Membantah Penyimpangan Adalah Bentuk Kecintaan Terhadap Agama Islam

Asy-Syaikh al-‘Allamah Ahmad bin Yahya bin Muhammad an-Najmi rahimahullah berkata:

■ Kita mengetahui bahwa bantahan-bantahan yang terjadi,

(●) hanyalah dijatuhkan terhadap orang-orang yang berbuat kesalahan dalam akidah atau selainnya, sehingga mereka memasukkan ke dalam Islam sesuatu yang bukan bagian darinya.
╰• Mereka menghalalkan yang haram,
╰• mengharamkan yang halal,
╰• membolehkan yang dilarang,
╰• mendiamkan kesyirikan,
╰• menundukkan pandangan dari pelakunya,
╰• atau mengada-adakan kebid’ahan dalam agama hingga orang mengira (meyakini) bahwa bid’ah-bid’ah itu adalah bagian dari agama.

(●) Oleh karena itu, para ‘ulama salafiyyun membantah ahlu bid’ah dan menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang mereka tersalah padanya, baik dalam masalah:
╰• akidah,
╰• mu’amalah,
╰• atau ibadah.

(●) Dan mereka yang mengemban perbuatan ini dan membebani diri mereka dengan bantahan tersebut, mereka hanyalah melakukannya
╰• dalam rangka menjelaskan kebenaran dan menolak kebatilan
╰• sebagai bentuk kecintaan terhadap agama dan penjagaan baginya dari masuknya berbagai perkara yang bukan bagian darinya.

[✔️] Mereka ini telah melakukan apa yang Allah perintahkan. Mereka tidak melampaui batas terhadap seorang pun dan tidak keluar dari kebenaran. Mereka hanya ingin memahamkan kebenaran kepada manusia dan menjauhkankan dari kebatilan.
╰• Barang siapa menyalahkan mereka, maka dia telah berbuat salah
╰• dan barang siapa menyesatkan mereka, berarti dialah orang yang tersesat.

๐Ÿ“šSumber: [Al-Fatawa al-Jaliyah, 1/32]

■ ู†ุนู„ู… ุฃู†َّ ุงู„ุฑุฏูˆุฏ ุงู„َّุชِูŠ ุชู‚ุน ุฅู†َّู…ุง ุชู‚ุน ุนู„ู‰ ุฃู‚ูˆุงู…ٍ ุฃุฎุทุฃูˆุง ููŠ ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉ ุฃูˆ ููŠ ุบูŠุฑู‡ุง, ูุฃุฏุฎู„ูˆุง ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ ุฃุญู„ูˆุง ุญุฑุงู…ًุง، ุฃูˆ ุญุฑู…ูˆุง ุญู„ุงู„ุงً، ุฃูˆ ุฃุจุงุญูˆุง ู…ู…ู†ูˆุนًุง، ุฃูˆ ุณูƒุชูˆุง ุนู† ุงู„ุดุฑูƒ، ูˆุบุถูˆุง ุงู„ุทุฑู ุนู† ุฃู‡ู„ู‡، ุฃูˆ ุงุจุชุฏุนูˆุง ุจุฏุนุฉً ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ุญุชู‰ ูŠุธู†ُّ ุงู„ุธุงู† ุฃู†َّ ุชู„ูƒ ุงู„ุจุฏุน ู…ู† ุงู„ุฏูŠู†.

ูู…ู† ุฃุฌู„ ุฐู„ูƒ ุฑุฏَّ ุฃู‚ูˆุงู…ٌ ู…ู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ุนู„ู‰ ุฃู‚ูˆุงู…ٍ ู…ู† ุงู„ู…ุจุชุฏุนุฉ ูˆุจูŠู†ูˆุง ุงู„ุฃุฎุทุงุก ุงู„َّุชِูŠ ูˆู‚ุนูˆุง ููŠู‡ุง, ุณูˆุงุกً ูƒุงู†ุช ููŠ ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉ، ุฃูˆ ููŠ ุงู„ู…ุนุงู…ู„ุงุช، ุฃูˆ ููŠ ุงู„ุนุจุงุฏุงุช.

ูˆุฅู†َّ ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุฐูŠู† ูุนู„ูˆุง ุฐู„ูƒ، ูˆูƒู„ููˆุง ุฃู†ูุณู‡ู… ุจุงู„ุฑุฏ ุฅู†َّู…ุง ูุนู„ูˆุง ุฐู„ูƒ ุจูŠุงู†ًุง ู„ู„ุญู‚، ูˆุฏูุนًุง ู„ู„ุจุงุทู„، ูˆุฐูˆุฏًุง ุนู† ุงู„ุฏูŠู†، ูˆุญู…ุงูŠุฉً ู„ู‡ ู…ู† ุฃู† ูŠุฏุฎู„ ููŠู‡ ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡.

ูู‡ุคู„ุงุก ู‚ุฏ ูุนู„ูˆุง ู…ุง ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡، ูˆู„َู… ูŠูƒู† ู…ู†ู‡ู… ุงุนุชุฏุงุก ุนู„ู‰ ุฃุญุฏ ูˆู„ุง ุฎุฑูˆุฌٌ ุนู† ุงู„ุญู‚، ูˆุฅู†َّู…ุง ุฃุฑุงุฏูˆุง ุฃู† ูŠูู‡ู… ุงู„ู†ุงุณ ุงู„ุญู‚، ูˆูŠุจุชุนุฏูˆุง ุนู† ุงู„ุจุงุทู„، ูู…ู† ูŠุฎุทุฆู‡ู… ูู‡ูˆ ุงู„ู…ุฎุทุฆ، ูˆู…ู† ูŠุถู„ِّู„ู‡ู… ูู‡ูˆ ุงู„ุถุงู„.

๐Ÿ“šุงู„ู…َุตุฏุฑُ: [ุงู„ูุชู€ุงูˆุฆ ุงู„ุฌู„ูŠู€ุฉ، 1/32]

••••
๐Ÿ“ฎhttps://t.me/ukhuwahsalaf [M.U.S]
๐ŸŒwww.alfawaaid.net

₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Kunjungi: http://forumsalafy.net/membantah-penyimpangan-adalah-bentuk-kecintaan-terhadap-agama-islam // Sumber: https://t.me/munhaj_alssilf_alssalih/160

➥ #Manhaj #rudud #bantahan #bentuk #kecintaan #kepada_Islam #menjelaskan_kebenaran #menolak_kebatilan

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.