co/exQ67RDjKB }

Catatan:
[¹] https://twitter.com/abdulahaldafiri/status/943691247839076352

➥ #Terbaru #tanggapan_terhadap #Fadhilatusy_Syaikh_Doktor #Muhammad_bin_Hadi

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.