Bantahan Atas Mereka Yang Bermudah-mudahan Dan Memperluas Masalah Pembolehan Gambar (foto + Video + Tv + Selfie dll) Berdalih Dengan Fatwa Syaikh al-Utsaimin Rahimahullah

Telitilah dengan saksama, apakah mereka yang mengambil fatwa-fatwa pembolehan gambar oleh Syaikh al-Utsaimin rahimahullah telah memperhatikan ketentuan yang telah beliau rahimahullah gariskan? Ataukah mereka menggunakan fatwa beliau rahimahullah hanya sekedar untuk memenuhi hajat dan hawa nafsu mereka yang rusak?

Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وأصلي وأسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعه بإحسان إلى يوم الدين أما بعد:

■ Telah banyak pertanyaan seputar apa yang telah disebarkan di pertemuan antara saya dan redaksi surat kabar al-Muslimun pada hari Jum’at 29/111410 no. 281 tentang hukum menggambar dengan fotografi.

(•) Dan di pertemuan tersebut saya menyebutkan bahwa saya tidak berpendapat menggambar dengan fotografi yang sifatnya seketika yang gambarnya keluar langsung tanpa upaya oksidasi dari dalam, termasuk menggambar yang dilarang oleh Ar-Rasul -ﷺ- dan beliau laknat pelakunya.

※ Saya menyebutkan alasannya lalu saya katakan: Tetapi tidak sepantasnya untuk dikatakan: “Apa tujuan dari perbuatan ini?”

(•) Jika memang tujuannya adalah perkara yang mubah dengan dibolehkannya tujuan yang dimaksudkan,
(•) namun jika tujuannya tidak diperbolehkan (haram) maka perbuatan ini menjadi haram,

… bukan dikarenakan hal itu merupakan perbuatan menggambar, tetapi karena tujuannya adalah sesuatu yang haram.

[↑] Karena yang berbicara dengan saya adalah seorang wartawan, saya menyebutkan sebuah contoh haram yang berkaitan dengan surat kabar, yaitu menggambar wanita di lembaran-lembaran surat kabar dan majalah. Saya tidak menyebutkan contoh yang banyak karena mencukupkan dengan kaedah yang baru saja disebutkan,

(•) yaitu kapan saja tujuannya adalah sesuatu yang mubah maka perbuatan ini mubah,
(•) dan kapan saja tujuannya tidak diperbolehkan (haram) maka perbuatan ini pun haram hukumnya.

… Hanya saja sebagian penanya di pertemuan ini ingin disebutkan contoh lebih banyak tentang yang mubah dan yang haram. Maka dalam rangka memenuhi keinginan mereka, sekarang saya sebutkan contoh-contoh yang mubah:

※ Tujuan menggambar (yang mubah, -red.) ini adalah;

(•) karena butuh untuk memastikan sesuatu seperti memastikan identitas (seperti KTP, SIM, Pasport, Visa dll. -pent),
(•) kecelakaan lalu lintas,
(•) kejahatan/kriminalitas,
(•) penyelidikan seperti seseorang diminta untuk menyelidiki sesuatu lalu dia mengambil gambar untuk memastikannya.

※ Sedangkan yang termasuk contoh-contoh yang diharamkan adalah;

(•) Menggambar untuk kenang-kenangan seperti mengambil gambar teman, pesta pernikahan dan semisalnya, karena hal itu menuntut untuk merawat gambar-gambar tanpa keperluan dan ini haram hukumnya. Karena telah pasti dari Nabi -ﷺ- bahwa malaikat tidak akan masuk ke sebuah rumah yang ada gambarnya. [HR. al-Bukhary, no. 3224 dan Muslim, no. 5636]. Dan yang termasuk darinya adalah;
(•) Merawat gambar orang yang sudah meninggal, yang dicintai, seperti ayahnya atau saudaranya yang bisa dia lihat sewaktu-waktu, karena hal itu bisa mengambuhkan kesedihan dan bisa menyebabkan ketergantungan hati dengan orang yang telah meninggal itu.
(•) Menggambar untuk menikmati atau bersenang-senang dengan melihat gambar, karena hal itu bisa menyeret kepada perbuatan yang keji.

[↑] Dan yang wajib atas siapa saja yang memiliki sedikit saja gambar-gambar untuk tujuan ini untuk merusaknya agar dia tidak terkena dosa dengan merawatnya.

