Bagaimana Membedakan Orang Yang Jujur Dan Orang Yang Dusta


🚇BAGAIMANA MEMBEDAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

(➊) ❱ Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

■ “Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini.

(•) Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta.

(•) Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka.”

📚[Syarh ar-Risalah ad-Dalail, hlm. 77]

* * *

🚇ORANG YANG IKHLASH MUDAH KEMBALI KEPADA KEBENARAN

(➋) ❱ Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏لو كان عندي خطأ ما خجلت ولا ترددت عن إعلان الرجوع عنه،وأعوذ بالله من الإستكبار والعناد.

■ “Seandainya pada diri saya terdapat kesalahan,
▸ maka saya tidak akan keberatan dan tidak pula ragu untuk mengumumkan taubat darinya,
▸ dan saya berlindung kepada Allah
(•) dari sikap menyombongkan diri
(•) dan keras kepala.”

📚[Al-Majmu' al-Wadhih, hlm. 391]


📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber:
(➊) @ForumSalafy // Dari Channel Rudud Manhajiyyah { https://goo.gl/u89Fhj }
(➋) @ForumSalafy // Dari https://twitter.com/RabeeMadkhaly/status/756944456465735680

➥ #Manhaj #ik

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.