Tahdzir, Salah Satu Prinsip Penting Dalam Islam

[¹] Asy-Syaikh Muhammad 'Umar Bazmul hafizhahullah

[ Seseorang berkata ]

“Engkau memecah belah kaum muslimin karena tulisanmu tentang jama'ah (Ikhwanul Muslimin).”

[ Aku katakan ]

※ Aku mentahdzir (manusia) dari ahlul bid'ah. Dan memisahkan antara pengikut al-haq dan pengikut kebathilan termasuk tujuan yang agung (dalam Islam).

※ Allah menamakan kitab-Nya dengan “al-Furqan” karena kitab itu memisahkan antara pengikut al-haq dan pengikut kebathilan.

※ Dan Rasulullah ﷺ pun disifati sebagai pemisah antara seorang ayah dengan anaknya, seorang wanita dengan suaminya, karena apa (risalah) yang beliau bawa.

※ Allah juga menguji para hamba-Nya dalam rangka memisahkan antara yang jelek dari yang baik.

◈ Allah Ta’ala berfirman:

《 مَّا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ 》

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang mukmin berada di atas keadaan kalian sekarang ini, hingga Dia memisahkan antara yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin).” [Q.S. Ali 'Imran: 179]

[ قال ]

أنت تفرق بين المسلمين بما تكتبه عن الجماعة!

[ قلت ]

※ أنا أحذر من أهل البدع، والتفريق بين أهل الحق وأهل الباطل، هو من المقاصد العظيمة،

※ فالله سمى كتابه (الفرقان) لأنه يفرق بين أهل الحق والباطل،

※ والرسول صلى الله عليه وسلم وصف بأنه يفرق بين الأب وابنه والمرأة وزوجها بما جاء به،

※ والله يبتلي العباد ليميز الخبيث من الطيب

◈ قال تعالى: 《 مَّا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ 》 [آل عمران: 179].

••••
📮https://t.me/ukhuwahsalaf [M.U.S]
🌍www.alfawaaid.net

₪ Dari Channel Telegram @GoresanFawaid // Dari Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) // Sumber: https://www.facebook.com/mohammadbazmool/posts/1427776900674125

Catatan:
[¹] Tulisan di atas diposting di akun FB asy-Syaikh hafizhahullah setelah beliau memposting secara berseri puluhan kesesatan Ikhwanul Muslimin di akun beliau tersebut.

➥ #Manhaj #tahdzir #pemisah #alhaq #albathil

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.