Tahdzir Adalah Nasehat

■ Tahdzir merupakan
(•) aplikasi dari Amar Ma'ruf Nahi Munkar,
(•) bahkan termasuk nasehat terhadap umat.

✔ Nasihat agar menjauhi kebatilan dan pengusungnya,
✔ sekaligus sebagai nasehati terhadap orang yang ditahdzir agar mengintropeksi diri dan tersadar dari penyimpangannya.

◈ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

《 ■ “Jika penyampaian nasehat wajib dilakukan demi kemashlahatan agama, baik yang bersifat khusus maupun umum, seperti yang terkait para perawi hadits yang melakukan kesalahan dalam periwayatannya atau berdusta.

(•) Sebagaimana yang dikatan oleh Yahya bin Sa'id, “Aku bertanya kepada Malik, Sufyan, ats-Tsauri, al-Laits bin Sa'ad –tampaknya al-Auza'i juga– tentang seseorang yang diduga berdusta dalam periwayatan hadits atau tidak hafal?” Mereka berkata, “Jelaskanlah Keadaannya!!”

(•) Sebagian orang ada yang berkata kepada al-Imam Ahmad rahimahullah, “Sungguh berat bagiku memvonis si fulan demikian dan si fulan demikian!” Al-Imam Ahmad menjawab, “Jika kamu diam dan aku pun diam, kapankah seorang yang jahil (bodoh/tidak mengerti) dapat membedakan antara hadits yang shahih dengan hadits yang lemah?!”

[↑] Seperti itu pula kondisi para pengusung bid'ah yang mempunyai berbagai statemen atau ibadah yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Jadi, menjelaskan keadaan mereka dan memperingatkan umat dari mereka adalah kewajiban sebagaimana kesepakatan kaum muslimin.” 》[Majmu' Fatawa, 28/231]

◈ Asy-Syaikh al-'Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

《 ■ “Manakala pengusung kebenaran (ahlul haq) berdiam diri, tidak menjelaskan kesalahan-kesalahan (baca: penyimpangan) orang-orang yang bersalah dan kekeliruan-kekeliruan orang yang keliru,

(•) niscaya tidak akan terwujud dakwah kepada kebaikan dan amar ma'ruf nahi munkar yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada mereka.

Merupakan sesuatu yang maklum, sebab tergoresnya sebuah dosa ialah
(•) sikap diam terhadap kemungkaran,
(•) membiarkan orang yang menyimpang di atas penyimpangannya,
(•) dan orang yang menyelisihi kebenaran di atas keselahannya.

[↑] Sikap diam tersebut tentu bertentangan dengan apa yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu nasehat, tolong-menolong di atas kebaikan, dan amar ma'ruf nahi munkar. Wallahul Muwaffiq.” 》[Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah 3/69]

Ξ Bisa jadi, di antara pembaca ada yang bergumam,

“Justru dengan sebab tahdzir itulah, terjadi berbagai kekacauan dan perpecahan di tengah umat.”

◈ Menanggapi hal ini, Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

《 ■ “Mentahdzir manhaj-manhaj yang menyimpang dari manhaj salaf
(•) justru mempersatukan kalimat umat islam,
(•) tidak memecah belah barisan mereka.

[↑] Manhaj-manhaj yang menyimpang itulah yang sebenarnya memecah belah barisan umat Islam.” 》[Al-Ajwibah al-Mufidah, hal. 157]

••••
📮https://t.me/ukhuwahsalaf [M.U.S]
🌍www.alfawaaid.net

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya // Sumber: Majalah asy-Syari'ah, edisi 107 (vol. IX/1436H/2015M), tulisan “Ketika Tahdzir Dipersoalkan” oleh al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, hal.8-9

➥ #Manhaj #Tahdzir #nasehat #rahmat #amar_makruf #nahi_mungkar

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.