Kapan Seseorang Dikatakan “Ahlus Sunnah”

[ Sebuah Catatan Bagi Mereka Yang Sering Mengaburkan Penyebutan Mubtadi' (Ahli Bid'ah) Terhadap Seseorang Atau Terhadap Suatu Kelompok Kerena Ingin Membela Mereka Atau Menolak Tahdzir Ulama Atas Mereka Atau Karena Suatu Tujuan Yang Tertentu ]

❱ Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-madkhali hafizhahullah berkata:

■ “Seseorang tidak termasuk Ahlus Sunnah kecuali apabila dia:
(•) Mengikuti sunnah
(•) Mencintai dan berloyal terhadap orang yang berpegang dengannya,
(•) Membenci kebid’ahan dan pelakunya.

※ Inilah tolak ukur sebenarnya yang tidak dapat dirubah dan diganti.”

📚[Al-Iqnà', hlm 80]

❱ قال الشيخ. العلاّمــة ّمُحَمَّد بنُ هَادِي المَدْخَلِي -حَـفِظَهُ الله-:

■ الرجل لا يكن من أهل السُّـنَّة إلا إذا كان:
(•) متـبعا لـها،
(•) ومحبا ومواليا لأهلها،
(•) ومبغضا للبدعة وأهلها،

※ فهذا هو القياس الحقيقي الذي لا يتغير ولا يتحول.

📚[الإقناع، ص ٨٠]

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari situs Manhajul-Anbiya.Net

➥ #Manhaj #bid_ah #kapan_seseorang #disebut_sebagai #mubtadi #bukan_salafy #ahlus_sunnah #hizbi #hizbiyyah

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.