Diantara Penyakit Jiwa: Memusuhi Orang Yang Menasehati


🚇DIANTARA PENYAKIT JIWA: MEMUSUHI ORANG YANG MENASEHATI

(➊) ❱ Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:

‏من أمراض النفوس والمدارس العلمية والدعوية: أن تنصح بحق -والناصح راحم ومشفق- فتصبح بسبب النصح خصما للمنصوح ويعاملك هو وأتباعه وكأنك مذنب.

■ “Termasuk penyakit jiwa, di sekolah-sekolah ilmiyah, dan di medan dakwah; engkau menasehati dengan benar -dan seorang pemberi nasehat adalah orang yang pengasih dan penyayang-

※ lalu dengan sebab nasehat tersebut engkau menjadi dimusuhi oleh pihak yang dinasehati,

※ dan dia serta para pengikutnya menyikapi dirimu seakan-akan engkau orang yang melakukan sebuah dosa.”

* * *

🚇NASEHAT TEMANMU BUKAN ARTINYA DIA MEMBENCIMU

[ Hak Seorang Teman Terhadap Temannya Yang Lain ]

(➋) ❱ Berkata al-'Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah:

وليس من مقتضى الصحبة السكوت عن الخطأ الذي يقع من الصاحب والأخ بل عليه أن ينبه فورا وهذا هو الأخ الحقيقي والصاحب الصادق في صحبته.

أما الذي يسكت فإنه ما عرف ما عليه من الحق والواجب لإخوانه المسلمين والمسلمات.

■ “Bukanlah termasuk keharusan dalam pertemanan agar (seseorang) diam dari kesalahan yang terjadi pada salah seorang teman dan saudaranya.

※ Bahkan wajib baginya untuk segera memperingatkannya. Dan inilah sebenarnya saudara yang sesungguhnya dan sahabat yang jujur dalam pertemanannya.

※ Adapun orang yang diam (bila melihat kesalahan temannya-pent), maka sesungguhnya dia tidak mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya terhadap saudara-saudaranya (dari kalangan) kaum muslimin dan muslimat.”

📚['Aunul Ahadish Shamad 1/271]

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
(➊) @ForumSalafy // Dari https://twitter.com/aljuned77/status/728564610358448130
(➋) @hikmahsalafiyyah - Abu Abdillah Rahmat Situbondo // Dari Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

➥ #Manhaj #ikhlas #beda #orang_yang #jujur #dusta #fitnah

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.