Bercerminlah! Amalanmu Yang Menjadi Bukti (Renungan Bagi Yang Suka Menyebar Tazkiyah Ulama Untuk Dirinya Atau Temannya)


🚇BERCERMINLAH! AMALANMU YANG MENJADI BUKTI (RENUNGAN BAGI YANG SUKA MENYEBAR TAZKIYAH ULAMA UNTUK DIRINYA ATAU TEMANNYA)

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

بسم الله الرحمن الرحيم

■ Kepada Ikhwah Salafifiyyin di Mesir -dan yang selainnya- semoga Allah memberi taufik kepada mereka dan meluruskan langkah-langkah mereka.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du:

■ Sungguh aku mewasiatkan kepada kalian untuk:
▸ bertakwa kepada Allah,
▸ ikhlash dalam ucapan dan amalan,
▸ dan berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Sunnah.

Serta berpegang teguh dengan akhlak yang tinggi (mulia) di dalam berdakwah kepada Allah dengan:
▸ Jujur,
▸ sabar,
▸ tawadhu’,
▸ halus,
▸ dan lemah-lembut.

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut mencintai kelembutan dalam seluruh perkara”.

Juga bersikap hikmah dan dengan ilmu. Sehingga dengan akhlak yang tinggi ini, orang-orang akan menerima dakwah kalian dan menghormatinya.

■ Selanjutnya aku mewasiatkan untuk kalian
▸ saling mempererat ukhuwah (persaudaraan) karena Allah,
▸ saling berkomunikasi dan saling mengunjungi karena Allah.
≡ Sungguh yang demikian itu akan menguatkan ukhuwah di antara kalian.

(✘) Dan aku memperingatkan kalian dari berpecah dan berselisih serta dari sebab-sebabnya. Hal itu termasuk yang menggembirakan syaithon dari manusia dan jin. Dan akan melemahkan dakwah kalian dan menjadikannya gagal.

(✘) Termasuk hal yang ingin aku peringatkan tentangnya yaitu bahwa sebagian orang mengaku mendapat tazkiyah (rekomendasi) yang datang dariku dan mereka menyebarkannya kepada orang-orang sedang aku sedikitpun tidak mengingat hal tersebut.

※ Namun tidak lain yang mentazkiyah seseorang adalah amalannya. Sehingga wajib atas setiap muslim untuk teguh mentazkiyah dirinya dengan:
▸ Ilmu yang bermanfaat,
▸ Amal shalih,
▸ Akhlak islami yang tinggi (mulia).

Semoga Allah menganugerahkan taufik, meluruskan langkah, dan mempersatukan hati-hati kalian.

Saudara kalian karena Allah,
Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhaliy
16/4/1430H

إلى الإخوة السلفيين في مصر – وغيرها - وفقهم الله وسدد خطاهم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أما بعد:

■ فإني أوصيكم بتقوى الله. والإخلاص لله في القول والعمل. والتمسك بالكتاب والسنة.

والتمسك بالأخلاق العالية في الدعوة إلى الله من: الصدق والصبر والتواضع واللين والرفق { فإن الله رفيق يحب الرفق في الأمر كله } والحكمة والعلم. فبهذه الأخلاق العالية يقبل الناس على دعوتكم ويحترمونها.

※ ثم أوصيكم بالتآخي في الله والتواصل والتزاور في الله؛ فإن ذلكم يوطد أركان الأخوة بينكم،

(✘) وأحذركم من التفرق والاختلاف وأسبابهما فإن ذلكم مما يفرح شياطين الإنس والجن ويوهن دعوتكم ويصيبها بالفشل.

(✘) ومما أحب التنبيه عليه هو أن بعض الناس يدعون تزكيات صدرت مني لهم وربما نشروها في الناس وأنا لا أذكر شيئاً من ذلكم.

※ وإنما يزكي المرء عمله. فعلى كل مسلم أن يزكي نفسه: بالعلم النافع والعمل الصالح والأخلاق الإسلامية العالية.

وفقكم الله وسدد خطاكم وألف بين قلوبكم.

أخوكم في الله
ربيع بن هادي عمير المدخلي
(16/ 4/ 1430هـ)

* * *

Faidah dari Nasihat Emas ini diantaranya:

▸[1] ※ Berdakwah di atas takwa dan ikhlas dengan berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah.

▸[2] ※ Berdakwah dengan akhlak mulia.

▸[3] ※ Membangun ukhuwah karena Allah.

▸[4] ※ Tazkiyah ulama kepada seorang da'i tidak bermanfaat ketika amal praktik dakwahnya berbeda di lapangan.

▸[5] ※ Ulama mentazkiyah sesuai dengan yang mereka pahami saja.

▸[6] ※ Tidak menyibukkan diri dengan menyebar tazkiyah ulama untuk dirinya. Cukup amalan dan praktik dakwahnya sebagai bukti kebenaran dakwahnya di atas manhaj salafus shalih.

▸[7] ※ Klaim tanpa bukti maka orang itu hanyalah mendakwa/ mengaku-aku saja.

الدعاوى إذا لم يكن لها بينات فأهلها أدعياء.

▸[8] ※ Seorang yang benar bertakwa kepada Allah dalam amalan dan dakwahnya pasti akan Allah tampakkan kebenarannya. Demikian pula sebaliknya.

▸[9] ※ Hendaknya kita merenungi dan mengingat kembali hadits berikut ini:

{ إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ }

“Jika Allah mencintai seorang hamba Dia akan menyeru kepada Jibril ‘Sungguh Allah mencintai fulan maka cintailah dia’ maka Jibril pun mencintai hamba tersebut. Lalu Jibril menyeru kepada penduduk langit (para malaikat), ‘Sungguh Allah mencintai fulan maka cintailah dia’ maka penduduk langit mencintainya. Kemudian diberikan kepada hamba tersebut penerimaan (oleh manusia) di muka bumi.” [Hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhoriy]

▸[10] ※ Pengakuan atas kebenaran dakwah seseorang tidak bisa dipaksakan. Walau ada tazkiyah ulama. Karena Ulama mentazkiyah berdasarkan apa yang ia ketahui. Dan manusia menimbang tazkiyah ulama dengan apa yang mereka ketahui berdasar fakta di lapangan dakwah.

▸[11] ※ Buktikan keikhlasan, kejujuran, dan ketakwaan dalam dakwahmu, Allah akan tanamkan rasa cinta dan penerimaan di hati-hati manusia kepada dakwahmu. Allahul Musta'an.

▸[12] ※ Ikhlas, takwa, dan jujur dalam berdakwah ada ciri dan aromanya di mata dan hati manusia. Akan harum dan indah dalam penciuman dan penglihatan pandangan manusia.

Kepada Allah semata kita memohon anugerah keikhlasan, kejujuran, dan ketakwaan dalam berdakwah kepada Allah. Dan berlindung kepada-Nya dari kebalikannya.

ربنا لا تزغ قلوبنا بع إذ هديتنا.
حسبنا الله و نعم الوكيل.
لا حول و لا قوة إلا بالله.

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari WA Majmu'ah Salafy Sumatera - Faidah dari al-Ustadz Abu Yahya Abdullah al-Maydaniy hafizhahullah // Sumber: https://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=99991

➥ #Manhaj #Renungan #rekomendasi #tadzkiyah #pujian #celaan #amalan #menjadi_bukti

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.