Jika Dengan Kelembutan Tidak Memadai, Maka Harus Dengan Sikap Yang Keras Di Dalam Menjelaskan Pengingkaran Dan Nasehat

[ Membungkam mulut khabits Firanda (dedengkot Radio TV Rodja) yang mencela Syaikh Rabi hafizhahullah sebagai Mutasyaddid ]

❱ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

■ Sebagian orang menganggap semua pengingkaran dan nasehat merupakan sikap keras.

※ Seandainya engkau mengatakan kepadanya,
(•) “Engkau salah”, atau,
(•) “Ini salah”, atau
(•) “Ini maksiat”,
… dia akan mengatakan kepadamu,
(•) “Engkau mutasyaddid
(•) dan ini sikap keras.”

※ Padahal apa yang engkau katakan itu sama sekali bukan termasuk sikap keras. Jadi sikap keras itu berbeda-beda penempatannya sesuai perbedaan keadaan manusia.
(•) Sikap keras sendiri tidak diperbolehkan selama cukup dengan kelembutan.
(•) Adapun jika kelembutan tidak cukup maka harus dengan sikap yang keras.

◈ Allah Ta'ala berfirman:

《 ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺟَﺎﻫِﺪِ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻏْﻠُﻆْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢ. 》

“Wahai Nabi, berjihadlah terhadap orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikaplah keras terhadap mereka.” [QS. At-Taubah: 73 dan QS. At-Tahrim: 9]

📚[Ni'matul Amni wa Bayanu Muqawwimatih, hal. 25]

••••{ Judul dari Admin }
📮https://t.me/ukhuwahsalaf [M.U.S]
🌍www.alfawaaid.net

₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Dari Saluran Telegram Abul Harits Ibrahim at-Tamimy

➥ #Manhaj #bantahan #nasehat #pengingkaran #sikap_keras #mutasyaddid

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.