Ini contoh-contoh bagi kaedah yang telah disebutkan tadi dan bukan sebagai bentuk pembatasan. Tetapi siapa yang Allah beri pemahaman dia akan bisa menerapkan dengan benar bagaimana menilai gambar-gambar yang lain dengan kaedah ini.

Demikian, dan saya memohon kepada Allah agar memberikan hidayah dan taufik bagi kita semua agar bisa melakukan hal-hal yang Dia cintai dan Dia ridhai.

📚[Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/271 cetakan tahun 1413 terbitan Darul Wathn format PDF]

وقال العلامة ابن عثيمين رحمه الله تعالى:

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وأصلي وأسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعه بإحسان إلى يوم الدين أما بعد:

■ فقد كثر السؤال حول مانشر في المقابلة التي جرت بيني وبين مندوب جريد"المسلمون" يوم الجمعة 29/11/1410هــ بالعدد 281 حول حكم التصوير الفوتوغرافي و ذكرت في هذه المقابلة أني لا أرى أن التصوير الفوتوغرافي الفوري الذي تخرج فيه الصورة فوراً دون تحميض داخل في التصوير الذي نهى عنه الرسول صلى الله عليه وسلم و لعن فاعله.

※ و ذكرت علة ذلك ثم قلت: و لكن لاينبغي أن يقال: ماالغرض من هذا العمل؟

(•) إذا كان الغرض شيئاً مبحاً بإباحة الغرض المقصود منه،
(•) و إذا كان الغرض غير مباح صار هذا العمل حراماً

… لا لأنه من التصوير، و لكن للأنه قصد به شيء حرام.

[↑] وحيث إن الذي يخاطبني رجل صحفي، ذكرت مثالاً من المحرم يتعلق بالصحافة، وهو تصوير النساء على صفحات الجرائد و المجلات، و لم أسترد بذكر الأمثلة اكتفاء بالقاعدة الآنفة الذكر، وهي أنه

(•) متى كان الغرض مباحاً كان هذا العمل مباحاً،
(•) و متى كان الغرض غير مباح كان هذا العمل حراماً.

… و لكن بعض السائلين عن هذه المقابلة رغبوا في ذكر المزيد من الأمثلة للمباح و المحرم، و إجابة لرغبتهم أذكر الآن من الأمثلة المباحة:

※ أن يقصد بهذا التصوير

(•) ما تدعوا الحاجة إلى إثباته كإثبات الشخصية،
(•) و الحادثة المرورية
(•) و الجنائية،
(•) و التنفيذية مثل أن يطلب منه تنفيذ شيء فيقوم بهذا التصوير لإثباته.

※ و من الأمثلة المحرمة:

(•) التصوير للذكرى،كتصوير الأصدقاء، و حفلات الزواج،ونحوها، لأن ذلك يستلزم اقتناء الصور بلا حاجة و هو حرام(1)، لأنه ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أن الملائكة لا تدخل بيتاً فيه صورة(2).
(•) و من ذلك أن يحتفظ بصورة ميت حبيب إليه كأبيه و أخيه يطالعها بين الحين والآخر لأن ذلك يجدد الأحزان عليه، و يوجب تعلق قلبيه بالميت.
(•) التصوير للتمتع النفسي أو التلذذ الجنسي برؤية الصورة، لأن ذلك يجر إلى الفاحشة.

[↑] و الواجب على من من عنده شيء من هذه الصور لهذه الأغراض، أن يقوم بإتلافها لئلا يلحقه الإثم باقتنائها.

هذه أمثلة للقاعدة الآنفة الذكر، ليست على سبيل الحصر، ولكن من أعطاه الله فهماً فسوف يتمكن من تطبيق بقية الصور على هذه القاعدة.

هذا وأسأل الله للجميع الهداية و التوفيق لما يحب ويرضى.

📚[مجموع فتاوى و رسائل، 2/271]

••••{ Judul dari Admin }
📮https://t.me/ukhuwahsalaf [M.U.S]
🌍www.alfawaaid.net

₪ Dari Channel Telegram @ForumBerbagiFaidah [FBF] // Dikutip dari situs TPAH { http://goo.gl/AbUb64 } // Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=135345

➥ #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.